JAMBI, Britainaja – Kemarau panjang yang terus terjadi di seluruh Wilayah Provinsi Jambi, memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai titik.
Dampaknya, kabut asap tebal mulai menyelimuti seluruh wilayah Provinsi Jambi dan menurunkan kualitas udara secara drastis.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bergerak cepat menyusun surat edaran (SE) resmi demi melindungi kesehatan warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Arief Munandar, mengonfirmasi bahwa Gubernur Jambi akan melarang aktivitas outdoor yang tidak mendesak serta mengimbau masyarakat agar tetap berada di dalam rumah.
“Pak gubernur akan segera membuat SE imbauan masyarakat untuk tidak keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” kata Arief Munandar.
Jika Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) terus memburuk, Pemprov Jambi siap meliburkan sekolah setelah berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Nanti kalau sudah sangat tidak baik, salah satunya bisa jadi sekolah diliburkan. Tapi tergantung pada kondisi kualitas udara, dan juga bagaimana nanti masukkan dari intansi terkait,” jelasnya.
Pantauan aplikasi ISPUnet mencatat lonjakan pencemaran udara yang mengkhawatirkan di beberapa daerah:
- Kota Jambi: Mengalami penurunan kualitas udara drastis dari kategori sedang menjadi sangat tidak sehat dengan angka parameter PM2,5 mencapai 207.
- Kabupaten Muaro Jambi: Mencatat kondisi paling parah. Kualitas udara menembus angka ISPU 314 atau masuk kategori berbahaya.
- Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Menunjukkan tren penurunan kualitas udara yang kian memburuk.
- Kabupaten Tebo: Masih bertahan dalam kondisi relatif aman dan masuk kategori bagus.
Prakirawan BMKG Jambi, M Randy Herdyansyah, menjelaskan bahwa kabut asap di Kota Jambi tidak hanya berasal dari titik api lokal. Angin yang bertiup dari arah tenggara membawa kiriman asap dari Sumatera Selatan dan Lampung. Selanjutnya, asap dari Jambi bergerak menuju utara hingga mencemari wilayah Pekanbaru.
“Saat ini asap yang terdapat di Kota Jambi dan Jambi bagian timur memang kita mendapat distribusi asap dari Sumatera Selatan,” kata Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah kepada Metro Jambi, Minggu (23/8/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat total luas kebakaran lahan sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 telah mencapai 658,29 hektare.
Rincian Luas Karhutla per Kabupaten:
- Muaro Jambi: 264,78 hektare
- Sarolangun: 143,61 hektare
- Batang Hari: 95,35 hektare
- Tanjung Jabung Barat: 58,10 hektare
- Tebo: 39,26 hektare
- Tanjung Jabung Timur: 32,71 hektare
- Bungo: 14,00 hektare
- Merangin: 10,30 hektare
Pemprov Jambi terus mengimbau seluruh masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas mendesak di luar ruangan guna meminimalkan paparan ISPA. (Tim)






