Tunjangan Profesi Terancam! Kota Sungai Penuh Hadapi Lonjakan Jumlah Guru

BKPSDM Konfirmasi Penumpukan Tenaga Pengajar di Sekolah

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Hardiknas di Kota Sungai Penuh Tahun 2026. (Foto: Prokopim Kota Sungai Penuh)

Peringatan Hardiknas di Kota Sungai Penuh Tahun 2026. (Foto: Prokopim Kota Sungai Penuh)

SUNGAI PENUH, Britainaja – Dunia pendidikan Kota Sungai Penuh kini mengarungi babak baru. Pertumbuhan jumlah tenaga pengajar yang terlampau cepat justru menciptakan ruang gerak yang makin sempit.

Banyak guru, khususnya penerima sertifikasi, kini bertarung sengit demi memperebutkan jam mengajar agar syarat pencairan tunjangan profesi tetap terpenuhi.

Fenomena kelebihan guru (teacher surplus) ini membawa dampak berantai. Selain memicu ketimpangan distribusi pengajar, masalah ini menekan kesejahteraan guru dan mengganggu efektivitas kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

BKPSDM Buka Suara: Jumlah Guru Melampaui Kapasitas

Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, dan Informasi BKPSDM Kota Sungai Penuh, Rhoma, membenarkan situasi mendesak ini.

“Para guru sertifikasi saat ini menghadapi kesulitan besar untuk mengantongi jam mengajar yang cukup,” ujar Rhoma.

Rhoma menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah sekolah tidak sebanding dengan ledakan jumlah tenaga pendidik setiap tahunnya. Ketimpangan ini memicu penumpukan guru secara drastis di beberapa sekolah tertentu.

Pengangkatan PPPK Memperketat Persaingan Jam Mengajar

Rhoma menilai gelombang pengangkatan PPPK—baik penuh waktu maupun paruh waktu—turut mempercepat penumpukan ini. Pada saat yang sama, kelulusan massal peserta Pendidikan Profesi Guru (PPPG) memperbanyak jumlah guru bersertifikasi yang berhak menuntut jam mengajar penuh.

Baca Juga :  Rupiah Menguat Tipis, Pasar Cermati Dampak Shutdown AS dan Tekanan Global

Tanpa penambahan gedung sekolah atau rombongan belajar (rombel) baru, para guru kini harus berebut alokasi mata pelajaran demi mempertahankan hak tunjangan mereka.

Langkah Tegas BKPSDM: Memperketat Pindah Sekolah

Menanggapi krisis ini, Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Affan, langsung mengambil tindakan proaktif. Pihaknya memperketat seluruh mekanisme mutasi guru antar-sekolah demi menghentikan penumpukan yang makin parah.

“Kami memperketat izin pindah sekolah bagi para guru. Pengajar yang ingin pindah wajib mengantongi izin resmi lepas-terima dari sekolah asal maupun sekolah tujuan,” tegas Affan.

Kebijakan ini bertujuan mengarahkan guru ke sekolah-sekolah yang benar-benar masih kekurangan tenaga pengajar, alih-alih menumpuk di pusat kota.

Tantangan Nyata Kualitas Pendidikan

Kelebihan tenaga pengajar sekilas terlihat ideal. Namun, realitanya kondisi ini memicu sejumlah hambatan serius:

  • Jam Mengajar Kurang: Guru gagal memenuhi batas minimal jam mengajar mingguan.

  • Pencairan Tunjangan Terhambat: Risiko kehilangan tunjangan profesi akibat ketidakcukupan beban kerja.

  • Ketimpangan Wilayah: Penumpukan guru di kawasan perkotaan menyisakan kekosongan di area pinggiran.

  • Beban Anggaran: Pemborosan alokasi anggaran daerah untuk tenaga kerja yang belum maksimal produktivitasnya.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Tertibkan Kawasan Parkir

Solusi Berbasis Data untuk Masa Depan Pendidikan

Untuk menyelesaikan polemik ini secara permanen, Pemerintah Kota Sungai Penuh perlu menerapkan langkah-langkah strategis berbasis data akurat:

  1. Pemetaan Rombel: Menghitung kembali rasio kebutuhan guru berdasarkan jumlah siswa aktual.

  2. Redistribusi Adil: Memindahkan kelebihan guru ke sekolah yang masih kekurangan pengajar secara transparan.

  3. Sinkronisasi Formasi ASN: Menyesuaikan usulan rekrutmen PPPK mendatang dengan kondisi riil di lapangan.

  4. Koordinasi Pusat-Daerah: Memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan pengangkatan guru selaras dengan kapasitas daerah.

Sinergi yang kuat antara sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama untuk menjamin kesejahteraan guru tanpa mengorbankan mutu pendidikan di Kota Sungai Penuh. (Tim)

Berita Terkait

Gerakan 3S Sungai Penuh Raih Penghargaan Inovasi Daerah 2026
Kejari Sungai Penuh Tahan Ex-Kadis Damkar dan Bendahara Kasus Korupsi Rp1,3 M
Atlet Taekwondo Sungai Penuh Borong Medali di Jambi dan Padang
Siap Mengabdi dan Melayani! 196 CPNS Kota Sungai Penuh Akan Terima SK
Catat! Ini Lokasi dan Jadwal Gerakan Pangan Murah di Kota Sungai Penuh 2026
Fahrudin Lunas Bayar Denda Kasus Perusakan Bollard
BKAD Sungai Penuh Luncurkan Aplikasi Mutasi Gaji Pegawai Terbaru
Pemkot Sungai Penuh Raih Predikat Istimewa IRH 2026
Berita ini 429 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Gerakan 3S Sungai Penuh Raih Penghargaan Inovasi Daerah 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:55 WIB

Kejari Sungai Penuh Tahan Ex-Kadis Damkar dan Bendahara Kasus Korupsi Rp1,3 M

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Atlet Taekwondo Sungai Penuh Borong Medali di Jambi dan Padang

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Siap Mengabdi dan Melayani! 196 CPNS Kota Sungai Penuh Akan Terima SK

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Catat! Ini Lokasi dan Jadwal Gerakan Pangan Murah di Kota Sungai Penuh 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Alami Atasi Radang Amandel. (Foto: AI)

Health

Cara Alami Atasi Radang Amandel Tanpa Obat Kimia

Jumat, 18 Sep 2026 - 10:35 WIB

Ilustrasi - Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Matikan SafeSearch Google di HP dan Laptop yang Terkunci

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:19 WIB

Ilustrasi - VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video. (Foto: AI)

Tech & Game

10 VPN Open Source Terbaik 2026 untuk Nonton Video Aman

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:16 WIB