Britainaja – Letjen TNI Yudi Abrimantyo resmi melepas jabatan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada 25 Maret 2026. Keputusan ini muncul sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlibatan oknum BAIS dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menegaskan bahwa langkah tersebut menunjukkan komitmen institusi dalam menjaga akuntabilitas. Kini, posisi Kabais TNI menjadi kosong dan membutuhkan sosok pengganti yang kompeten.
Kabais TNI memegang peran penting dalam menyuplai data serta analisis intelijen untuk mendukung keputusan strategis Panglima TNI. Karena itu, pengisian jabatan ini menjadi perhatian besar.
Sejumlah nama perwira tinggi TNI mulai mencuat sebagai kandidat kuat. Berikut lima di antaranya:
- Mayjen TNI Rio Firdianto
Saat ini menjabat Asisten Intelijen Panglima TNI. Ia memiliki rekam jejak panjang di bidang intelijen dan pengamanan, termasuk di Paspampres dan BAIS. - Mayjen TNI Bosco Haryo Yunanto
Menjabat Wakil Kepala BAIS TNI. Pengalaman langsung di tubuh BAIS membuatnya disebut sebagai kandidat paling kuat. - Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha
Perwira berpengalaman di bidang intelijen dan pernah menjabat Asintel Panglima TNI serta Pangdam VI/Mulawarman. - Marsda TNI Benedictus Benny Koessetianto
Saat ini menjabat Sekretaris BAIS TNI. Ia memiliki latar belakang kuat di bidang intelijen dan keselamatan penerbangan. - Letjen TNI Sonny Aprianto
Kini menjabat Staf Khusus KSAD. Ia pernah menjadi Asintel Panglima TNI dan Deputi Kontra Intelijen BIN.
Sebagai lembaga intelijen militer, BAIS TNI berperan penting dalam menjaga kedaulatan negara. Lembaga ini mengumpulkan dan menganalisis informasi strategis, mendukung operasi militer, serta melindungi personel dan aset dari ancaman dalam maupun luar negeri.
Selain itu, BAIS juga mengoordinasikan intelijen di tiga matra TNI dan menjalin kerja sama dengan lembaga intelijen negara lain. (Tim)












