Britainaja – Pemerintah akhirnya memberikan jawaban pasti mengenai status dan standar penggajian bagi para manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Di tengah antusiasme 639.732 pelamar, posisi ini menawarkan jalur karier profesional yang menjanjikan, namun berbeda dari jalur Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menegaskan bahwa rekrutmen besar-besaran ini bukan untuk formasi CPNS. Para terpilih nantinya menyandang status sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Manajer terpilih akan mengikuti skema BUMN. Ini bukan seleksi CPNS, jadi sistem penggajian dan jenjang kariernya sepenuhnya mengacu pada mekanisme korporasi profesional,” ujar Rini.
Masa Transisi dan Kepastian Karier
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menjelaskan bahwa para manajer memiliki fase transisi sebelum menetap di unit desa. Selama dua tahun pertama, mereka akan bertugas di bawah naungan Agrinas Pangan.
Setelah masa transisi dua tahun tersebut selesai, para personel ini akan resmi beralih menjadi bagian dari struktur inti koperasi di tingkat desa atau kelurahan.
Bagaimana Skema Gaji dan Pembayarannya?
Terkait besaran gaji, pemerintah sedang mematangkan skema pembiayaan bersama Kementerian Keuangan. Untuk tahap awal, Agrinas Pangan memikul tanggung jawab penuh atas pembayaran hak-hak pegawai.
“Kami sedang menggodok skema gaji bersama Kemenkeu. Untuk saat ini, Agrinas Pangan yang akan membayar gaji mereka,” tambah Zulhas di Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).
Persaingan Ketat: 35 Ribu Kursi untuk Ratusan Ribu Pelamar
Program Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih ini merupakan ambisi pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan distribusi pangan nasional. Data menunjukkan minat masyarakat sangat luar biasa:
-
Total Pelamar: 639.732 orang.
-
Lolos Administrasi: 483.648 orang.
-
Total Formasi: 35.476 kursi (30.000 Manajer KDKMP dan 5.476 Pegawai Koperasi Nelayan).
Tahapan Tes dan Latihan Militer
Saat ini, peserta yang lolos administrasi tengah menghadapi Tes Kompetensi (CAT) yang berlangsung pada 3-12 Mei 2026 di 72 lokasi seluruh Indonesia.
Setelah lolos tes kompetensi, peserta akan menjalani:
-
Tes Mental Ideologi & Kesehatan: 20-31 Mei 2026.
-
Pengumuman Final: 7 Juni 2026.
-
Pelatihan Khusus: Selain kemampuan manajerial, para terpilih akan mengikuti pelatihan dasar kemiliteran sebagai Komponen Cadangan (Komcad).
Peringatan Terhadap Penipuan
Pemerintah menjamin seluruh proses seleksi berjalan objektif dan transparan tanpa pungutan biaya. Menko Zulhas mengingatkan agar pelamar tidak memercayai oknum yang menjanjikan kelulusan.
“Proses ini bebas KKN. Jika ada yang meminta bayaran dengan janji kelulusan, itu pasti penipuan. Segera laporkan kepada pihak berwajib,” tegasnya menutup keterangan. (Tim)






