Britainaja – Pemandangan penuh warna menghiasi proses pengumpulan koper calon jemaah haji di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Alih-alih terlihat seragam dan kaku, ribuan koper ini justru tampil mencolok dengan berbagai hiasan unik. Para jemaah sengaja memasang boneka, pita cantik, gembok warna-warni, hingga lilitan tali rafia sebagai tanda pengenal.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliyati, mengapresiasi kreativitas para jemaah ini. Menurutnya, langkah ini merupakan inisiatif cerdas agar koper mereka tetap mudah dikenali di tengah ribuan tas yang serupa.
“Banyak jemaah memberikan tanda khusus seperti boneka atau kain warna-warni. Ini solusi praktis supaya koper mereka tidak tertukar dengan milik orang lain,” tutur Zuliyati pada Jumat (1/5/2026).
Kreativitas di Tengah Keseragaman
Karena semua koper haji memiliki bentuk dan warna yang identik, tanda visual yang mencolok sangat membantu petugas maupun jemaah saat proses pengambilan di embarkasi nanti.
Saat ini, pihak penyelenggara sedang mengumpulkan koper untuk Kloter 36, 37, dan 38. Sesuai jadwal, armada akan membawa koper-koper tersebut menuju Asrama Haji Donohudan pada Sabtu pagi. Sementara itu, para jemaah akan menyusul berangkat menuju Tanah Suci pada Minggu (3/5/2026).
Zuliyati merinci jumlah jemaah untuk setiap kelompok terbang:
-
Kloter 36: 163 jemaah.
-
Kloter 37: 353 jemaah (setelah satu orang menunda keberangkatan karena sakit).
-
Kloter 38: 351 jemaah.
Selanjutnya, pengumpulan koper untuk dua kloter berikutnya berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) mulai pukul 15.00 WIB. Petugas PT Pos akan menyegel koper tersebut sebelum mengirimnya ke embarkasi.
Pesan Penting: Jangan Salah Isi Tas!
Berdasarkan data terbaru, jumlah total jemaah asal Jepara mengalami penyesuaian dari 1.547 menjadi 1.541 orang. Sebanyak enam jemaah masuk kategori lunas tunda karena alasan kesehatan, meninggal dunia, maupun urusan pendampingan.
Selain soal tanda unik, Zuliyati mengingatkan jemaah agar menggunakan fasilitas tas sesuai fungsinya. Jemaah telah menerima tiga jenis tas: koper besar, tas tenteng, dan tas paspor.
“Gunakan tas paspor hanya untuk dokumen penting dan obat-obatan pribadi. Jangan mencampurnya dengan barang lain,” tegasnya.
Ia menyarankan jemaah memasukkan pakaian utama dan baju ihram ke dalam koper besar. Sedangkan tas tenteng cukup berisi kebutuhan selama berada di asrama haji. Pengaturan yang rapi ini bertujuan agar proses pemeriksaan di bandara berjalan lancar dan perjalanan ibadah menjadi lebih nyaman. (Tim)






