Britainaja – Pemerintah secara resmi telah menetapkan rincian harga dan tarif dasar listrik (TDL) bagi seluruh pelanggan prabayar PT. PLN (Persero) untuk periode yang berlaku mulai tanggal 10 hingga 16 November 2025. Penyesuaian ini penting di ketahui masyarakat agar dapat menghitung secara akurat jumlah daya listrik yang di terima.
Pelanggan yang menggunakan sistem prabayar (token) dapat membeli token listrik dengan berbagai pilihan nominal, mulai dari Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, hingga nominal terbesar Rp1 juta. Setiap nominal uang yang di bayarkan oleh pelanggan akan di konversikan ke dalam satuan energi listrik, yaitu kilowatt hour (kWh), berdasarkan tarif dasar yang berlaku.
Penting bagi pengguna untuk memahami bahwa harga token listrik akan berbeda-beda, tergantung pada kategori pengguna (rumah tangga, bisnis, industri, atau sosial), serta besaran daya listrik (Volt Ampere atau VA) yang di gunakan pada properti mereka.
Rincian Lengkap Tarif Dasar Listrik PLN (10–16 November 2025)
Berikut adalah daftar tarif dasar listrik per kWh yang di berlakukan oleh PLN untuk berbagai golongan pelanggan, berlaku pada 10–16 November 2025:
Tarif Listrik Pelanggan Rumah Tangga (Non-Subsidi)
| Golongan | Daya (VA) | Tarif per kWh |
| R-1/TR (RTM) | 900 VA | Rp 1.352 |
| R-1/TR Kecil | 1.300 VA | Rp 1.444,70 |
| R-1/TR Kecil | 2.200 VA | Rp 1.444,70 |
| R-2/TR Menengah | 3.500–5.500 VA | Rp 1.699,53 |
| R-3/TR, TM Besar | di atas 6.600 VA | Rp 1.699,53 |
Tarif Listrik Pelanggan Bisnis
| Golongan | Daya (VA/kVA) | Tarif per kWh |
| B-2/TR Kecil | 6.600 VA–200 kVA | Rp 1.444,70 |
| B-3/TM, TT Menengah | di atas 200 kVA | Rp 1.114,74 |
Tarif Listrik Pelanggan Industri
| Golongan | Daya (kVA) | Tarif per kWh |
| I-3/TM | di atas 200 kVA | Rp 1.114,74 |
| I-4/TT | di atas 30.000 kVA | Rp 996,74 |
Tarif Pemerintah & Penerangan Jalan Umum
| Golongan | Daya (VA/kVA) | Tarif per kWh |
| P-1/TR | 6.600 VA–200 kVA | Rp 1.699,53 |
| P-2/TM | di atas 200 kVA | Rp 1.522,88 |
| P-3/TR | Penerangan Jalan Umum | Rp 1.699,53 |
| L/TR, TM, TT | Berbagai Tegangan | Rp 1.644,52 |
Tarif Pelayanan Sosial (Subsidi)
| Golongan | Daya (VA/kVA) | Tarif per kWh |
| S-1/TR | 450 VA | Rp 325 |
| S-1/TR | 900 VA | Rp 455 |
| S-1/TR | 1.300 VA | Rp 708 |
| S-1/TR | 2.200 VA | Rp 760 |
| S-1/TR | 3.500 VA–200 kVA | Rp 900 |
| S-2/TM | lebih dari 200 kVA | Rp 925 |
Tarif Listrik Subsidi Rumah Tangga (Khusus)
| Golongan | Daya (VA) | Tarif per kWh |
| R-1/TR | 450 VA | Rp 415 |
| R-1/TR | 900 VA | Rp 605 |
Simulasi: Mendapat Berapa kWh dari Token Rp 100.000?
Perlu di catat bahwa nominal token listrik yang di beli tidak sepenuhnya di konversikan menjadi kWh. Nominal tersebut akan di potong terlebih dahulu oleh Pajak Penerangan Jalan (PPJ), yang besarannya di tetapkan oleh kebijakan pemerintah daerah setempat.
Misalnya, jika Anda berada di Jakarta, tarif PPJ yang berlaku adalah sebagai berikut:
- Daya hingga 2.200 VA: 2,4 persen
- Daya 3.500–5.500 VA: 3 persen
- Daya 6.600 VA ke atas: 4 persen
Rumus yang di gunakan untuk menghitung jumlah kWh yang di terima adalah:
Berikut adalah simulasi perhitungan jika Anda membeli token listrik nominal Rp 100.000 di wilayah Jakarta:
- Rumah Tangga Daya 900 VA (R-1/TR RTM):
- Tarif: Rp 1.352/kWh; PPJ: 2,4% (Rp 2.400)
- $$\frac{\text{Rp 100.000} – \text{Rp 2.400}}{\text{Rp 1.352}} = \frac{\text{Rp 97.600}}{\text{Rp 1.352}} = 72,19 \text{ kWh}$$
- Rumah Tangga Daya 1.300–2.200 VA (R-1/TR Kecil):
- Tarif: Rp 1.444,70/kWh; PPJ: 2,4% (Rp 2.400)
- $$\frac{\text{Rp 100.000} – \text{Rp 2.400}}{\text{Rp 1.444,70}} = \frac{\text{Rp 97.600}}{\text{Rp 1.444,70}} = 67,56 \text{ kWh}$$
- Rumah Tangga Daya 3.500–5.500 VA (R-2/TR Menengah):
- Tarif: Rp 1.699,53/kWh; PPJ: 3% (Rp 3.000)
- $$\frac{\text{Rp 100.000} – \text{Rp 3.000}}{\text{Rp 1.699,53}} = \frac{\text{Rp 97.000}}{\text{Rp 1.699,53}} = 57,07 \text{ kWh}$$
- Rumah Tangga Daya 6.600 VA ke atas (R-3/TR, TM Besar):
- Tarif: Rp 1.699,53/kWh; PPJ: 4% (Rp 4.000)
- $$\frac{\text{Rp 100.000} – \text{Rp 4.000}}{\text{Rp 1.699,53}} = \frac{\text{Rp 96.000}}{\text{Rp 1.699,53}} = 56,49 \text{ kWh}$$
Dengan mengetahui rincian tarif dan simulasi ini, pelanggan dapat mengelola konsumsi listrik prabayar mereka dengan lebih bijak sepanjang periode 10–16 November 2025. (Tim)















