Britainaja – Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo resmi menyerahkan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Keputusan ini muncul di tengah perhatian publik terhadap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menegaskan penyerahan jabatan ini sebagai bentuk tanggung jawab institusi. Namun, pihak TNI belum menjelaskan secara rinci keterkaitan langsung keputusan tersebut dengan kasus yang sedang berjalan.
Kasus ini mencuat setelah empat prajurit TNI diduga terlibat dalam insiden penyiraman yang menyebabkan korban mengalami luka serius, termasuk kerusakan pada mata.
Profil Singkat Yudi Abrimantyo
Yudi Abrimantyo merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat lulusan Akademi Militer tahun 1989. Ia memiliki latar belakang Infanteri dan pernah bertugas di Kopassus.
Kariernya banyak berkembang di bidang intelijen. Ia pernah menjabat sejumlah posisi strategis, seperti:
- Paban Utama BAIS TNI (2016–2018)
- Bandep Sosial Budaya Setjen Wantannas (2018–2020)
- Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan Kemenhan (2020–2021)
- Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional Kemenhan (2021–2024)
Ia kemudian di percaya menjadi Kabais TNI sejak Maret 2024.
Penghargaan dan Prestasi
Selama bertugas, Yudi menerima berbagai tanda kehormatan, antara lain:
- Brevet Komando Kopassus dan Jump Master
- Bintang Kartika Eka Paksi
- Satyalancana Bhakti dan Ksatria Yudha
- Satyalancana Kesetiaan (8, 16, dan 24 tahun)
- Satyalancana GOM VII, Raksaka Dharma, dan Seroja
(Tim)















