SUNGAI PENUH, Britainaja – Objek Wisata Bukit Khayangan, sang primadona wisata Kota Sungai Penuh, kini sedang tidak baik-baik saja dan kondisinya sangat memprihatinkan.
Sebagai satu-satunya destinasi yang terkenal dengan panorama negeri di atas awan ini mendadak jadi sorotan tajam masyarakat.
Kini, alih-alih menyuguhkan pemandangan yang estetik, sudut-sudut kawasan wisata ini justru berubah wajah karena kepungan semak belukar dan rumput liar yang semakin tak terurus.
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Fasilitas umum yang seharusnya memanjakan wisatawan kini tampak kusam tanpa perawatan optimal.
Vegetasi liar yang tumbuh subur mengaburkan keindahan alam, sekaligus merenggut kenyamanan para pengunjung yang datang.
Padahal, selama ini Bukit Khayangan memegang status sebagai destinasi favorit. Wisata alam ini selalu sukses memikat hati pelancong lokal hingga luar daerah yang rindu akan ketenangan khas Kota Sungai Penuh.
Warga Kecewa, Tuntut Perawatan Berkelanjutan
Kondisi yang memburuk ini memicu gelombang kritik dari warga sekitar. Mereka menilai pengelola kawasan wisata ini setengah hati dalam merawat aset daerah. Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan pembenahan total agar Bukit Khayangan kembali memikat.
Seorang warga Kota Sungai Penuh mengungkapkan rasa prihatinnya dengan nada kecewa. Ia menyentil kebiasaan pengelola yang hanya aktif saat musim liburan demi meraup keuntungan semata.
“Jangan cuma rajin pas libur lebaran saja, sibuk pungut tiket masuk dan parkir. Tapi setelah itu, perbaikan dan pengelolaan malah nol besar,” cetusnya kesal.
Ia menambahkan, merawat sebuah destinasi wisata membutuhkan komitmen jangka panjang. Pengelola tidak boleh hanya muncul saat musim kunjungan tinggi, melainkan wajib melakukan pemeliharaan rutin sepanjang tahun demi menjaga kualitas fasilitas dan lingkungan.
Taruhan Besar Bagi Ekonomi Lokal
Bukit Khayangan sejatinya memiliki potensi yang luar biasa. Berada di ketinggian, tempat ini menjadi lokasi favorit untuk liburan keluarga, berburu foto estetik, atau sekadar menikmati hawa sejuk pegunungan.
Namun, jika pemerintah terus menutup mata, warga khawatir popularitas Bukit Khayangan akan terjun bebas. Penurunan jumlah wisatawan tentu bukan sekadar masalah sepinya tempat wisata. Dampak domino yang paling menakutkan justru akan memukul para pedagang kecil dan pelaku UMKM yang menggantungkan hidup dari denyut nadi pariwisata di sana.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada Pemerintah Kota Sungai Penuh dan dinas terkait. Mereka meminta tindakan nyata berupa pembersihan massal, penataan ulang kawasan, serta perbaikan fasilitas yang rusak. Langkah cepat ini sangat krusial untuk menyelamatkan citra pariwisata daerah.
Sayangnya, hingga berita ini naik cetak, pemerintah daerah maupun dinas pariwisata setempat belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penyelamatan Bukit Khayangan. (Tim)






