Trump Umumkan Tarif Baru 100 Persen untuk Produk Tiongkok

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: X - The White House)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: X - The White House)

Britainaja – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperkeruh hubungan dagang dengan Tiongkok setelah mengumumkan tarif baru sebesar 100 persen terhadap berbagai produk ekspor asal Negeri Tirai Bambu. Langkah ini diumumkan pada Jumat (10/10/2025), dan menandai berakhirnya masa gencatan senjata sementara antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Trump menyampaikan kebijakan tersebut hanya sembilan hari sebelum masa keringanan tarif berakhir, sekaligus memperkenalkan pengendalian ekspor terhadap perangkat lunak strategis mulai 1 November mendatang. Keputusan ini disebut sebagai respons terhadap kebijakan Beijing yang baru-baru ini memperluas pembatasan ekspor mineral penting yang menjadi komponen utama bagi industri teknologi global.

Dalam pernyataannya, Trump menilai langkah pemerintah Tiongkok sebagai “tindakan mengejutkan” dan “sangat buruk”. Ia bahkan meragukan kemungkinan berlangsungnya pertemuan dengan Presiden Xi Jinping yang sebelumnya direncanakan di Korea Selatan pada akhir Oktober.

“Pertemuan itu belum dibatalkan, tapi saya tidak melihat alasan kuat untuk melanjutkannya,” ujar Trump, dikutip dari Reuters. Hingga kini, pihak Beijing belum mengonfirmasi secara resmi mengenai rencana pertemuan tersebut.

Kebijakan tarif baru ini menjadi pukulan terbesar terhadap hubungan ekonomi AS–Tiongkok dalam enam bulan terakhir. Setelah sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan, hubungan kedua negara kini kembali menegang akibat saling balas kebijakan perdagangan.

Baca Juga :  Mikrofon Prabowo Dimatikan di PBB karena Melebihi Waktu

Langkah Trump tersebut langsung menimbulkan kekhawatiran di pasar global. Investor khawatir keputusan itu dapat memicu perang dagang jilid baru yang berpotensi mengganggu rantai pasokan dunia.

Para analis menilai, kebijakan tarif ini tidak hanya di tujukan sebagai respons terhadap kebijakan Beijing, tetapi juga sebagai strategi politik menjelang forum APEC 2025. Washington dan Beijing di sebut tengah meningkatkan tekanan satu sama lain untuk memperoleh posisi tawar yang lebih kuat sebelum memasuki putaran negosiasi baru.

Baik Gedung Putih maupun Kedutaan Besar Tiongkok di Washington menolak memberikan komentar resmi terkait kebijakan tersebut. Namun, sejumlah sumber diplomatik menyebutkan bahwa Beijing kemungkinan akan mengambil langkah balasan, seperti mengenakan tarif tambahan terhadap produk-produk Amerika atau memperketat izin investasi perusahaan asal AS di wilayahnya.

Sementara itu, sebagian pengamat politik menilai langkah Trump juga berpotensi memengaruhi agenda ekonomi global di forum APEC yang akan di gelar akhir bulan ini. Pertemuan yang sebelumnya di harapkan menjadi momentum rekonsiliasi, kini justru berada di bawah bayang-bayang ketegangan baru.

Langkah Trump dipandang sebagai bagian dari strategi menekan Tiongkok untuk memberikan konsesi lebih besar dalam perundingan dagang. “Kedua pihak tampaknya sedang bermain keras menjelang APEC,” kata seorang analis ekonomi internasional. “Mereka ingin menunjukkan siapa yang lebih dominan di meja perundingan.”

Baca Juga :  Prediksi Pertandingan Everton vs Manchester City di Liga Inggris, Jadwal, Statistik, dan Update Tim

Bagi Amerika Serikat, kebijakan ini juga di sebut sebagai upaya memperkuat posisi ekonomi domestik. Dengan menaikkan tarif impor, Washington berharap bisa mendorong peningkatan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap barang asal Tiongkok.

Namun di sisi lain, para pelaku bisnis di AS memperingatkan bahwa tarif baru ini berpotensi meningkatkan harga produk dan bahan baku, terutama di sektor teknologi dan otomotif.

Kebijakan tarif 100 persen yang di umumkan Trump menjadi sinyal bahwa ketegangan antara AS dan Tiongkok belum akan mereda dalam waktu dekat. Dengan kedua negara kini saling memperketat kebijakan perdagangan, dunia bersiap menghadapi babak baru rivalitas ekonomi yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas pasar global.

Apakah langkah ini akan membawa keuntungan bagi ekonomi Amerika, atau justru memicu efek domino di pasar dunia? Jawabannya kemungkinan besar akan mulai terlihat menjelang forum APEC 2025 mendatang. (Tim)

Berita Terkait

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern
Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?
Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam
Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:08 WIB

Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:05 WIB

Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mudah Redeem dan Penggunaan Robux Gift Card Roblox.

Tech & Game

Cara Mudah Redeem dan Penggunaan Robux Gift Card Roblox

Selasa, 4 Agu 2026 - 05:51 WIB