Britainaja – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah cepat untuk mengisi kekosongan pegawai di lingkungan pemerintah daerah. Mereka resmi mengajukan 322 formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Namun, ada hal penting yang perlu pelamar catat. Pemerintah daerah sama sekali tidak membuka lowongan untuk tenaga pendidik atau guru pada seleksi kali ini.
Fokus pada Tenaga Teknis dan Kesehatan
Kabid Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi BKPSDMD Kota Jambi, Adrian Pratama, membeberkan rincian usulan tersebut pada Minggu (17/5/2026). Pihaknya membagi ratusan formasi tersebut ke dalam dua kategori utama, yaitu:
-
213 Formasi: Tenaga Teknis
-
109 Formasi: Tenaga Kesehatan
“Kami hanya mengajukan formasi untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis,” ungkap Adrian.
Mengapa Tidak Ada Formasi Guru?
Adrian menjelaskan bahwa kebijakan ini merujuk langsung pada arahan Kemenpan-RB. Pemerintah pusat menetapkan aturan ketat bahwa pemerintah daerah hanya boleh mengajukan formasi untuk menggantikan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa pensiun.
Dengan kata lain, seleksi tahun ini bukan untuk menambah jumlah pegawai baru secara besar-besaran, melainkan untuk menjaga stabilitas pelayanan publik yang ditinggalkan oleh pegawai purna tugas.
“Kami tidak menambah ASN baru. Kami mengajukan formasi ini murni untuk mengisi kekosongan posisi karena pegawai yang pensiun,” tambahnya.
Langkah Lanjutan BKPSDMD Kota Jambi
Saat ini, BKPSDMD Kota Jambi tengah sibuk melakukan penilaian peta jabatan dan menganalisis kebutuhan pegawai di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Melalui validasi data ini, pemerintah kota ingin memastikan jumlah riil kebutuhan ASN di lapangan. Langkah ini juga krusial untuk menyelaraskan kemampuan anggaran daerah dengan kebijakan rekrutmen nasional dari pemerintah pusat. (Tim)






