Dua Peserta Program SPPI Gugur Saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Total

Janji Evaluasi Total demi Keselamatan Peserta ke Depan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).(KOMPAS.com)

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).(KOMPAS.com)

Britainaja – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tahun 2026. Dua peserta yang sedang mempersiapkan diri menjadi calon pengelola Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan peristiwa ini.

“Kemhan RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya dua peserta program SPPI KDKMP dan KNMP Tahun 2026 yang sedang mengikuti Latsarmil di satuan pendidikan TNI,” ujar Rico melalui siaran pers resmi.

Kronologi Kejadian dan Penyebab Medis

Kedua peserta yang gugur mengalami gangguan kesehatan di lokasi pendidikan yang berbeda:

  • Anisa Muyassaroh Anisa mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan. Ia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026. Tim medis satuan sempat memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan medis, Anisa meninggal dunia akibat heat stroke (sengatan panas).

  • Yonanda Muhammad Taufiq Taufiq menjalani pelatihan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad, Baturaja. Kondisi kesehatannya menurun pada 17 Juni 2026. Setali tiga uang, tenaga kesehatan satuan langsung memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis menyatakan Taufiq meninggal dunia akibat cardiac arrest (henti jantung).

Baca Juga :  Kabar Gembira! Beli Motor Bekas Kini Bebas Biaya Balik Nama di Seluruh Indonesia

Kemhan menegaskan bahwa kedua peserta sebenarnya telah melewati proses seleksi ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan mengantongi syarat untuk mengikuti pendidikan. Saat ini, Kemhan bersama TNI terus mendampingi keluarga mendiang dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur.

Kemhan Siap Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Merespons tragedi ini, Kemhan berjanji akan mengevaluasi total pelaksanaan Program SPPI. Evaluasi tersebut mencakup pengetatan seleksi kesehatan, pengawasan medis di lapangan, hingga sistem pelaporan terpadu.

Rico menjelaskan bahwa pemerintah merancang program SPPI untuk mencetak SDM yang disiplin, berintegritas, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat demi mendukung pembangunan nasional. Ia juga menekankan bahwa seluruh peserta bergabung secara sukarela demi penguatan kapasitas diri dan pengabdian pada negara.

Baca Juga :  Cek! Tarif Listrik PLN Mei 2026: Pemerintah Pastikan Harga Tidak Naik

Namun, keselamatan tetap menjadi nomor satu. Kemhan akan menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga untuk membenahi program agar berjalan lebih aman, profesional, dan akuntabel di masa depan.

Sekilas Tentang Program Latsarmil SPPI

Sebelumnya, Kemhan menjadwalkan sebanyak 35.476 peserta untuk mengikuti pelatihan ini. Jumlah tersebut terdiri dari:

  • 30.000 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

  • 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Pelatihan yang memadukan kedisiplinan militer dan manajemen ini berlangsung di 67 satuan pendidikan (Satdik) di seluruh Indonesia. Rangkaian program meliputi 30 hari pelatihan bela negara, lalu berlanjut dengan 15 hari pelatihan manajerial bersama kementerian teknis terkait. (Tim)

Berita Terkait

Kemenkes Buka Lowongan Kerja FAA Gaji Rp5 Juta, Cek Syaratnya
Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru
MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi
Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air
Cara Cek Hasil Administrasi BIB 2026 dan Panduan Masa Sanggah
Kabar Gembira! Tunjangan Guru Non-ASN Resmi Naik Jadi Rp2 Juta Sebulan
Strategi Baru BGN: Siswa Mampu Tak Lagi Dapat MBG
Bansos BPNT Juni 2026 Cair! Ini 3 Cara Mudah Cek Nama Anda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:00 WIB

Kemenkes Buka Lowongan Kerja FAA Gaji Rp5 Juta, Cek Syaratnya

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:00 WIB

Dua Peserta Program SPPI Gugur Saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Total

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:00 WIB

Lowongan Kerja BUMN Juni 2026: PT Agrinas Palma Nusantara Cari Talenta Baru

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:00 WIB

MK Tegaskan Pembagian Peran Suami Istri Bukan Diskriminasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:00 WIB

Kisah Abah Sarnuh: Hidup Nyaman dengan Listrik Rp0 dari Kincir Air

Berita Terbaru

Mobile Legends: Bang Bang. ilustrasi - ist

Tech & Game

Kode Redeem ML 24 Juni 2026: Serbu Diamond dan Skin Gratis

Rabu, 24 Jun 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi Tampilan WhatsApp.

Tech & Game

Cara Coba Gratis WhatsApp Plus Resmi di Indonesia

Rabu, 24 Jun 2026 - 11:00 WIB