Kasus Glamping Solok: Bahaya Karbon Monoksida di Ruang Tertutup

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi water heater di kamar mandi yang berfungsi untuk memanaskan air dengan cepat (Foto: RRI/Erniwati)

Ilustrasi water heater di kamar mandi yang berfungsi untuk memanaskan air dengan cepat (Foto: RRI/Erniwati)

Britainaja – Peristiwa memilukan ini terjadi pada Kamis (9/10/2025). Korban di ketahui bernama Cindy (28) dan suaminya Gilang (28). Saat ditemukan, Cindy dalam kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia di puskesmas setempat. Sementara sang suami masih hidup namun dalam keadaan lemah, dan kini menjalani perawatan intensif di Semen Padang Hospital.

Keluarga korban menduga sumber gas beracun berasal dari water heater berbahan bakar gas yang terpasang di kamar mandi. Tabung gas berukuran 12 kilogram ditemukan berada tepat di bawah kloset tanpa adanya ventilasi udara. Kondisi kamar mandi yang tertutup rapat membuat gas beracun diduga menumpuk dan terhirup oleh korban.

Foto-foto yang beredar di media sosial memperlihatkan ruang mandi tanpa sirkulasi udara memadai, memperkuat dugaan bahwa karbon monoksida (CO) terperangkap di dalam ruangan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Baca Juga :  Wako Alfin Dorong IDI Kerinci-Sungai Penuh Bersinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan

Dugaan sementara, gas karbon monoksida muncul akibat pembakaran tidak sempurna dari alat pemanas air. Proses ini menghasilkan gas CO yang tidak berbau dan tidak berwarna, sehingga sangat sulit terdeteksi oleh penghuni ruangan.

Apa Itu Karbon Monoksida dan Bahayanya?

Karbon monoksida adalah gas beracun yang timbul dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar seperti gas elpiji, batu bara, atau bensin. Dalam ruang tertutup tanpa ventilasi, gas ini dapat menumpuk dan menggantikan oksigen di udara.

Begitu terhirup, karbon monoksida akan mengikat hemoglobin dalam darah, menggantikan peran oksigen. Akibatnya, organ vital seperti otak dan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing, kehilangan kesadaran, hingga kematian jika terpapar dalam waktu lama.

Para ahli keselamatan kerja menekankan pentingnya ventilasi yang baik di area yang menggunakan perangkat berbahan bakar gas. Selain itu, pemeriksaan rutin pada instalasi water heater dan selang gas juga sangat diperlukan untuk mencegah kebocoran.

Baca Juga :  Kode Redeem Blox Fruits 30 Desember 2025: Klaim XP Boost dan Reset Stat Gratis!

Faktor Teknis yang Sering Jadi Pemicu

Kasus kebocoran gas umumnya disebabkan oleh ventilasi yang buruk, kesalahan instalasi, atau perangkat yang rusak. Pipa gas yang longgar atau retak, serta pemanas air tanpa saluran pembuangan gas, dapat meningkatkan risiko keracunan.

Untuk mencegah insiden serupa, masyarakat di sarankan menggunakan alat pemanas air yang telah memenuhi standar keselamatan nasional dan selalu memastikan sirkulasi udara di kamar mandi berfungsi dengan baik. Pemasangan detektor gas juga bisa menjadi langkah pencegahan efektif untuk mendeteksi potensi kebocoran sejak dini.

Kasus glamping di Solok menjadi pengingat bahwa karbon monoksida adalah “pembunuh senyap” yang tidak bisa di deteksi oleh pancaindra manusia. Kesadaran akan pentingnya ventilasi dan keamanan instalasi gas perlu di tingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Wd)

Berita Terkait

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari
Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari
Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri
Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026
Waspada Penipuan Telepon, Kemkomdigi Ungkap Kerugian Warga Tembus Rp9 Triliun
Pemerintah Fokus Kendalikan Harga Pangan demi Stabilitas Inflasi
Tren Harga Pangan di Sumatra Melandai, Pemulihan Jalur Distribusi Jadi Kunci
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 09:09 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:30 WIB

Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:30 WIB

Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:39 WIB

Bali Menjadi Primadona Destinasi Wisata Wellness, Strategi Pemerintah Tekan Devisa Lari ke Luar Negeri

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:30 WIB

Cek Prediksi Cuaca 38 Kota Besar Indonesia 29 Januari 2026

Berita Terbaru