Britainaja – Pelantikan Ahmad Dzulfikar Nurrahman sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang mendadak jadi buah bibir.
Pria yang akrab disapa Avie ini menuai sorotan lantaran statusnya sebagai putra kandung Bupati Malang, Muhammad Sanusi. Meski begitu, Avie memilih merespons keraguan publik dengan sikap rendah hati dan komitmen kerja nyata.
Bukan Sekadar Nama, Tapi Kualitas Akademis
Menanggapi isu dinasti politik yang berembus, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang pasang badan. Juru bicara Fraksi PDIP, Busilan, mengajak masyarakat untuk melihat sisi intelektual sang pejabat baru.
Menurutnya, Avie memiliki latar belakang pendidikan yang sangat relevan dengan posisinya saat ini.
Avie merupakan lulusan Doktor (S3) Ilmu Lingkungan dari Universitas Brawijaya dengan predikat Cum Laude. “Jika kita hanya menilai siapa orang tuanya, kita justru mengabaikan sistem meritokrasi yang sehat,” ujar sosok yang akrab disapa Cak Bush tersebut.
Ia menekankan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mengabdi, terlepas dari garis keturunannya.
Rekam Jejak Panjang di Birokrasi
Data kepegawaian menunjukkan bahwa karier Avie sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bermula jauh sebelum ayahnya menjabat sebagai Bupati. Ia merangkak dari bawah melalui berbagai posisi teknis, seperti:
-
Pengawas Tata Bangunan.
-
Kepala Seksi Penanganan Limbah.
-
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (2023).
Fraksi PDIP menjamin bahwa seluruh proses pelantikan ini berjalan sesuai aturan birokrasi yang sah tanpa rekayasa regulasi.
Fokus pada Solusi, Bukan Polemik
Ahmad Dzulfikar sendiri menyampaikan permohonan maaf jika pelantikannya memicu kegaduhan. Baginya, kritik publik adalah vitamin untuk bekerja lebih baik. Ia memilih tidak banyak berteori dan lebih fokus pada tiga program prioritas untuk Kabupaten Malang:
-
Transformasi Pengelolaan Sampah: Menciptakan sistem yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
-
Layanan Publik Prima: Meningkatkan standar kualitas layanan di sektor lingkungan hidup.
-
Penghijauan Masif: Memperluas area hijau di seluruh wilayah Kabupaten Malang.
Komitmen Integritas Pemkab Malang
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menegaskan bahwa seluruh pejabat yang dilantik wajib memegang teguh pakta integritas. Ia menjamin proses seleksi 447 pejabat ini bersih dari praktik jual beli jabatan.
“Kita harus menghentikan praktik ilegal. Semua pejabat harus bekerja sesuai sumpah janji mereka untuk melayani masyarakat,” tegas Sanusi dalam pelantikan yang berlangsung di Pendapa Agung tersebut. (Tim)






