Teror Harimau di Ujung Ladang Kerinci: Petani Takut ke Kebun, BKSDA Diminta Turun

Jeritan Hati Petani: Takut ke Kebun, Khawatir Dapur Tidak Ngebul

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Teror Harimau di Ujung Ladang Kerinci: Petani Takut ke Kebun, BKSDA Diminta Turun.

Ilustrasi - Teror Harimau di Ujung Ladang Kerinci: Petani Takut ke Kebun, BKSDA Diminta Turun.

KERINCI, Britainaja — Rasa cemas kini menyelimuti para petani di Desa Ujung Ladang, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Pasalnya, seekor harimau sumatera mendadak muncul dan berkeliaran di area perkebunan warga. Kondisi ini membuat masyarakat takut untuk menyadap karet atau merawat tanaman mereka.

Keresahan warga memuncak setelah surat resmi dari Pemerintah Desa Ujung Ladang viral di media sosial, khususnya Facebook. Melalui surat bernomor 008/19/VI/Pem-ul/2026 tersebut, pemerintah desa meminta bantuan instansi terkait untuk segera mengamankan satwa liar yang mengancam keselamatan warga ini.

Demi menjaga keselamatan, banyak petani memilih berdiam diri di rumah sembari menunggu langkah nyata dari pihak berwenang.

Petani Trauma dan Takut Kehilangan Mata Pencaharian

Dampak psikologis dari kemunculan sang raja hutan ini sangat terasa. Jalur perladangan yang biasanya ramai kini mendadak sepi. Warga tidak berani mengambil risiko menghadapi satwa predator tersebut sendirian.

Risa, seorang petani setempat, mengungkapkan kecemasannya yang mendalam.

“Kami benar-benar takut ke kebun sekarang. Biasanya kami pergi pagi atau sore tanpa waswas, tapi sekarang kami memilih menunggu perkembangan informasi. Kami sangat berharap pihak BBTNKS atau tim kehutanan segera menangkap harimau itu agar kami bisa bekerja lagi dengan tenang,” ujar Risa.

Baca Juga :  Bupati Monadi dan TP-PKK Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pendung Hilir

Bagi warga Ujung Ladang, kebun adalah urat nadi perekonomian keluarga. Jika konflik ini berlarut-larut, pendapatan mereka otomatis akan anjlok dan memicu krisis ekonomi rumah tangga.

Untuk menyiasati keadaan, beberapa petani yang nekat tetap pergi ke kebun memilih bergerak dalam kelompok besar guna memperkecil risiko serangan.

BKSDA Jambi Sterilkan Lokasi untuk Evakuasi

Merespons situasi darurat ini, Pemerintah Desa Ujung Ladang mengeluarkan instruksi tegas. Mereka meminta seluruh masyarakat untuk menghentikan total aktivitas di ladang pada Kamis, 4 Juni 2026.

Langkah ekstrem ini bertujuan untuk memberikan ruang aman bagi Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi yang sedang melakukan operasi pencarian dan evakuasi harimau.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat yang berladang di kawasan Desa Ujung Ladang untuk tidak pergi ke ladang dahulu hari ini. Petugas BKSDA akan menyisir lokasi guna mengevakuasi harimau yang meresahkan kita semua,” tulis pemerintah desa dalam maklumat resminya.

5 Langkah Mitigasi Konflik Satwa di Lapangan

Untuk mengatasi gesekan antara manusia dan satwa liar di daerah penyangga hutan konservasi ini, petugas menerapkan beberapa strategi penting:

  • Verifikasi Jejak: Petugas memeriksa titik koordinat laporan warga untuk mengidentifikasi bekas cakaran atau kotoran harimau.

  • Pemasangan Kamera Trap: Tim memasang kamera pemantau tersembunyi guna membaca pola pergerakan sang harimau.

  • Sterilisasi Area: Melarang warga memasuki zona bahaya untuk menghindari kontak fisik dengan satwa.

  • Evakuasi Humanis: Menyiapkan perangkap khusus untuk memindahkan harimau kembali ke habitatnya yang aman.

  • Layanan Pengaduan Cepat: Meminta warga segera melapor ke aparat desa jika melihat pergerakan satwa mendekati permukiman.

Baca Juga :  Boat Wisata Karam di Danau Kerinci, Warga Evakuasi Korban

Panduan Keselamatan untuk Warga Sekitar Hutan

Sembari menunggu tim BKSDA Jambi menyelesaikan proses evakuasi, seluruh warga di sekitar perbatasan hutan wajib mematuhi panduan keselamatan berikut ini:

  1. Jangan pernah pergi ke area kebun seorang diri.

  2. Gunakan jalur utama yang sering dilewati oleh warga lain.

  3. Hindari aktivitas luar ruangan pada waktu krusial, seperti subuh dan malam hari.

  4. Jika berpapasan dengan satwa liar, jangan memprovokasi, mengejar, atau mencoba menyakitinya.

Pemerintah Desa Ujung Ladang berharap penuh agar operasi evakuasi dari BKSDA Jambi berjalan sukses tanpa kendala. Dengan begitu, rasa aman warga bisa kembali pulih dan roda perekonomian petani Kerinci dapat berputar normal seperti sedia kala. (Tim)

Berita Terkait

Para Juara Kecewa, Hadiah Event Asia MX Bupati Kerinci Cup 2026 Banjir Kritik
Langkah Nyata Bupati Monadi Tingkatkan Kemandirian Lansia dan Disabilitas di Kerinci
Terbang Senin Kamis, Segini Harga Tiket Pesawat Rute Jambi-Kerinci
Akses Kerinci-Merangin Kembali Terbuka, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup
Butale Haji: Melodi Haru Warga Kerinci Melepas Tamu Allah
Kerinci Perkuat Sektor Tani: Hibah Tanah ke BULOG Demi Sejahterakan Petani
Bank Jambi Perpanjang Jam Operasional ATM Hingga Pukul 20.00 WIB
Waspada! Virus Campak Mulai Masuk Kerinci, 12 Sampel Pasien Dikirim ke Lab Jambi
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Teror Harimau di Ujung Ladang Kerinci: Petani Takut ke Kebun, BKSDA Diminta Turun

Senin, 1 Juni 2026 - 15:00 WIB

Para Juara Kecewa, Hadiah Event Asia MX Bupati Kerinci Cup 2026 Banjir Kritik

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:00 WIB

Langkah Nyata Bupati Monadi Tingkatkan Kemandirian Lansia dan Disabilitas di Kerinci

Senin, 11 Mei 2026 - 15:00 WIB

Terbang Senin Kamis, Segini Harga Tiket Pesawat Rute Jambi-Kerinci

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:00 WIB

Akses Kerinci-Merangin Kembali Terbuka, Petugas Terapkan Sistem Buka Tutup

Berita Terbaru

Ilustrasi - Kode Redeem ML Terbaru 4 Juni 2026.

Tech & Game

Banjir Hadiah! Klaim Kode Redeem ML Terbaru 4 Juni 2026 Sekarang

Kamis, 4 Jun 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi - Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Juni 2026.

Tech & Game

Borong Hadiah! Ini Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Juni 2026

Kamis, 4 Jun 2026 - 09:00 WIB