JK Geram Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi: “Dia Jadi Presiden karena Saya”

Tangkisan Keras JK: "Kenal Saja Tidak, Apalagi Kasih 5 Miliar"

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi JK Geram Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi:

Ilustrasi JK Geram Dituduh Danai Isu Ijazah Jokowi: "Dia Jadi Presiden karena Saya".

Britainaja – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), akhirnya tumpah ruah mengungkapkan kekesalannya. Ia menepis keras tuduhan Rismon Sianipar yang menyebut dirinya sebagai penyokong dana di balik isu ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Tak hanya membantah, JK pun mengingatkan publik tentang peran besarnya dalam sejarah karier politik sang Presiden.

Bantahan Keras Soal Aliran Dana Rp 5 Miliar

Kemarahan JK memuncak saat namanya terseret dalam pusaran hoaks. Ia di tuding menggelontorkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk membiayai gerakan isu ijazah tersebut.

“Tuduhan itu hanya pengalihan isu. Saya dituduh memberi Rp 5 miliar, jangankan memberi uang, bertemu atau mengenal orangnya saja tidak,” tegas JK dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Baca Juga :  Mediasi Kedua Kasus Dugaan Ijazah Jokowi di PN Solo Gagal Capai Titik Temu

JK menjelaskan bahwa ia sempat menolak komunikasi dari pihak-pihak yang terlibat karena ingin menjaga netralitas. Baginya, menyeret nama tokoh-tokoh seperti Puan Maharani hingga SBY dalam isu ini adalah tindakan yang tidak masuk akal.

Jasa di Balik Karier Politik Jokowi

Dengan nada tegas, JK mengingatkan para pihak—termasuk para pendengung (buzzer)—bahwa ia memiliki andil besar dalam perjalanan Jokowi menuju kursi tertinggi di Indonesia. JK mengeklaim dialah sosok yang memboyong Jokowi dari Solo ke Jakarta.

“Beri tahu para buzzer itu, Jokowi tidak akan jadi Gubernur DKI kalau bukan karena saya,” cetusnya.

JK menceritakan bagaimana ia menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa Megawati sempat enggan menandatangani pencalonan Jokowi sebagai Presiden jika JK tidak bersedia menjadi Wakil Presidennya.

Baca Juga :  Gedung Farmasi di Tangerang Selatan Meledak, Polisi Selidiki Penyebabnya

“Ibu Mega meminta saya mendampingi karena beliau menganggap Pak Jokowi belum cukup pengalaman. Beliau bilang, ‘Pak JK paling berpengalaman, bimbinglah dia.’ Jadi, bukan saya yang meminta jabatan itu,” kenang JK.

Saran JK: Buka Saja Ijazahnya agar Polmik Berakhir

Terkait kegaduhan ijazah palsu yang sudah berlangsung selama dua tahun, JK memberikan saran sederhana kepada Jokowi. Meski ia meyakini ijazah tersebut asli, ia menyayangkan mengapa masalah ini harus berlarut-larut hingga memecah belah masyarakat.

“Sudahlah Pak Jokowi, tunjukkan saja ijazahnya. Saya yakin itu asli, tapi kenapa tidak di perlihatkan? Jangan biarkan masyarakat saling maki dan berkelahi sendiri selama bertahun-tahun hanya karena masalah ini,” tutupnya. (Tim)

Berita Terkait

Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya
Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Menjadi Bintang 3
Sidang Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Ini Profil Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, Juri LCC 4 Pilar yang Dinonaktifkan
Harga Minyak Melonjak, Menkeu Purbaya Targetkan 6 Juta Motor Listrik Dapat Subsidi Tahun Ini
Cara Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Mei 2026 Lewat HP, Modal NIK KTP Saja
BPS Cari Petugas Sensus Ekonomi 2026, Minimal SMA, Punya Motor & HP
Terakhir Hari Ini! Yuk Daftar Mitra BPS untuk Sensus Ekonomi 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:30 WIB

Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:00 WIB

Alasan Kapolri Naikkan Pangkat Kapolda Metro Jaya Menjadi Bintang 3

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Sidang Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ini Profil Dyastasita Widya Budi dan Indri Wahyuni, Juri LCC 4 Pilar yang Dinonaktifkan

Selasa, 12 Mei 2026 - 17:00 WIB

Harga Minyak Melonjak, Menkeu Purbaya Targetkan 6 Juta Motor Listrik Dapat Subsidi Tahun Ini

Berita Terbaru

Ilustrasi - Pelayanan di Loket BPJS Kesehatan.

Nasional

Tarif BPJS Kesehatan Bakal Naik? Ini Fakta dan Rinciannya

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:30 WIB