GenZ Kian Kritis Terhadap Pendidikan Tinggi, Ini Sejumlah Kekhawatiran Mereka

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16777216

Oplus_16777216

Britainaja – Generasi Z atau Gen Z semakin kritis dan  menunjukkan kecenderungannya untuk mempertanyakan relevansi perguruan tinggi. Dari survei yang dilakukan oleh Deloitte Global 2025 yang melibatkan 23.482 responden dari 44 negara, termasuk535 dari Indonesia, sebanyak 31 % Gen Z memilih untuk tidak melanjutkan kuliah.

Alasannya yang paling dominan dari keputusan tersebut adalah tingginya biaya pendidikan, sebagaimana disebutkan oleh 39 % responden. Tak hanya itu, mereka juga merasakan bahwa sistem pendidikan tinggi saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan akan pengalaman praktis maupun fleksibilitas dalam proses belajar.

Berdasarkan data dari laporan ini menunjukkan bahwa 40 persen Gen Z khawatir akan tingginya biaya kuliah, sementara 35 persen meragukan akan kualitas dari pendidikan yang tersedia. Sebanyak 28 persen menyebut terbatasnya peluang pengalaman praktis, yang dianggap penting untuk memasuki dunia kerja nantinya setelah selesai menempuh pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Arus Mudik Tol Cipali Turun Drastis H-1 Lebaran 2026

Isu lain yang juga turut mengemuka yakni kurikulum yang dianggap kurang relevan terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja (24 %), lamanya waktu tempuh kuliah (22 %), dan minimnya opsi pembelajaran fleksibel (20 %).

Sementara itu, di antara mereka yang memilih untuk tidak melanjutkan kuliah, terdapat sejumlah alasan utama lainnya. Selain karena kendala biaya (39 %) dan kondisi pribadi atau keluarga (34 %), banyak Gen Z yang lebih memilih belajar secara mandiri dengan sistem yang fleksibel (26 persen), atau menempuh jalur karier yang tidak memerlukan gelar akademik, seperti program magang kerja dan pelatihan vokasi (25 persen).

Baca Juga :  Intip Bocoran Kode Redeem Pokémon GO, Berburu Monster di Awal 2026

Namun tak sedikit pula yang kurang tertarik pada model pendidikan tradisional (21 %), merasa terbebani oleh kemungkinan utang pendidikan, hingga sudah atau tengah merintis usaha sendiri (19 persen).

Menariknya, sebagian Gen Z menilai pendidikan tinggi belum mampu mengejar perkembangan teknologi, khususnya dalam menyediakan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri modern seperti kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital.

Temuan ini memperlihatkan adanya pergeseran nilai di kalangan anak muda, yang kini lebih memprioritaskan relevansi, aksesibilitas, dan efisiensi dalam memilih jalur pendidikan dan karier. (***)

Berita Terkait

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru
MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi
Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air
Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah
Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta Sebulan
Strategi Baru BGN: Siswa Mampu Tak Lagi Dapat MBG
Bansos BPNT Juni 2026 Cair! Ini 3 Cara Mudah Cek Nama Anda
Pemda Terus Rekrut Honorer Saat Moratorium, Ada Apa?
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:04 WIB

Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta Sebulan

Berita Terbaru

One Piece: Grand Gourmet

Tech & Game

Game One Piece x Kairosoft Siap Rilis Oktober 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:00 WIB