Britainaja – Awan mendung menyelimuti dunia penerbangan tanah air. Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban kecelakaan helikopter Airbus H130 milik PT Matthew Air Nusantara yang jatuh di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Pada Jumat (17/4/2026), helikopter Caracal milik TNI AU mulai memindahkan jenazah para korban dari lokasi kejadian menuju Bandara Supadio, Pontianak. Proses ini menjadi puncak dari upaya pencarian intensif sejak helikopter berkode registrasi PK-CFX tersebut hilang kontak pada Kamis kemarin.
Perjuangan Tim di Medan Berat
Letkol Pas Adim Dwi Prasanda, Komandan Batalyon Komando (Yonko) 466 Pasgat, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan telah menemukan delapan orang dalam kondisi meninggal dunia.
“Kami mengerahkan personel terbaik dari Yonko 466 Pasgat dan Basarnas untuk mempercepat proses evakuasi. Fokus utama kami saat ini adalah membawa pulang seluruh korban ke keluarga dengan tetap memperhatikan faktor cuaca yang sangat dinamis,” ujar Adim di Pontianak.
Hingga Jumat pagi, tim masih berupaya keras mengeluarkan tiga korban yang terjepit di antara puing-puing helikopter. Medan hutan yang lebat dan kondisi bangkai pesawat menjadi tantangan tersendiri bagi tim evakuasi darat yang terdiri dari unsur Brimob, TNI, dan Polri.
Kronologi Kejadian dan Identitas Korban
Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud), helikopter tersebut lepas landas pada Kamis (16/4) pukul 07.37 WIB. Pesawat sedang menempuh rute dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di Kabupaten Sanggau.
Namun, hanya berselang satu jam, tepatnya pukul 08.39 WIB, muncul sinyal darurat dari tengah hutan Kalimantan Barat sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak sepenuhnya.
Berikut adalah daftar korban dalam kecelakaan maut tersebut:
-
Pilot: Capt. Marindra Wibowo
-
Engineer: Harun Arasyid
-
Penumpang: 1. Mr. Patrick K. (Warga Negara Malaysia) 2. Mr. Victor T. 3. Mr. Charles L. 4. Mr. Joko C. 5. Mr. Fauzie O. 6. Mr. Sugito
Simpati Mendalam dari Pemerintah
Dirjen Hubud Kemenhub, Lukman F Laisa, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga besar korban. Ia juga meminta masyarakat untuk memberikan ruang bagi pihak berwenang melakukan investigasi dan tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi.
“Kami terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Basarnas untuk menangani kejadian ini hingga tuntas,” pungkas Lukman.
Saat ini, seluruh pihak fokus pada pemulangan jenazah agar keluarga dapat segera memberikan penghormatan terakhir. Keselamatan tim evakuasi tetap menjadi prioritas mengingat cuaca di lokasi yang sewaktu-waktu bisa berubah ekstrem. (Tim)






