Britainaja – Bagi sebagian umat Islam, mimpi sering kali menyisakan tanda tanya besar. Rasa cemas dan khawatir seketika muncul saat seseorang berulang kali mengalami mimpi buruk. Pertanyaannya, apakah mimpi buruk tersebut akan benar-benar menjadi kenyataan?
Dalam sudut pandang Islam, kita perlu menyikapi setiap mimpi dengan bijaksana. Islam sendiri membagi mimpi menjadi dua, yaitu mimpi yang membawa kabar baik dan mimpi yang tidak menyenangkan. Melalui tuntunan agama, kita bisa menghadapi keduanya dengan hati yang tenang.
Mimpi Seorang Mukmin Adalah Kabar Baik
Anggota Komisi Fatwa MUI sekaligus Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Fatihunnada, Lc., MA., menjelaskan bahwa pada dasarnya mimpi seorang mukmin membawa tanda kebaikan.
Hal ini bersandar pada hadis riwayat Imam Al-Bukhari dalam kitab Al-Shahih (jilid 9, halaman 30):
عَنْ عُبَADَةَ بْنِ الصَّامِتِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: رُؤْيَا المُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
Artinya: Dari ‘Ubadah ibn Shaamit, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Mimpi seorang mukmin adalah bagian dari 46 bagian tanda kenabian.”
Para ulama memahami hadis ini sebagai bentuk penyamaan antara mimpi orang beriman dengan mimpi para nabi yang membawa pesan kebaikan. Sebab, mimpi yang baik itu datangnya langsung dari Allah SWT.
Menghadapi Mimpi Buruk Tanpa Rasa Takut
Saat mimpi buruk datang, Dr. Fatihunnada mengingatkan kita untuk tidak tenggelam dalam ketakutan yang berlebihan. Kita tidak boleh mengartikan mimpi buruk secara mentah-mentah atau harfiah.
Ketika Anda terbangun dari mimpi yang buruk, lakukan langkah-langkah ini:
-
Segera bangun dari tempat tidur.
-
Basuh diri dan laksanakan salat sunah.
-
Panjatkan doa kepada Allah SWT agar Dia menjauhkan Anda dari segala keburukan di dalam mimpi tersebut.
Merespons Mimpi Baik dengan Rasa Syukur
Mimpi yang baik memang bisa saja menjadi kenyataan bagi seorang mukmin. Oleh karena itu, saat mendapatkan mimpi yang indah, Anda sebaiknya langsung memuji Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-Nya. Jadikan momen ini sebagai pemacu semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Dr. Fatihunnada juga mengajak masyarakat untuk terus memperdalam ilmu agama melalui kajian-kajian keislaman bersama para ulama. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah SWT menjadikan diri kita serta keturunan kita pribadi yang saleh dan penuh berkah.
Kesimpulannya, hadapi mimpi baik dengan rasa syukur yang mendalam. Sebaliknya, sambut mimpi buruk dengan memperbanyak doa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT tanpa perlu memelihara rasa takut. (Tim)






