Kemenpar Dorong Transisi Pariwisata Hijau Lewat Kajian Green Jobs dan Green Skills

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 12 Oktober 2025 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenparekraf Dorong Transisi Pariwisata Hijau Lewat Kajian Green Jobs dan Green Skills (Foto: Dok. Kemenpar)

Kemenparekraf Dorong Transisi Pariwisata Hijau Lewat Kajian Green Jobs dan Green Skills (Foto: Dok. Kemenpar)

Britainaja – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat arah pembangunan pariwisata nasional dengan menekankan prinsip keberlanjutan. Melalui publikasi ilmiah bertajuk Tourism Snapshot Vol. 1 No. 2 Tahun 2025, pemerintah memaparkan hasil kajian strategis mengenai penguatan implementasi pariwisata hijau di Indonesia.

Asisten Deputi Manajemen Strategis Kemenpar, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, menjelaskan bahwa kunci utama transisi menuju pariwisata hijau adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan tersertifikasi. “Keberhasilan transisi ini bergantung pada kesiapan SDM berkualitas yang mampu menjawab kebutuhan industri pariwisata masa depan,” ujar Dewi dalam keterangan persnya.

Edisi terbaru Tourism Snapshot kali ini mengangkat tema “Green Jobs, Green Skills, and Green Quality: Mendorong Transisi Hijau Sektor Pariwisata.” Kajian ini menyoroti tiga pilar utama yang menjadi fondasi keberlanjutan sektor pariwisata.

Pilar pertama, green jobs, membahas peluang dan proyeksi tenaga kerja yang mendukung sektor pariwisata ramah lingkungan. Sementara itu, green skills menekankan pentingnya kurikulum dan pelatihan bagi SDM pariwisata agar mampu menerapkan prinsip ekonomi hijau. Adapun green quality berfokus pada peningkatan jaminan mutu dan sertifikasi kompetensi pariwisata sesuai standar keberlanjutan global.

Baca Juga :  Fenomena Meteor Jatuh di Laut Jawa, Warga Cirebon Panik

Dewi menegaskan, arah kebijakan ini sejalan dengan visi global dan komitmen berbagai mitra pembangunan internasional, termasuk International Labour Organization (ILO). Menurutnya, ILO telah menegaskan bahwa transisi hijau akan membuka lapangan kerja baru yang berdampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi nasional.

“Komitmen ini sejalan dengan arah pembangunan internasional yang memandang transisi hijau sebagai kebutuhan mendesak,” jelasnya. Ia menambahkan, perubahan perilaku wisatawan global yang semakin peduli pada keberlanjutan menjadi dorongan kuat bagi Indonesia untuk beradaptasi lebih cepat.

Sebagai tindak lanjut dari kajian tersebut, pada periode 2022–2023 Kemenpar telah menyusun 34 standar kompetensi yang mencakup Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta skema okupasi yang relevan dengan pariwisata berkelanjutan.

Langkah berikutnya, pemerintah akan melakukan harmonisasi standar pariwisata dengan ketentuan di kawasan ASEAN dan global. Selain itu, kurikulum pendidikan pariwisata juga akan diperbarui, terutama pada sektor community-based tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat.

Baca Juga :  5 Cara Cek Tunggakan BPJS Kesehatan, Cepat dan Praktis dari Rumah

“Kami juga tengah mengembangkan sistem sertifikasi untuk level manajerial strategis agar selaras dengan kebutuhan industri hijau,” tutur Dewi.

Kemenparekraf menilai bahwa keberhasilan transformasi menuju pariwisata hijau sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Dunia industri diharapkan mulai mengadopsi praktik keberlanjutan, sementara lembaga pendidikan perlu memperkuat kompetensi tenaga kerja agar memiliki keterampilan ramah lingkungan.

Dewi menambahkan, potensi ekonomi dari pariwisata hijau tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. “Kita perlu memastikan bahwa tenaga kerja pariwisata memiliki kemampuan dan sertifikasi yang sesuai standar hijau agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemenpar berharap Indonesia mampu mempercepat transisi menuju pariwisata hijau yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya demi menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga untuk memastikan masa depan sektor pariwisata nasional yang tangguh di tengah perubahan global. (Tim)

Berita Terkait

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN
Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1
Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026
Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan
KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima
Daftar Lengkap Mutasi 90 Kajari Oleh Kejagung Terbaru 2026
40 Ide Tema 17 Agustus 2026 Unik dan Menarik untuk Perayaan HUT RI
Daftar Bansos Agustus 2026 Lengkap: PKH, BPNT, PIP, dan Cara Cek Nama Anda
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:06 WIB

Ini Estimasi Jadwal Resmi Seleksi CPNS 2026 Dari BKN

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Lowongan Kerja Bank BRI 2026: Peluang Karier BBAP Lulusan D3 dan S1

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Kemenag Buka 14 Ribu Kuota Kenaikan Jabatan Guru Madrasah 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Cara Cek Desil 1–10 Bansos Tahap 3 Agustus 2026: Panduan NIK KTP dan Kelayakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 11:02 WIB

KIP Kuliah 2026 Masih Buka! Ini Cara Daftar dan Cek Kampus Penerima

Berita Terbaru

Warna iPhone 18 Pro. (Doc: X Twitter | Sonny Dickson)

Tech & Game

Ini Jadwal Rilis iPhone 18 Pro 2026 di Indonesia

Kamis, 6 Agu 2026 - 12:03 WIB