Travel SM Turunkan Penumpang Perempuan di Tepi Jalan Saat Hujan

Keluarga Keluhkan Layanan Travel SM: "Adik Saya Bayar Lunas!"

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - Travel SM Turunkan Penumpang Perempuan di Tepi Jalan Saat Hujan.

Ilustrasi - Travel SM Turunkan Penumpang Perempuan di Tepi Jalan Saat Hujan.

Britainaja – Layanan moda transportasi darat kembali memicu sorotan publik. Kali ini, dugaan pelayanan buruk menimpa seorang penumpang perempuan berinisial P saat mengendarai travel SM rute Kota Jambi menuju Kabupaten Kerinci pada Rabu (22/7/2026).

Sopir travel nekat menurunkan P seorang diri di tepi jalan kawasan Jembatan Rawang dalam kondisi hujan deras, padahal ia baru saja menempuh perjalanan jauh dari Jakarta.

Kejadian ini memantik amarah pihak keluarga yang menilai penyedia jasa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan konsumen.

Kronologi Penumpang Diturunkan Sembarangan

Peristiwa bermula saat P tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi dari Jakarta. Ia lalu melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Sungai Tutung, Kabupaten Kerinci, memanfaatkan jasa Travel SM.

Sopir travel mengantar penumpang lain terlebih dahulu ke kawasan Siulak, sehingga P menjadi penumpang terakhir di dalam mobil. Mengingat kondisi cuaca yang buruk dan hari mulai larut, P mengontak kakaknya, Rifki Dermawan, S.Kom., untuk membantu proses penjemputan.

Namun, komunikasi antara keluarga dan sopir travel justru menemui jalan buntu.

Sopir Menolak Berbagai Alternatif Lokasi Aman

Rifki menuturkan bahwa ia sudah menyodorkan beberapa opsi titik penurunan yang jauh lebih aman dan memiliki tempat berteduh.

Baca Juga :  Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 3 Februari 2026: Klaim Skin SG2 dan Bundle Jujutsu Kaisen Sekarang

“Saya meminta sopir menurunkan adik saya di Koto Lolo, tepatnya di toko milik saya. Sopir menolak dengan alasan rute tersebut tidak sejajar dengan jalurnya. Kami lalu sepakat agar adik saya turun di Hamparan Mart saja supaya bisa berteduh dari hujan. Namun, sopir tetap menolak,” ungkap Rifki.

Sopir terus melaju hingga memasuki kawasan Jembatan Rawang. Di sana, sopir berulang kali beralasan harus mengantar penumpang lain dan menolak menunggu Rifki yang sedang dalam perjalanan menjemput.

Tanpa memedulikan imbauan keluarga, sopir menghentikan kendaraan lalu menurunkan P begitu saja di tepi jalan dalam kondisi hujan deras.

“Saya sudah memohon agar sopir tidak meninggalkan adik saya sendirian. Tapi sopir tidak mau peduli, tetap jalan, dan menurunkan adik saya di tepi jalan saat hujan deras. Saya akhirnya harus menerobos hujan untuk menjemputnya,” tambah Rifki dengan nada kecewa.

Pihak Keluarga Menuntut Tanggung Jawab Manajemen

Keluarga menyayangkan sikap sopir yang lebih mengejar efisiensi rute daripada keselamatan penumpang. Padahal, P membayar penuh tarif perjalanan dan sedang berada dalam kondisi fisik lelah.

Baca Juga :  Dieng Plateau Jawa Tengah: Pesona Alam, Budaya, dan Sejarah di Negeri Atas Awan

Rifki mendesak manajemen Travel SM segera memberikan penjelasan resmi dan melakukan evaluasi internal. Langkah ini penting agar pengemudi mendapat pembinaan mengenai etika pelayanan dan keselamatan penumpang, khususnya bagi penumpang wanita yang bepergian sendiri.

Hingga kini, pihak manajemen Travel SM belum memberikan keterangan atau klarifikasi resmi terkait insiden ini.

Pentingnya Standar Pelayanan Transportasi Darat

Kasus ini membuka kembali diskusi penting mengenai standar pelayanan travel interkota. Pengguna jasa memilih travel karena mendambakan layanan door-to-door atau setidaknya titik penurunan yang aman dan disepakati bersama.

Untuk menjaga kepercayaan publik, perusahaan transportasi perlu memperhatikan faktor penting berikut:

  • Penerapan Etika Komunikasi: Pengemudi harus responsif dan santun saat bernegosiasi dengan pelanggan.

  • Prioritas Keselamatan: Lokasi penurunan wajib mempertimbangkan faktor cuaca, penerangan jalan, serta keamanan lingkungan.

  • Sistem Evaluasi Berkala: Manajemen harus menyediakan saluran pengaduan yang aktif dan cepat merespons keluhan konsumen. (Tim)

Berita Terkait

Update CPNS 2026 Sungai Penuh: Pemkot Ajukan 31 Formasi, Tunggu Juknis Resmi Pusat
Sukses Benahi Pendidikan, Pemkot Sungai Penuh Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Resmi Diperpanjang
Gerakan Bersih Masjid, Kebersihan Rumah Ibadah Bagian Dari Budaya Bersama
Warung Buk Dorlan Tebar Keberkahan, Bagikan 100 Paket Nasi dan Jus Gratis di Sungai Penuh
BKPSDM Sungai Penuh Jemput Bola Kebut Persetujuan 31 Formasi CPNS Nakes 2026
Marak Modus Catut BKPSDM Sungai Penuh, Calon Pensiunan PNS Wajib Cek Ini
Ny. Sri Kartini Alfin Pimpin Persiapan Lomba PKK Tingkat Provinsi Jambi
Berita ini 160 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Sukses Benahi Pendidikan, Pemkot Sungai Penuh Raih Insentif Fiskal Rp1,5 Miliar

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:31 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Resmi Diperpanjang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Gerakan Bersih Masjid, Kebersihan Rumah Ibadah Bagian Dari Budaya Bersama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Warung Buk Dorlan Tebar Keberkahan, Bagikan 100 Paket Nasi dan Jus Gratis di Sungai Penuh

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:05 WIB

BKPSDM Sungai Penuh Jemput Bola Kebut Persetujuan 31 Formasi CPNS Nakes 2026

Berita Terbaru

Tarian saat Kenduri SKO Belui. (Foto: FB @Milenial Monadi)

Kerinci

Kerinci 2026: Merawat Tradisi di Lembah Para Leluhur

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:02 WIB

PPPK menerima SK. ist

Nasional

1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:46 WIB