Sering Melewatkan Sarapan Berisiko Turunkan Fungsi Otak pada Lansia

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Menu sarapan pagi (Foto: Pixabay)

Ilustrasi. Menu sarapan pagi (Foto: Pixabay)

Britainaja – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kebiasaan tidak sarapan secara teratur dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif pada orang lanjut usia. Temuan ini dipublikasikan dalam Journal of Neurorestoratology dan melibatkan ratusan peserta yang di pantau selama tiga tahun.

Sarapan selama ini di kenal sebagai waktu makan penting untuk memulai aktivitas harian. Menu yang di konsumsi pada pagi hari membantu tubuh memperoleh energi yang di butuhkan untuk berpikir dan bergerak. Namun, sebagian orang memilih melewatkannya, baik karena kesibukan, pola diet, maupun kebiasaan.

Sebuah studi yang di muat dalam Journal of Neurorestoratology memberikan perhatian baru terhadap hal tersebut. Mengutip laporan Food & Wine, peneliti menemukan bahwa melewatkan sarapan secara rutin dapat berkaitan dengan penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.

Penelitian ini melibatkan 859 orang lanjut usia berusia di atas 60 tahun. Dari jumlah tersebut, 117 peserta tercatat memiliki kebiasaan tidak sarapan. Selama kurang lebih tiga tahun atau 36 bulan, para peneliti memantau perkembangan fungsi kognitif dengan menggunakan tes Mini-Mental State Examination (MMSE). Tes ini lazim di gunakan untuk menilai kemampuan otak dalam mengingat, memperhatikan, hingga memahami orientasi ruang dan waktu.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Lombok Barat Pagi Ini

Penilaian di lakukan dua kali, yaitu setiap 18 bulan. Pada tahap awal penelitian, tidak tampak perbedaan berarti antara peserta yang rutin sarapan dan mereka yang tidak. Skor MMSE keduanya masih berada dalam kisaran normal.

Namun, situasinya berubah setelah periode penelitian mencapai akhir. Kelompok yang terbiasa melewatkan sarapan menunjukkan penurunan skor MMSE yang lebih tajam di bandingkan peserta yang rutin sarapan. Catatan penurunan tersebut bahkan mencapai tiga poin atau lebih, yang mengindikasikan adanya gangguan kognitif.

Dari hasil tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko penurunan fungsi otak secara bertahap pada orang dewasa yang lebih tua. Kondisi ini di khawatirkan berhubungan dengan rusaknya sel-sel saraf atau melemahnya koneksi antar sel otak yang terjadi dalam jangka panjang.

Meski penelitian ini belum dapat memastikan bahwa kebiasaan tidak sarapan merupakan penyebab langsung gangguan kognitif, beberapa ahli menilai bahwa penjelasan biologisnya cukup masuk akal. Raymond Romano, peneliti klinis dari Departemen Neurologi di Vanderbilt University Medical Center, mengatakan bahwa otak memerlukan energi yang stabil untuk berfungsi optimal.

Baca Juga :  Semalam di Laheak: Pesta Seni Luhah Rio Jayo Hipnotis Ratusan Warga

“Otak membutuhkan bahan bakar agar dapat bekerja dengan baik. Ketika seseorang melewatkan sarapan, pasokan glukosa ke otak bisa menurun sehingga memicu kabut otak atau kesulitan fokus,” jelas Romano.

Sebagai langkah pencegahan, Romano menyarankan agar masyarakat membiasakan pola makan teratur dan memperhatikan kandungan nutrisi dalam makanan. Gaya hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi daging merah, memperbanyak buah dan sayuran, serta memilih sumber lemak baik seperti kacang-kacangan dan ikan, juga di nilai mampu membantu menjaga fungsi otak tetap optimal.

Selain pola makan, aktivitas fisik turut berperan dalam mendukung kesehatan kognitif. Olahraga teratur di ketahui membantu memperlancar aliran darah ke otak sekaligus memperkuat jaringan saraf.

Temuan ini menegaskan bahwa sarapan bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan penting untuk menjaga fungsi otak terutama pada usia lanjut. Kebiasaan makan pagi yang sederhana bisa menjadi salah satu cara mencegah penurunan kognitif di masa tua. (Tim)

Berita Terkait

Profil Dody Hanggodo: Dari Pengusaha Sawit Kini Jadi Menteri PU yang Viral
BLT Dana Desa Tahap 3 Cair Bulan Ini, Ini Cara Ambil Bantuan Rp900 Ribu
Kisah Haru di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto dan Alasan Disdukcapil Wonosobo
Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi
Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli
5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan, Cepat dan Praktis dari Rumah
Profil Rachmat Gobel, Pengusaha dan Politisi Senior Yang Meninggal Dunia
Skandal Batu Bara PLTU, Polisi Sita Emas dan Uang Tunai Rp540 Miliar
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:03 WIB

Profil Dody Hanggodo: Dari Pengusaha Sawit Kini Jadi Menteri PU yang Viral

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:02 WIB

BLT Dana Desa Tahap 3 Cair Bulan Ini, Ini Cara Ambil Bantuan Rp900 Ribu

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:01 WIB

Kisah Haru di Balik Nama Bayi Muhammad MBG Subianto dan Alasan Disdukcapil Wonosobo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:05 WIB

Sentilan Keras DPR: ASN Jangan Cuma Datang, Absen, dan Ngopi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:30 WIB

Lowongan Kerja BPJS Kesehatan 2026: Cari Anggota Komite Non Dewan Pengawas, Daftar Sebelum 18 Juli

Berita Terbaru

FF Sultan.

Tech & Game

Cara Aman Dapat Akun FF Sultan Gratis Legal dan Bebas Scam

Selasa, 21 Jul 2026 - 23:05 WIB