Ruang Pelayanan HAM di Kementerian Dinamai Marsinah sebagai Bentuk Penghormatan

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Marsinah yang dipajang di Istana Kepresidenan sebelum upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasioanal, 10 Novemer 2025. (Foto: Tangkapan layar Youtube Prabowo Subianto)

Foto Marsinah yang dipajang di Istana Kepresidenan sebelum upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasioanal, 10 Novemer 2025. (Foto: Tangkapan layar Youtube Prabowo Subianto)

Britainaja, Jakarta – Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) resmi menamai salah satu ruang layanan publik dengan nama “Ruang Marsinah” mulai Senin (10/11/2025). Ruangan tersebut berlokasi di lantai satu Gedung Kementerian HAM di Jakarta, yang kini telah menggunakan nama Gedung KH Abdurrahman Wahid sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh pluralisme Indonesia.

Penetapan nama ini di lakukan setelah Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa penggunaan nama Marsinah pada ruang pelayanan publik merupakan simbol penghargaan negara atas keberanian dan keteguhan seorang pekerja perempuan dalam memperjuangkan hak-hak buruh.

“Penamaan ruang ini adalah bentuk pengakuan atas perjuangan Marsinah. Ia menunjukkan keberanian dalam memperjuangkan keadilan bagi para pekerja,” ujar Pigai dalam keterangan resminya, Senin (10/11/2025).

Marsinah di kenal sebagai aktivis buruh yang aktif memperjuangkan hak-hak pekerja di Jawa Timur pada awal 1990-an. Ia terlibat dalam proses negosiasi kenaikan upah untuk ratusan buruh. Namun, usai aksi unjuk rasa pada Mei 1993, Marsinah di kabarkan hilang dan kemudian di temukan dalam kondisi tidak bernyawa. Hingga kini, jalannya penegakan hukum atas kasus tersebut masih menjadi sorotan publik dan organisasi HAM.

Baca Juga :  Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih Setara Pegawai BUMN

Pigai menilai kisah Marsinah menggambarkan pentingnya penegakan HAM, terutama dalam perlindungan terhadap pembela keadilan dan kelompok rentan. Ia menyebut ruang tersebut bukan hanya sebagai fasilitas pelayanan publik, melainkan ruang refleksi sejarah.

“Ini adalah pengingat bahwa perjuangan untuk hak atas keadilan, perlindungan pekerja, serta jaminan keselamatan aktivis masih menjadi tugas negara. Nilai perjuangan itu tidak boleh terlupakan,” kata Pigai.

Ruang Marsinah ke depannya akan di manfaatkan untuk pelayanan dan konsultasi masyarakat terkait persoalan HAM. Pigai berharap masyarakat yang datang dapat merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi, mendengar, dan memastikan hak warga terpenuhi tanpa diskriminasi.

Baca Juga :  9 Purnawirawan Jenderal Gugat Polda Metro soal Kasus Ijazah Jokowi

Sementara itu, keluarga Marsinah menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang di berikan negara. Kakak kandung Marsinah, Marsini, mengungkapkan bahwa gelar Pahlawan Nasional dan penamaan ruangan ini merupakan bentuk apresiasi atas perjuangan adiknya yang selama ini di jaga oleh berbagai komunitas dan organisasi masyarakat sipil.

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan semua pihak yang selama ini tidak pernah berhenti memperjuangkan nama Marsinah,” kata Marsini.

Marsinah, yang lahir pada 10 April 1969, menjadi simbol perjuangan buruh perempuan di Indonesia. Ia mewakili suara mereka yang bekerja keras untuk keadilan dan kesetaraan. Hingga kini, kisahnya tetap menjadi inspirasi bagi gerakan buruh, aktivis mahasiswa, hingga organisasi pembela hak asasi manusia.

Penggunaan nama Marsinah pada ruang pelayanan HAM tidak hanya bermakna simbolis, tetapi juga ajakan untuk terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bernegara. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag
Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW
Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul
Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol
Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mencegah Penularan Virus Influenza A. (Foto: AI)

Health

Cara Ampuh Mencegah Penularan Virus Influenza A

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:08 WIB

Ilustrasi - Pasangan Suami Isteri. Cara Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah. (Foto: AI)

Nasional

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:11 WIB

Ilustrasi - Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native. (Foto: AI)

Tech & Game

Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native di Switch 2

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:10 WIB