Britainaja – Polda Jambi menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga integritas kepolisian. Kapolda Jambi, Irjen Krisno Halomoan Siregar, memimpin langsung upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap empat personel yang mencoreng nama baik institusi di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Jumat (24/4/2026).
Langkah tegas ini menjadi jawaban atas tuntutan keadilan masyarakat, terutama terkait kasus memilukan yang melibatkan remaja berinisial C (18).
Melepas Seragam demi Keadilan
Suasana haru sekaligus tegas menyelimuti prosesi pencopotan seragam dinas dua tersangka utama, Bripda Nabil Ijal Fadlul Rahman dan Bripda Samson Pardamean. Keduanya hadir langsung dan mengganti seragam mereka dengan baju tahanan berwarna oranye di hadapan seluruh personel dan tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Selain mereka, Polda Jambi juga memberhentikan dua anggota lainnya, yakni Briptu Yosva Rengga (Polres Sarolangun) dan Brigpol Deri Ardiansyah (Polres Muaro Jambi). Meski keduanya tidak hadir (in absentia), Kapolda tetap memberikan tanda silang pada foto mereka sebagai simbol pemutusan hubungan tugas.
Pesan Mendalam Kapolda Jambi
Irjen Krisno menegaskan bahwa keputusan pahit ini merupakan konsekuensi mutlak bagi siapa pun yang mencederai sumpah jabatan dan nilai-nilai Tribrata.
“Upacara ini adalah wujud komitmen kami dalam menegakkan disiplin. Perbuatan mereka telah melukai kepercayaan masyarakat dan mencederai nilai-nilai yang kami junjung tinggi,” ujar Irjen Krisno dengan nada penuh empati.
Beliau juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas tindakan bawahannya yang tidak semestinya. Kapolda berharap peristiwa ini menjadi cermin bagi seluruh anggota Polri untuk tetap berada di jalur pengabdian yang benar sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Komitmen Tanpa Toleransi
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menambahkan bahwa pihak kepolisian tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelanggaran berat. Penegakan kode etik akan terus berjalan secara transparan dan profesional.
“Kami ingin seluruh personel mengambil hikmah dari kejadian ini. Integritas adalah harga mati dalam menjalankan tugas melayani warga,” pungkas Erlan.
Setelah upacara usai, Polda Jambi langsung melanjutkan agenda dengan rekonstruksi kasus pemerkosaan tersebut untuk memastikan proses hukum berjalan cepat dan tuntas bagi para korban. (Tim)






