Hapus Pajak Kendaraan Jadi Jalan Berbayar di Jabar, Adil atau Membebani Rakyat?

Jalan Provinsi Berbayar: Solusi Adil atau Malah Bebani Rakyat Kecil?

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Britainaja – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini melontarkan sebuah gagasan yang sangat berani dan transformatif. Beliau berencana menghapus Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar di seluruh ruas jalan provinsi.

Dedi menilai skema pajak tahunan saat ini kurang adil untuk masyarakat, terutama bagi mereka yang jarang menggunakan kendaraannya di jalan raya.

“Ini sebuah konsep baru. Kita tahu pajak untuk kendaraan listrik memang tidak boleh ada. Namun, muncul pemikiran agar lebih adil: kita hapus saja pajak kendaraan bermotor, lalu kita ganti dengan sistem jalan berbayar. Jadi, siapa yang menggunakan jalan provinsi, dia yang membayar,” ujar Dedi melansir tayangan Kompas TV.

Namun, Dedi memberikan syarat mutlak. Sebelum menerapkan sistem ini, pemerintah harus memastikan seluruh jalan provinsi memiliki kualitas dan fasilitas premium yang layak seperti jalan tol.

Terkait metode pembayaran, Dedi memastikan masyarakat tidak perlu mengantre di gerbang tol fisik yang berpotensi memicu kemacetan parah. Pemerintah akan memanfaatkan teknologi digital canggih yang sudah berjalan sukses di luar negeri, di mana kendaraan bisa melintas tanpa perlu menempelkan kartu.

Meskipun terdengar menjanjikan, Dedi menegaskan bahwa konsep besar ini masih berada dalam tahap pengkajian mendalam dan tidak akan meluncur secara terburu-buru.

Sorotan Tajam Pengamat: Ide Ambisius yang Sulit Terwujud

Gagasan berani ini langsung memicu gelombang diskusi hangat di kalangan ahli. Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), Ki Darmaningtyas, menilai rencana tersebut sangat sulit terwujud di lapangan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Seleksi Paskibraka Kabupaten/Kota 2026

Darmaningtyas menyoroti tingkat kepatuhan pajak masyarakat yang masih rendah sebagai kendala utama. Tanpa adanya pembayaran pajak berkala, pemerintah akan kesulitan memperbarui data dan mengidentifikasi nomor kendaraan yang melintas.

“Jika pemilik kendaraan tidak membayar pajak, bagaimana cara kita mengidentifikasi nomor kendaraannya? Ini akan sangat sulit,” tutur Darmaningtyas mengutip laporan Tribun Jabar.

Beliau menambahkan bahwa sistem denda untuk pelanggar di jalan provinsi juga akan menghadapi jalan buntu jika data kendaraan tidak akurat.

Pemerintah Jangan Campur Aduk Kewajiban dan Pajak

Kritik senada juga datang dari Pakar Transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono Wibowo. Sony meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghitung ulang dampak kebijakan ini secara matang.

Menurutnya, wacana tersebut mencampuradukkan dua hal yang sepenuhnya berbeda, yaitu kewajiban pelayanan pemerintah dan kebijakan penarikan pajak.

Sony menjelaskan beberapa poin krusial yang wajib menjadi bahan pertimbangan pemerintah:

  • Membatasi Hak Mobilitas Warga: Jalan provinsi merupakan fasilitas publik untuk semua kalangan, mulai dari pejalan kaki, pesepeda, becak, hingga pengguna kendaraan bermotor. Jika jalan ini menjadi area berbayar, pemerintah terkesan membatasi hak warga negara yang tidak mampu membayar untuk mengakses jalan.

  • Penyediaan Jalan adalah Kewajiban: Menyediakan akses jalan yang layak untuk seluruh lapisan masyarakat merupakan tanggung jawab mutlak pemerintah, bukan sebuah komersialisasi.

  • Salah Sasaran Mengatasi Kemacetan: Sony mengingatkan bahwa akar masalah perkotaan di Indonesia adalah jumlah mobil yang terlalu banyak, bukan sekadar polusi. Membebaskan kendaraan listrik dari pajak dan menggantinya dengan jalan berbayar tidak akan menyelesaikan kemacetan.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Ajak Gen Z Memprioritaskan DP Rumah Daripada Pesta Mewah

Sebagai solusi yang lebih realistis, Sony menyarankan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan regulasi pajak khusus untuk kendaraan listrik, daripada mengubah sistem jalan provinsi menjadi berbayar.

Pemerintah daerah memiliki ruang yang luas untuk mengelola pajak kendaraan sebagai sumber pemasukan daerah yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apa inti dari wacana baru Gubernur Jabar Dedi Mulyadi?

Gubernur Jabar mengusulkan penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahunan dan menggantinya dengan sistem jalan provinsi berbayar berbasis digital.

2. Mengapa pengamat menilai sistem jalan berbayar ini sulit diterapkan?

Pengamat menilai sistem ini sulit berjalan karena banyak pemilik kendaraan yang tidak taat pajak, sehingga pemerintah akan kesulitan mengidentifikasi data nomor kendaraan dan menerapkan sistem denda.

3. Apa dampak negatif jika jalan provinsi menjadi jalan berbayar?

Pakar transportasi menilai kebijakan ini bisa membatasi hak masyarakat kurang mampu untuk mengakses fasilitas jalan publik yang seharusnya menjadi kewajiban gratis dari pemerintah.

4. Apakah kebijakan jalan berbayar ini sudah resmi berlaku?

Belum. Kebijakan ini masih berupa konsep awal dan pemerintah sedang melakukan kajian mendalam sebelum mengambil keputusan final. (Tim)

Berita Terkait

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag
Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW
Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul
Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia
Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol
Sejarah G30S/PKI: Ringkasan Peristiwa 1965, Kronologi, dan Kontroversi
Cara Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan: Syarat, Biaya, dan Cara Baru 10 Hari Selesai
Cara Mendapatkan Bantuan Bedah Rumah 2026, Tanpa Sertifikat
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Cara Mudah Urus Pindah KK Luar Kota Tanpa Perlu Surat Pengantar RT/RW

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Cara Cek PIP Oktober 2026 Lewat HP: Panduan Lengkap dan Solusi Data Belum Muncul

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Sejarah Hari Batik Nasional: Dari Seni Keraton Hingga Diakui Dunia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Profil Mitchell Baker: Bomber Baru Timnas Indonesia yang Ngamuk Cetak 5 Gol

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mencegah Penularan Virus Influenza A. (Foto: AI)

Health

Cara Ampuh Mencegah Penularan Virus Influenza A

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:08 WIB

Ilustrasi - Pasangan Suami Isteri. Cara Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah. (Foto: AI)

Nasional

Cara Mudah Download Kartu Nikah Digital Lewat Simkah Kemenag

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:11 WIB

Ilustrasi - Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native. (Foto: AI)

Tech & Game

Capcom Unjuk Gameplay Resident Evil 3 Remake Native di Switch 2

Rabu, 14 Okt 2026 - 10:10 WIB