Britainaja – Sebuah video mengharukan sekaligus memicu amarah netizen tengah viral di media sosial. Seorang wanita penyandang disabilitas rungu (tuli) harus menelan pil pahit setelah kru maskapai Frontier Airlines memaksanya turun dari pesawat karena ia tak mendengar instruksi pramugari.
Insiden yang terekam dalam akun TikTok @legallyswiftie13 ini telah ditonton lebih dari 2,6 juta kali. Dalam video tersebut, suasana kabin mendadak tegang saat kru tetap bersikeras mengusir sang penumpang meski ia telah berulang kali menjelaskan kondisinya.
Momen Emosional di Kabin
Sambil mengemas barang-barangnya dengan mata berkaca-kaca, wanita tersebut menegaskan bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun. Ia merasa sangat malu atas perlakuan diskriminatif yang ia terima di depan penumpang lain.
“Saya sudah mencantumkan informasi disabilitas saya pada tiket sebagai permintaan akomodasi,” ungkapnya dalam video tersebut.
Bahkan, seorang petugas gerbang (gate agent) sempat naik ke pesawat untuk membela wanita ini. Petugas tersebut mengonfirmasi kepada awak kabin bahwa status disabilitas penumpang memang tercatat dalam sistem reservasi. Namun, kru pesawat tetap pada pendiriannya dan tetap menurunkan penumpang tersebut.
Klarifikasi Frontier Airlines: Soal Alkohol, Bukan Disabilitas
Menanggapi gelombang protes netizen, pihak Frontier Airlines memberikan pernyataan resmi yang berbanding terbalik dengan narasi video viral tersebut. Pihak maskapai mengeklaim bahwa alasan utama pengusiran adalah pelanggaran aturan keselamatan, bukan karena kondisi fisik penumpang.
Menurut Frontier, penumpang tersebut membawa wadah terbuka berisi minuman beralkohol saat masuk ke pesawat. Hal ini melanggar kebijakan maskapai sekaligus hukum federal Amerika Serikat.
“Penumpang tersebut mengakui bahwa wadah itu berisi alkohol dan langsung menghabiskan isinya saat kru menegurnya,” jelas perwakilan Frontier kepada Newsweek.
Selain itu, maskapai membantah adanya catatan disabilitas pada data reservasi penumpang. Mereka menyatakan bahwa komunikasi antara staf dan penumpang berjalan lancar tanpa hambatan selama interaksi berlangsung.
Lindungi Hak Penumpang Disabilitas
Secara hukum di Amerika Serikat, Air Carrier Access Act melarang keras maskapai melakukan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Departemen Transportasi (DOT) juga mewajibkan setiap staf maskapai memiliki pelatihan khusus untuk melayani kebutuhan penumpang disabilitas.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut apakah penumpang tersebut akan melayangkan gugatan resmi ke DOT atau menempuh jalur hukum terkait pengalaman traumatis yang ia alami. (Tim)






