Britainaja – Pemerintah membawa kabar baik bagi masyarakat pedesaan. Melalui program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, pemerintah tidak hanya memutar roda ekonomi dari pinggiran, tetapi juga membuka pintu rejeki bagi jutaan warga lokal. Program ini menjadi simbol kemandirian desa yang nyata.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa masyarakat lokal memegang peran utama dalam operasional Kopdes Merah Putih. Pemerintah meniadakan mekanisme rekrutmen terpusat yang kaku untuk posisi teknis.
Sebaliknya, warga desa setempat mendapatkan prioritas penuh untuk mengisi posisi strategis hingga operasional.
“Kami memberikan kesempatan bagi pengurus koperasi yang sudah ada untuk bergabung sebagai karyawan di Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry usai rapat di Kemenko Pangan.
Program ini membawa misi sosial yang kuat. Ferry menjelaskan bahwa pemerintah membuka peluang lebar bagi warga kurang mampu, termasuk para penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka dapat mengisi berbagai posisi penting, seperti:
-
Kasir dan tenaga administrasi.
-
Petugas keamanan (Security).
-
Pengemudi atau sopir operasional.
-
Tenaga pendukung lainnya sesuai kebutuhan desa.
Dengan melibatkan masyarakat bawah, pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi menetap dan berputar di dalam desa, bukan lari ke kota besar.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mempertegas aturan main program ini. Ia melarang warga dari luar desa mengisi posisi tenaga kerja pendukung. Komitmen ini bertujuan agar potensi lokal terserap secara maksimal.
Saat ini, PT Agrinas memegang mandat untuk membangun fisik dan mengelola operasional selama dua tahun pertama. Setelah sistem stabil, pengelolaan akan beralih sepenuhnya kepada pengurus koperasi desa.
Pemerintah memprediksi program ambisius ini mampu menciptakan sekitar 1,56 juta lapangan kerja baru di seluruh Indonesia. Angka ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional, sekaligus bukti bahwa desa adalah fondasi utama kekuatan bangsa. (Tim)






