Nestapa di Balik Hilangnya Rp28 Miliar Dana Jemaat Gereja Aek Nabara

Beban Berat di Pundak Sang Biarawati

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendahara Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Suster Natalia Situmorang, memberikan keterangan dalam konferensi pers ‘Dugaan Penggelapan Dana Umat Paroki Aek Nabara di BNI’ di Aula Serbaguna Gereja Katedral Keuskupan Agung Medan di Jalan Pemuda, Kota Medan, Jumat (10/4/2026).(KOMPAS.com)

Bendahara Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara, Suster Natalia Situmorang, memberikan keterangan dalam konferensi pers ‘Dugaan Penggelapan Dana Umat Paroki Aek Nabara di BNI’ di Aula Serbaguna Gereja Katedral Keuskupan Agung Medan di Jalan Pemuda, Kota Medan, Jumat (10/4/2026).(KOMPAS.com)

Britainaja – Kasus dugaan penyimpangan dana oleh oknum pegawai Bank Negara Indonesia (BNI) kini menyita perhatian luas. Di tengah pusaran masalah ini, sosok Suster Natalia Situmorang berdiri dengan beban berat di pundaknya. Sebagai Bendahara Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara di Labuhan Baru, ia membawa amanah dari 1.900 jemaat yang menitipkan masa depan mereka lewat koperasi simpan pinjam tersebut.

Iming-iming Bunga Tinggi yang Berujung Pilu

Tragedi ini bermula pada tahun 2019. Kala itu, Andi Hakim Febriansyah yang menjabat sebagai Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara menawarkan produk deposito dengan bunga menggiurkan sebesar 8%. Angka ini jauh melampaui rata-rata bunga bank konvensional yang biasanya hanya berkisar antara 2,25% hingga 3,5%.

Tergiur dengan potensi keuntungan untuk kesejahteraan jemaat, pengurus CU menginvestasikan dana sebesar Rp28 miliar. Selama tujuh tahun, semuanya tampak normal karena bunga rutin masuk ke rekening CU.

Pelarian ke Selandia Baru dan Jerit Hati Seorang Biarawati

Baca Juga :  BKN Umumkan Progres Penetapan Nomor Induk PPPK Tahap I Tahun 2024

Masalah mulai terkuak saat pengurus CU hendak mencairkan dana sebesar Rp10 miliar pada awal tahun 2026. Permohonan itu ditolak tanpa alasan jelas. Saat Suster Natalia mencoba mencari kejelasan, Andi Hakim ternyata sudah melarikan diri ke Selandia Baru.

Pelarian Andi berakhir di Bandara Kuala Namu pada Maret 2026 setelah Interpol menerbitkan red notice. Meski Andi telah mengakui perbuatannya, proses pengembalian dana sempat tersendat. Awalnya, pihak bank hanya menawarkan ganti rugi Rp7 miliar—angka yang sangat kecil dibanding total kerugian jemaat.

Bagi Suster Natalia, kehilangan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Sebagai seorang biarawati yang telah mengikrarkan kaul kemiskinan, ia menganggap setiap rupiah milik jemaat adalah janji suci. Kabar hilangnya uang ini bahkan sempat membuatnya pingsan dan didera rasa bersalah yang mendalam.

“Setiap jemaat adalah keluarga, dan setiap amanah adalah janji suci yang harus saya jaga,” ungkapnya penuh kesedihan.

Tanggung Jawab Moral dan Hak Asasi Manusia

Baca Juga :  Ruang Pelayanan HAM di Kementerian Dinamai Marsinah sebagai Bentuk Penghormatan

Kasus ini bukan hanya tindak pidana perbankan biasa. Karena menyangkut hajat hidup ribuan orang, hilangnya dana ini menyentuh dimensi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), khususnya hak ekonomi dan sosial.

Banyak jemaat yang menyisihkan uang tersebut untuk biaya pendidikan anak dan jaminan kesehatan di masa tua. Sebagai bank milik negara (BUMN), BNI memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk melindungi aset warga negara.

Menanti Keadilan yang Utuh

Negara harus hadir untuk memastikan hak-hak jemaat kembali sepenuhnya. Mengembalikan dana secara total bukan hanya soal mengganti rugi secara finansial, melainkan upaya menjaga martabat lembaga perbankan nasional dan kepercayaan masyarakat.

Kini, setelah kasus ini viral dan mendapat sorotan publik, pihak BNI berjanji akan mengembalikan seluruh dana. Masyarakat kini menunggu bukti nyata dari janji tersebut, agar Suster Natalia dan ribuan jemaat Paroki Aek Nabara bisa kembali menatap masa depan dengan tenang. (Tim)

Berita Terkait

Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol
Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol

Rabu, 30 September 2026 - 18:21 WIB

Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi

Kamis, 17 September 2026 - 10:12 WIB

Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai

Sabtu, 12 September 2026 - 13:29 WIB

Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat

Berita Terbaru

Ilustrasi - Trik Rahasia Cetak Gol Melengkung Indah. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Plesing PES PS3: Trik Rahasia Cetak Gol Melengkung Indah

Rabu, 7 Okt 2026 - 16:14 WIB

Ilustrasi - Cara Unduh Video Facebook Tanpa Aplikasi. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Unduh Video Facebook Tanpa Aplikasi di HP dan Laptop

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:13 WIB

Ilustrasi - Menggunakan Fungsi Penting NFC di HP Kamu. (Foto: AI)

Tech & Game

Bukan Cuma Buat Cek Saldo, Ini Fungsi Penting NFC di HP Kamu

Rabu, 7 Okt 2026 - 10:11 WIB