Britainaja – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan baru saja menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyasar orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan, Fadia Arafiq. Kabar ini menyebar cepat, memicu tanya publik mengenai kasus apa yang sedang dibidik oleh lembaga antirasuah tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Fadia diamankan bersama sejumlah pihak lainnya pada Rabu siang. Meski suasana di lingkungan Pemkab Pekalongan tampak tenang di permukaan, pergerakan tim penyidik KPK di lapangan mengonfirmasi adanya tindakan hukum yang serius.
Hingga saat ini, tim KPK masih melakukan pendalaman intensif. Berdasarkan prosedur standar, lembaga ini memiliki waktu $24$ jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.
Penyegelan di beberapa titik strategis biasanya mengikuti langkah OTT ini. Masyarakat kini menunggu keterangan resmi mengenai barang bukti yang disita, apakah berupa tumpukan uang tunai atau komitmen fee proyek yang melibatkan anggaran daerah.
Fadia Arafiq bukan sosok asing di mata publik nasional. Sebelum menjabat sebagai Bupati Pekalongan, ia dikenal sebagai penyanyi dangdut dan putri dari pedangdut legendaris, A. Rafiq.
Karier politiknya tergolong moncer. Sebelum menjadi Bupati, ia pernah menduduki kursi Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Penangkapan ini tentu menjadi hantaman keras bagi citra politik keluarga besar A. Rafiq yang cukup berpengaruh di wilayah tersebut.
OTT yang melibatkan kepala daerah selalu meninggalkan lubang besar dalam kepercayaan publik. Jika status tersangka ditetapkan, roda pemerintahan Pekalongan kemungkinan besar akan diambil alih sementara oleh Wakil Bupati guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan. (Tim)















