Britainaja – Banyak orang yang masih mengaitkan bulan Safar dengan mitos pembawa sial atau bulan yang penuh nasib buruk. Padahal, ajaran Islam sama sekali tidak mengenal konsep tersebut.
Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa setiap bulan membawa keberkahan tersendiri, tergantung bagaimana manusia mengisinya dengan amal kebaikan.
Jika kita membuka lembaran sejarah, bulan kedua dalam kalender Hijriah ini justru menjadi saksi bisu dari berbagai peristiwa besar. Di bulan inilah, Fondasi dakwah Islam semakin kuat lewat perjuangan, diplomasi, hingga kisah cinta yang penuh berkah.
Berikut sepuluh momentum bersejarah di bulan Safar yang wajib umat Islam ketahui:
1. Awal Mula Hijrah Rasulullah SAW ke Madinah
Bulan Safar menandai titik balik terbesar dalam sejarah Islam. Pada momen inilah, Rasulullah SAW memantapkan langkah untuk keluar dari Makkah demi menyelamatkan akidah umat. Perjalanan epik yang penuh pengorbanan ini kelak menjadi cikal bakal berdirinya peradaban Islam yang gemilang di Madinah.
2. Perang Al-Abwa: Langkah Awal Mempertahankan Diri
Pada tahun pertama Hijriah, Rasulullah SAW memimpin langsung ekspedisi militer pertama yang bernama Perang Al-Abwa (atau Perang Waddan). Peristiwa ini menjadi ghazwah pertama—istilah untuk peperangan yang panglima tertingginya adalah Rasulullah SAW sendiri—sebagai strategi menjaga keamanan wilayah Muslim yang baru tumbuh.
3. Kemenangan Gemilang di Benteng Khaibar
Memasuki tahun ke-7 Hijriah, kaum Muslimin mengukir prestasi gemilang lewat Penaklukan Khaibar. Rasulullah SAW mengomandoi sekitar 1.400 pasukan berjalan kaki dan 200 pasukan berkuda untuk meredam ancaman dari benteng-benteng pertahanan musuh yang kuat. Hasilnya, kemenangan besar berpihak pada umat Islam.
4. Ekspedisi Strategis Qutbah bin Amir
Guna memperluas jangkauan dakwah dan menjaga stabilitas kawasan, Rasulullah SAW mengutus sahabat tepercaya, Qutbah bin Amir bin Hadidah, pada tahun ke-9 Hijriah. Bersama 20 prajurit pilihan, Qutbah bergerak menuju wilayah Suku Khas’am untuk membawa misi kedamaian Islam.
5. Ketegasan dalam Perang Dzu’Amr
Sepulang dari Perang Sawiq, Rasulullah SAW membawa 450 sahabat menuju wilayah Najd. Langkah taktis ini bertujuan untuk menghadapi Kabilah Ghathafan yang berniat menyerang umat Islam. Ketegasan Rasulullah SAW membuat musuh gentar, dan beliau menetap di wilayah tersebut selama satu bulan penuh sepanjang Safar.
6. Hangatnya Sambutan untuk Utusan Bani Udzra
Islam merangkul siapa saja dengan penuh kehangatan. Pada tahun ke-9 Hijriah, 12 orang perwakilan dari Bani Udzra datang menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan keislaman mereka. Beliau menyambut mereka dengan kabar gembira mengenai masa depan Islam, sekaligus menasihati mereka agar meninggalkan praktik perdukunan.
7. Hidayah untuk Sang Maestro Strategi, Amr bin Ash
Bulan Safar tahun ke-8 Hijriah menjadi momen krusial saat Amr bin Ash memilih memeluk Islam. Tokoh yang terkenal cerdas dan ahli strategi ini mendapat pengaruh besar dari Raja Negus di Habasyah. Kelak, Amr bin Ash menjadi sosok penting yang memimpin pembebasan wilayah Mesir.
8. Ikatan Suci Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah
Bulan Safar juga menyimpan kisah cinta yang agung. Pada bulan ini, saat menginjak usia 25 tahun, Rasulullah SAW menikahi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid. Perempuan mulia ini menjadi pendukung utama, baik jiwa maupun harta, dalam mengarungi masa-masa awal dakwah yang berat.
9. Pernikahan Berkah Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah
Kebahagiaan keluarga Nabi kembali terukir di bulan Safar tahun ke-2 Hijriah. Ali bin Abi Thalib RA resmi mempersunting putri tercinta Rasulullah, Sayyidah Fatimah RA. Pasangan ini kemudian tumbuh menjadi teladan terbaik tentang bagaimana membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.
10. Kepercayaan Tinggi untuk Panglima Muda, Usamah bin Zaid
Menjelang akhir hayatnya pada tahun ke-11 Hijriah, Rasulullah SAW menunjuk Usamah bin Zaid yang masih sangat muda untuk memimpin pasukan melawan Kekaisaran Romawi. Meski sempat menuai keraguan dari beberapa sahabat senior karena faktor usia, Rasulullah SAW dengan tegas membela kapasitas Usamah. Khalifah Abu Bakar RA kemudian menyempurnakan misi besar ini.
Kesimpulan: Safar adalah Bulan Perjuangan
Rentetan sejarah di atas membuktikan bahwa bulan Safar memiliki kedudukan yang sama mulianya dengan bulan-bulan lain. Alih-alih membawa kesialan, Safar justru menjadi panggung bagi lahirnya keputusan-keputusan besar, kemenangan taktis, dan teladan keluarga yang menginspirasi dunia hingga hari ini. (Tim)






