JAMBI, Britainaja – Upaya penyelundupan emas seberat 375 gram yang di duga ilegal berhasil di gagalkan oleh petugas Kargo Bandara Sultan Thaha Jambi, pada Jumat (15/5/2026) kemarin.
Untuk bisa mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan lempengan emas tersebut di dalam kemasan bubuk kopi.
Rencananya, paket berisi emas dan kopi ini akan terbang menuju Jakarta menggunakan jasa ekspedisi. Namun, ketelitian petugas dan kecanggihan teknologi mematahkan siasat tersebut.
Kejelian Petugas X-Ray Bongkar Siasat Pelaku
Kejadian bermula saat petugas kargo menjalankan prosedur rutin memeriksa setiap paket yang akan masuk ke lambung pesawat. Saat sebuah kotak paket melewati mesin pemindai (X-ray), petugas melihat siluet benda mencurigakan yang tidak selaras dengan profil bubuk kopi.
Executive General Manager (EGM) Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, membenarkan kejadian tersebut. Beliau menjelaskan bahwa sistem keamanan bandara bekerja dengan sangat baik dalam mendeteksi barang mencurigakan ini.
“Petugas kami mencurigai hasil pindaian X-ray pada sebuah paket. Setelah kami bongkar bersama pihak terkait, kami menemukan lempengan emas seberat 375 gram yang terbungkus aluminium foil di dalam kaleng kopi,” ujar Ardon pada Sabtu (16/5/2026).
Polisi Buru Otak Pengirim Paket
Pihak otoritas bandara bergerak cepat pasca-temuan tersebut. Mereka langsung berkoordinasi dan menyerahkan seluruh barang bukti kepada piket Reskrim Polsek Jambi Selatan untuk pengusutan lebih lanjut.
Kasus kakap ini pun kini mendapatkan perhatian serius dari tingkat polda. Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hadi Handoko, menegaskan bahwa kepolisian sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap siapa pengirim dan calon penerima emas ilegal tersebut di Jakarta.
“Kami sudah menerima pelimpahan kasus ini dan tim sedang bekerja keras di lapangan untuk melakukan pengembangan. Kami akan menyampaikan rilis resmi bersama begitu ada progres signifikan,” tegas Hadi kepada media, Sabtu (16/5/2026).
Langkah tegas petugas bandara dan kepolisian ini menuai apresiasi luas dari masyarakat. Pengawasan ketat seperti ini tidak hanya menyelamatkan aset negara, tetapi juga menutup celah bagi peredaran barang-barang hasil tambang ilegal yang merusak lingkungan.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Di ajukan)
-
Di mana penyelundupan emas itu di gagalkan?
Aksi penyelundupan ini berhasil di gagalkan di Terminal Kargo Bandara Sultan Thaha, Jambi.
-
Berapa total berat emas yang disita petugas?
Total berat emas ilegal yang disita adalah 375 gram dalam bentuk lempengan.
-
Bagaimana cara pelaku menyembunyikan emas tersebut?
Pelaku membungkus emas dengan aluminium foil lalu memasukkannya ke dalam kaleng bubuk kopi untuk mengelabui pemeriksaan.
-
Ke mana tujuan pengiriman emas ilegal tersebut?
Berdasarkan data manifest jasa ekspedisi, paket tersebut sedianya akan dikirimkan ke Jakarta. (Tim)






