Britainaja – Rutinitas harian yang padat sering kali membuat kita mengabaikan hal-hal kecil, salah satunya adalah memotong kuku. Padahal, Islam memandang aktivitas sederhana ini bukan sekadar urusan kebersihan badan.
Merawat kuku merupakan bagian dari fitrah manusia yang menyimpan nilai ibadah dan makna spiritual yang mendalam.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga kesucian diri melalui sabdanya:
“Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim).
Dalam ibadah harian seperti shalat, kebersihan menjadi fondasi utama. Wudhu kita tidak akan sempurna jika ada kotoran yang menghalangi air meresap di bawah kuku. Oleh karena itu, mari kita pelajari bersama waktu terbaik, doa, serta panduan memotong kuku yang dianjurkan oleh para ulama.
Pilihan Hari Terbaik untuk Memotong Kuku
Para ulama sepakat bahwa memotong kuku hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Meski kita boleh membersihkannya kapan saja, para ulama menyarankan tiga hari utama berikut ini demi meraih keberkahan yang lebih besar:
1. Hari Jumat
Jumat merupakan hari raya mingguan umat Islam. Imam Nawawi dalam kitab Al Majmu Syarh Al Muhadzdzab sangat menyukai umat muslim yang memotong kuku pada hari Jumat sebelum berangkat shalat. Langkah ini juga mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang tertera dalam riwayat Al Bazzar.
2. Hari Kamis
Syaikh Zainuddin Al Malibari melalui kitab Fathul Mu’in menjelaskan bahwa memotong kuku pada hari Kamis mendatangkan banyak kebaikan. Beberapa ulama juga menyebutkan hari Kamis sore sebagai waktu yang baik untuk bersiap menyambut hari Jumat.
3. Hari Senin
Selain Kamis, hari Senin merupakan waktu saat Allah mengangkat amal-amal manusia. Memilih hari Senin untuk merapikan diri akan menambah catatan amal kebaikan kita.
Pandangan Ulama Mengenai Dampak Spiritual Hari Lainnya
Ulama klasik seperti Imam Qasim Al Ghazi dalam kitab Hasyiyah Al Baijuri membagikan catatan ijtihad mengenai pengaruh spiritual dari pemilihan hari saat memotong kuku:
| Hari | Dampak Spiritual (Menurut Ijtihad Ulama) |
| Senin | Menghadirkan keutamaan dan keberkahan hidup. |
| Kamis | Melapangkan jalan rezeki dan kekayaan. |
| Jumat | Mendatangkan berkah yang paling utama. |
| Sabtu & Minggu | Kurang dianjurkan karena kekhawatiran hilangnya berkah. |
| Selasa | Sebaiknya dihindari karena kekhawatiran mengundang kerusakan. |
| Rabu | Kurang disukai karena kekhawatiran memicu sifat buruk. |
Catatan Penting: Penjelasan mengenai dampak hari-hari tertentu di atas merupakan hasil ijtihad dan pengalaman spiritual (tajribah) para ulama salaf, bukan dari hadis sahih yang kaku. Jadi, Anda tetap boleh memotong kuku pada hari apa saja jika kondisinya memang sudah panjang dan kotor.
Bacaan Doa Memotong Kuku
Agar aktivitas merapikan kuku ini berubah menjadi ladang pahala, Anda bisa membaca doa yang dianjurkan oleh para ulama berikut ini:
Teks Arab
بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ، وَعَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Teks Latin
Bismillaah wa billaah, wa ‘alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.
Artinya
“Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.”
Adab dan Tata Cara Memotong Kuku Sesuai Sunnah
Sebagai agama yang detail, Islam memberikan panduan yang rapi agar seluruh aktivitas kita bernilai baik. Berikut adab yang perlu Anda perhatikan:
1. Batas Waktu Maksimal
Rasulullah SAW memberikan batas waktu maksimal bagi kita untuk membiarkan kuku, mencukur kumis, serta bulu halus lainnya. Kita tidak boleh membiarkannya tumbuh lebih dari 40 malam (HR. Muslim). Namun, Imam Nawawi mengingatkan agar kita segera memotongnya begitu kuku sudah terasa panjang tanpa harus menunggu 40 hari.
2. Urutan Memotong Kuku yang Rapi
Para ulama menganjurkan kita untuk selalu memulai dari bagian tubuh sebelah kanan. Berikut urutan praktisnya:
-
Tangan Kanan: Mulai dari jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking, lalu akhiri pada ibu jari (jempol).
-
Tangan Kiri: Mulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, lalu akhiri pada ibu jari (jempol).
-
Kuku Kaki: Mulai dari jari kelingking kaki kanan berurutan hingga jempol, lalu lanjut dari jempol kaki kiri berurutan hingga kelingking.
3. Jaga Kebersihan dan Hormati Anggota Tubuh
-
Gunakan Alat yang Tepat: Gunakan gunting kuku yang tajam dan bersih. Hindari kebiasaan menggigit kuku karena makruh dan tidak higienis.
-
Cuci Tangan Seteleh Potong Kuku: Segera cuci tangan Anda dengan sabun setelah selesai. Kitab Hasyiyatul Jamal menyebutkan bahwa menggaruk kulit menggunakan kuku yang baru dipotong sebelum mencuci tangan bisa memicu penyakit kulit.
-
Kubur Potongan Kuku: Para ulama mazhab Syafi’i menyukai tindakan mengubur potongan kuku di dalam tanah. Cara ini merupakan bentuk penghormatan terhadap bagian tubuh manusia sekaligus mencegah penyalahgunaan oleh orang jahat (seperti sihir).
Khusus Bagi yang Ingin Berkurban
Jika Anda berniat menunaikan ibadah kurban pada bulan Dzulhijjah, mayoritas ulama (mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali) menyarankan untuk tidak memotong kuku dan rambut sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewan kurban Anda disembelih.
Hikmah Indah di Balik Sunnah Memotong Kuku
Menjalankan sunnah kecil ini membawa banyak dampak positif bagi kehidupan kita sehari-hari:
-
Bukti Cinta pada Rasulullah: Meniru kebiasaan Nabi adalah wujud nyata ketaatan seorang hamba.
-
Ibadah Menjadi Lebih Sah: Kuku yang bersih memastikan air wudhu mengalir sempurna ke seluruh sela-sela jari.
-
Menjaga Kesehatan Fisik: Kuku yang pendek mencegah bersarangnya kuman, bakteri, dan cacing penyebab penyakit pencernaan.
-
Tampil Rapi dan Percaya Diri: Islam menyukai keindahan. Penampilan yang bersih mencerminkan kepribadian muslim yang berakhlak mulia. (Tim)






