Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 16 & 18 Maret, Pemerintah Usulkan WFA 5 Hari

Skenario Mudik Lebaran 2026: 143 Juta Orang Bakal Bergerak, WFA Jadi Solusi

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi  (Foto: Humas Kemenhub)

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (Foto: Humas Kemenhub)

Britainaja – Gelombang pemudik tahun ini di prediksi akan memecahkan rekor baru. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan pulang kampung pada masa Lebaran 2026. Angka fantastis ini menempatkan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, sebagai pilihan utama mobilitas masyarakat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa berdasarkan simulasi data, terdapat dua tanggal krusial yang harus diwaspadai masyarakat agar tidak terjebak kemacetan total.

“Dari hasil simulasi kami, ada dua tanggal yang pada saat mudik akan terjadi kepadatannya. Dua tanggal itu adalah 16 Maret dan 18 Maret 2026,” ujar Dudy saat Media Gathering di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Prediksi Lonjakan 22 Juta Orang dalam Sehari

Data Kemenhub menunjukkan pada 16 Maret 2026, pergerakan masyarakat diperkirakan menyentuh 21,2 juta orang. Puncaknya, pada 18 Maret, angka tersebut diproyeksikan melonjak hingga 22 juta orang dalam satu hari.

Untuk mengantisipasi kepadatan yang ekstrem, pemerintah mengambil langkah tidak biasa dengan mengusulkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Strategi ini diharapkan mampu memecah konsentrasi keberangkatan pemudik.

Baca Juga :  Kontrakan Murah dan Lokasi Strategis di Jakarta Timur, Ini Pilihan Terbaik 2025

“Pemerintah mengusulkan kebijakan WFA selama lima hari. Langkah ini dilakukan agar pergerakan masyarakat dapat terdistribusi dan tidak menumpuk pada tanggal tertentu,” kata Dudy.

Kebijakan WFA ini direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret untuk arus mudik. Sementara untuk arus balik, WFA diusulkan pada 25, 26, dan 27 Maret setelah masa cuti bersama Idulfitri berakhir. Presiden RI dikabarkan telah memberi lampu hijau terhadap usulan ini.

Target Jalan Nasional Bebas Lubang H-10

Selain manajemen waktu keberangkatan, kesiapan infrastruktur menjadi kunci. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah memetakan jalur-jalur utama yang akan dilintasi jutaan kendaraan.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menegaskan pihaknya menyiapkan enam strategi utama guna menjaga kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

“Panjang jalan nasional non-tol saat ini mencapai 47.603 kilometer dengan tingkat kemantapan mencapai 93,50 persen. Selain itu, jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 3.115 kilometer,” jelas Roy.

Baca Juga :  Status Awas Semeru: 32 Kali Gempa Guguran Terjadi dalam Enam Jam Terakhir

Roy memberikan jaminan bagi kenyamanan pemudik dengan menargetkan seluruh jalur mudik nasional bersih dari kerusakan. “Seluruh jalur mudik nasional sudah bebas dari lubang paling lambat sepuluh hari sebelum perayaan lebaran,” tegasnya.

Tips Mudik Nyaman Lebaran 2026

Agar perjalanan Anda tetap aman dan minim stres, pertimbangkan beberapa langkah berikut:

  • Manfaatkan Fasilitas WFA: Jika jenis pekerjaan Anda memungkinkan, mulailah perjalanan lebih awal pada tanggal 13 atau 14 Maret untuk menghindari puncak kepadatan di tanggal 16.

  • Cek Saldo dan Kondisi Kendaraan: Dengan kemantapan jalan tol yang sudah siap, pastikan saldo kartu tol mencukupi dan kendaraan dalam kondisi prima sebelum menempuh perjalanan jauh.

  • Pantau Update Rekayasa Lalu Lintas: Selalu perbarui informasi mengenai kebijakan one way atau contraflow yang biasanya diberlakukan secara situasional oleh kepolisian.

Dengan distribusi waktu keberangkatan yang lebih merata melalui kebijakan WFA, pemerintah berharap angka pergerakan di tanggal puncak (16 Maret) bisa ditekan hingga ke kisaran 18-18,9 juta orang saja. (Tim)

Berita Terkait

BNI Tuntaskan Janji: Dana Rp28 Miliar Kembali ke Tangan Jemaat Paroki Aek Nabara
Buruan! Hari Ini Batas Terakhir Amankan Dividen Jumbo Saham ASGR
Hary Tanoe Wajib Bayar Rp 531 Miliar ke Perusahaan Jusuf Hamka, Begini Duduk Perkaranya
BPK Bongkar Celah Pajak Sektor Nikel, Negara Berpotensi Rugi
Alihkan Subsidi BPJS Kesehatan, Ini Rincian Iuran BPJS Kesehatan 2026 Terbaru
BKN Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK Karena Alasan Anggaran
Era Honorer Berakhir: Pemerintah Fokus pada Kesejahteraan PNS dan PPPK
Malam Ini! Hujan Meteor Lyrids Hiasi Langit Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:00 WIB

BNI Tuntaskan Janji: Dana Rp28 Miliar Kembali ke Tangan Jemaat Paroki Aek Nabara

Kamis, 23 April 2026 - 15:00 WIB

Buruan! Hari Ini Batas Terakhir Amankan Dividen Jumbo Saham ASGR

Kamis, 23 April 2026 - 14:00 WIB

Hary Tanoe Wajib Bayar Rp 531 Miliar ke Perusahaan Jusuf Hamka, Begini Duduk Perkaranya

Kamis, 23 April 2026 - 13:00 WIB

BPK Bongkar Celah Pajak Sektor Nikel, Negara Berpotensi Rugi

Kamis, 23 April 2026 - 10:00 WIB

BKN Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK Karena Alasan Anggaran

Berita Terbaru

Ilustrasi - BPK Bongkar Celah Pajak Sektor Nikel, Negara Berpotensi Rugi.

Nasional

BPK Bongkar Celah Pajak Sektor Nikel, Negara Berpotensi Rugi

Kamis, 23 Apr 2026 - 13:00 WIB