PT. Talang Lindung Sakti Klarifikasi Isu Air Mineral Seria Terkontaminasi Minyak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT. Talang Lindung Sakti Klarifikasi Isu Air Mineral Seria Terkontaminasi Minyak

PT. Talang Lindung Sakti Klarifikasi Isu Air Mineral Seria Terkontaminasi Minyak

Britainaja, Sungai Penuh – Manajemen PT Talang Lindung Sakti akhirnya memberikan klarifikasi terkait beredarnya laporan masyarakat mengenai dugaan air mineral merek Seria yang terkontaminasi minyak.

Hasil penelusuran perusahaan menyimpulkan, perubahan rasa dan aroma pada produk tersebut bukan berasal dari proses produksi pabrik, melainkan akibat paparan bensin yang tumpah di sebuah toko penjual tepat di depan RSUD MH Thalib, Sungai Penuh.

“Berdasarkan uji laboratorium internal, aroma dan rasa yang berubah di sebabkan uap bensin yang mengenai kemasan. Jadi bukan berasal dari pabrik,” ungkap Mhigar, petugas laboratorium PT Talang Lindung Sakti.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sungai Penuh Berjanji Kawal Tuntutan Mahasiswa Hingga Tuntas

Sementara itu, Wakil Manajemen PT Talang Lindung Sakti, Mahmud Naziudin atau yang akrab di sapa Pak Aji, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menurunkan tim ke lapangan setelah menerima laporan masyarakat. Dari hasil pemeriksaan, pemilik toko juga mengakui bahwa air mineral Seria di rak penjualan terpapar bensin.

Baca Juga :  Cuaca Jambi Hari Ini, Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah

“Kami sangat menghargai laporan masyarakat. Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk semakin meningkatkan sosialisasi kepada reseller terkait cara penyimpanan produk. Jika ada kasus serupa, kami berharap bisa segera di laporkan langsung ke PT Talang Lindung Sakti,” tutur Pak Aji.

Sebelumnya, video mengenai dugaan air mineral Seria yang berbau dan berasa minyak sempat ramai di perbincangkan di media sosial, khususnya di sebuah grup Facebook. (Wd)

Berita Terkait

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku
Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto
Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan
Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global
Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir
Monadi Pimpin Gerakan Indonesia ASRI 2026 di Kayu Aro Barat
Gubernur Al Haris Setujui THR Rp1 Juta untuk PPPK Paruh Waktu di Jambi
Target Rampung Sebelum Lebaran, Gudang Koperasi Merah Putih Siap Jadi Motor Ekonomi Baru Sungai Penuh
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:00 WIB

Warga Sungai Penuh Keluhkan Tarif Parkir, Tak Sesuai Perda yang Berlaku

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:51 WIB

Lacak Dana Rp143 Miliar Bank Jambi: Rp19 Miliar Mengalir ke Aset Kripto

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:03 WIB

Sempat Ambruk, Jalur Puncak Sungai Penuh-Tapan Kini Kembali Bisa Dilalui Kendaraan

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

Kulit Kopi hingga Daun Nanas Jambi Kini Jadi Rebutan Pasar Global

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Monadi dan Al Haris Tinjau Pintu Air PLTA di Desa Sangir

Berita Terbaru