Ijazah Bukan Penentu: Kisah Sarjana yang Sukses Banting Stir ke Usaha Mandiri

Ijazah Tak Jamin Kerja, Para Sarjana Ini Pilih Bangun Jalan Sendiri

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wisuda.(KOMPAS.COM)

Ilustrasi wisuda.(KOMPAS.COM)

Britainaja – Sulitnya untuk mendapatkan peluang kerja dan ketidakpastian dunia kerja saat ini memaksa banyak lulusan perguruan tinggi untuk lebih pintar memutar otak.

Karena ketika pintu perkantoran formal terasa semakin sempit karena syarat usia dan kriteria rekrutmen yang rumit, sektor usaha mandiri dan gig economy menjadi pelabuhan baru yang lebih realistis.

Bukan lagi soal mengejar gengsi kantoran, para sarjana ini memilih bergerak di jalur nonformal demi menyambung hidup dan menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Terbentur Aturan Usia, Yanti Sukses dengan Jasa Setrika

Yanti (32), seorang lulusan Diploma III Administrasi dan Keuangan, merasakan betul kerasnya dinding rekrutmen. Setelah sempat berkarier di perusahaan ritel dan otomotif, ia mengambil jeda untuk mengurus buah hati pada 2021.

Namun, saat ingin kembali bekerja pada 2023, ia justru ditolak oleh berbagai lowongan hanya karena usianya sudah menyentuh 30 tahun.

“Bahkan untuk posisi staf saja maksimal 27 tahun. Belum lagi syarat ‘good looking’ yang sering tidak relevan dengan pekerjaan back office,” keluhnya.

Tak mau menyerah pada keadaan, Yanti membuka jasa setrika dari rumah. Berbekal pengalaman membantu usaha mertua, ia menawarkan layanan antar-jemput gratis untuk menarik pelanggan.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran 2026: Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap

Kini, Yanti tidak lagi memikirkan latar belakang pendidikannya. Ia fokus membesarkan usaha dan bermimpi membuka lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.

Gaji Guru Tak Cukup, Nadia Pilih Jadi Pengusaha Ternak

Kisah serupa datang dari Nadia Murti (30). Sebagai lulusan Pendidikan Guru PAUD, Nadia sempat mengabdi di jalur yang sesuai dengan ilmunya. Namun, realitas ekonomi berkata lain. Gaji di bawah UMR yang ia terima seringkali habis hanya untuk membeli media pembelajaran siswa.

“Gaji tidak cukup untuk kebutuhan hidup,” tuturnya. Bersama suaminya, Nadia akhirnya nekat banting stir ke dunia bisnis. Kini, ia mengelola berbagai lini usaha mulai dari furnitur hingga peternakan ayam petelur dengan omzet yang jauh melampaui gajinya saat menjadi guru.

Meski pemasukannya bersifat musiman, ia merasa jauh lebih mandiri dan memiliki visi hidup yang lebih jelas.

52 Lamaran Ditolak, Furqon Kini Jadi Juragan Nasi Bebek

Perjuangan paling mencolok datang dari Furqon Fauzi (38). Lulusan Sastra Inggris ini sempat mengirimkan 52 lamaran kerja setelah kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Namun, tak satu pun perusahaan memberikan jawaban.

Baca Juga :  Fenomena Pink Moon April 2026: Jadwal, Fakta, dan Maknanya

Setelah sempat bertahan hidup sebagai pengemudi ojek online, ia melihat peluang di dunia kuliner. Kini, Furqon dikenal sebagai penjual nasi bebek sambal hitam di pinggir jalan.

“Bisa bertahan hidup sampai detik ini saja saya sudah sangat bersyukur. Jangan menyerah, meski impian belum semua tercapai,” pesan Furqon.

Fenomena Sektor Informal: Pilihan atau Keterpaksaan?

Pengamat ketenagakerjaan UGM, Tadjuddin Noer, menyoroti bahwa keterbatasan sektor formal memang menjadi tantangan besar. Data menunjukkan bahwa 60% tenaga kerja Indonesia kini berada di sektor informal.

Ketimpangan antara jumlah lulusan dan ketersediaan lapangan kerja memaksa para sarjana menjadi “prekariat” atau pekerja dengan kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Senada dengan itu, Rizal Taufikurahman dari Indef menilai bahwa fenomena gig economy saat ini hanya menjadi penyangga sementara. Meski mampu menyerap banyak tenaga kerja, sektor ini masih minim perlindungan jangka panjang.

Fenomena sarjana yang banting stir menjadi pengusaha membuktikan bahwa kreativitas dan daya tahan adalah kunci utama di era ekonomi yang tak menentu.

Ijazah mungkin menjadi kunci pembuka, namun keberanian mengambil peluang adalah jalan menuju keberlanjutan. (Tim)

Berita Terkait

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos
Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar
Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP
Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak
Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027
1.147 PPPK Paruh Waktu Resmi Naik Status Jadi Penuh Waktu
Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 06:03 WIB

Cara Update Status Desil DTSEN 2026 Lewat Aplikasi Cek Bansos

Rabu, 2 September 2026 - 11:31 WIB

Mulai 15 September, Pengendara Wajib Tunjukkan STNK Saat Beli Biosolar

Rabu, 2 September 2026 - 10:34 WIB

Cara Mudah Cek Bansos PKH dan BPNT September 2026 via HP

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Ini Rincian 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026, IPDN Buka Kuota Terbanyak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kabar Bahagia Guru PPPK: Paruh Waktu Naik Status dan Peluang CPNS 2027

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mudah Cari Uang dari HP. (Foto: AI)

Tips & Trik

Cara Mudah Cari Uang Tambahan dari HP Tanpa Modal Besar

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:44 WIB

Ilustrasi - Cara Pasang Iklan di Status WhatsApp untuk UMKM. (Foto: AI)

Tech & Game

Cara Pasang Iklan di Status WhatsApp untuk UMKM

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:23 WIB