Britainaja – Menyetir mobil di malam hari tentu membutuhkan visibilitas ekstra. Di sinilah lampu jauh (high beam) mengambil peran penting. Sayangnya, banyak pengemudi yang masih menyalakan lampu jauh secara terus-menerus tanpa memikirkan pengguna jalan lain. Padahal, kebiasaan egois ini bisa memicu kecelakaan fatal.
Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengingatkan bahwa sorotan lampu yang kelewat terang sangat menyiksa mata pengendara dari arah berlawanan.
“Kalau kita menggunakan lampu yang terlalu terang, mata pengguna jalan lain pasti silau,” jelas Jusri.
Menurutnya, pengemudi wajib memahami aturan dan etika dasar sebelum menyalakan high beam. Lampu jauh bukanlah fasilitas untuk menerangi jalanan sepanjang waktu, melainkan alat komunikasi sesaat saat situasi jalanan memang membutuhkannya. Intinya, keselamatan berkendara malam adalah tentang bagaimana kita bisa melihat jalan dengan jelas tanpa membuat orang lain kehilangan pandangan.
Ancaman “Buta Sesaat” di Kecepatan Tinggi
Jusri juga menyayangkan perilaku beberapa pengemudi yang kurang bertanggung jawab. Contoh klasiknya adalah kendaraan besar seperti bus yang sering kedapatan menyalakan high beam secara berlebihan.
Efeknya tidak main-main. Saat mata seseorang terkena hantaman langsung dari lampu jauh, mereka akan mengalami kebutaan sesaat (flash blindness) selama beberapa detik. Dalam kondisi mobil melaju kencang, kehilangan fokus selama beberapa detik saja sudah lebih dari cukup untuk memicu tabrakan fatal karena pengemudi gagal membaca situasi jalan.
5 Etika Menggunakan Lampu Jauh agar Jalanan Tetap Aman
Supaya Anda tetap aman dan tidak menjadi musuh bersama di jalan raya, terapkan lima etika penting ini saat berkendara malam:
-
Pilih Area yang Tepat: Hanya nyalakan lampu jauh saat Anda melewati jalanan yang benar-benar gelap gulita, seperti area pegunungan, jalur luar kota, atau kawasan yang minim lampu penerangan jalan umum (PJU).
-
Matikan Saat Berpapasan: Begitu Anda melihat ada kendaraan lain yang mendekat dari arah depan, segera turunkan saklar ke lampu dekat (low beam). Jangan tunggu sampai pengendara di depan Anda menyalakan lampu sein atau mengedipkan lampu karena kesilauan.
-
Jaga Jarak dan Jangan Menempel: Saat Anda berada di belakang mobil lain, matikan lampu jauh Anda. Sorotan high beam yang memantul lewat kaca spion tengah mereka akan langsung menusuk mata dan membuyarkan konsentrasi pengemudi di depan.
-
Gunakan Sebagai Sinyal Pendek (Flash): Jika Anda ingin memberi kode keberadaan mobil atau berkomunikasi dengan kendaraan lain, cukup berikan kedipan singkat (1-2 kali). Jangan menahan lampu jauh dalam posisi menyala terus.
-
Kembali ke Lampu Dekat di Area Ramai: Saat mobil memasuki area perkotaan, pemukiman, atau kondisi lalu lintas yang mulai padat, segera kembalikan fungsi lampu ke mode low beam. Penerangan jalan kota sudah cukup membantu visibilitas Anda tanpa perlu mengorbankan kenyamanan orang lain. (Tim)






