Britainaja – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, banyak pekerja dan masyarakat mulai sibuk mencari informasi mengenai libur dan cuti bersama. Pertanyaan ini sangat wajar muncul, karena momen Aidilqurban menjadi waktu yang paling pas untuk pulang kampung, berkumpul dengan keluarga besar, atau sekadar beristirahat dari rutinitas kerja.
Kabar baiknya, pemerintah memberikan kepastian tersebut melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terbaru. Lewat aturan ini, Anda bisa menyusun rencana liburan atau mudik dengan lebih tenang dan terstruktur.
Jadwal Resmi Libur Idul Adha 2026 Berdasarkan SKB 3 Menteri
Pemerintah menyepakati bahwa masyarakat bisa menikmati jatah cuti bersama pendamping hari libur utama. Berikut adalah rincian tanggal resminya:
-
Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
-
Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Catatan Penting: Pemerintah tetap akan menggelar sidang isbat melalui Kementerian Agama untuk menetapkan secara pasti jatuhnya tanggal 1 Zulhijah dan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Trik Menikmati Long Weekend 6 Hari Beruntun
Karena hari libur jatuh di pertengahan minggu, Anda berpotensi menikmati libur panjang (long weekend) yang super maksimal di akhir Mei hingga awal Juni 2026. Momen ini kebetulan berdekatan dengan hari besar keagamaan dan nasional lainnya.
Anda bisa memanfaatkan strategi cuti tahunan demi mendapatkan total libur selama enam hari berturut-turut. Berikut simulasinya:
Aturan Main Cuti Bersama untuk Karyawan dan ASN
Sebelum Anda mengajukan izin ke atasan, pahami dulu regulasi teknis pelaksanaan cuti bersama yang tertuang dalam SKB 3 Menteri ini:
1. Memotong Jatah Cuti Tahunan
Bagi karyawan swasta, instansi perusahaan biasanya akan memotong jatah cuti tahunan Anda jika Anda mengambil libur pada hari cuti bersama tersebut. Aturan ini kembali pada kebijakan internal masing-masing perusahaan.
2. Aturan untuk ASN vs Swasta
Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mengikuti ketentuan perundang-undangan dari pemerintah pusat. Sementara untuk pekerja swasta, pimpinan perusahaan memiliki wewenang penuh untuk mengatur waktu libur karyawannya.
3. Sektor Pelayanan Publik Tetap Siaga
Bagi pekerja di sektor pelayanan publik (seperti rumah sakit, pemadam kebakaran, perbankan, transportasi, dan telekomunikasi), manajemen perusahaan akan mengatur jadwal piket khusus. Hal ini bertujuan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan prima selama masa libur nasional.
Amalan Bernilai Ibadah Selama Libur Idul Adha
Momen Idul Adha bukan sekadar waktu untuk bersantai, melainkan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (Habluminallah) sekaligus mempererat hubungan sosial (Habluminannas).
Berikut beberapa kegiatan bermakna yang bisa Anda lakukan selama mengisi hari libur:
-
Menunaikan Salat Idul Adha: Awali pagi hari raya dengan melaksanakan salat Id secara berjamaah di masjid atau tanah lapang terdekat.
-
Berkurban: Bagi Anda yang memiliki kelapangan rezeki, Anda bisa menyembelih hewan kurban berupa sapi, kambing, atau domba sebagai bentuk ketaatan meneladani Nabi Ibrahim AS.
-
Berbagi ke Sesama: Ambil peran aktif dalam membagikan daging kurban kepada kaum dhuafa, tetangga, dan kerabat agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan hari raya.
-
Menggemakan Takbiran: Perbanyak membaca takbir, tahlil, dan tahmid setiap selesai salat fardu, mulai dari hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik.
-
Menjalin Silaturahmi: Gunakan waktu luang ini untuk mengunjungi rumah orang tua, saudara, dan teman guna saling mendoakan serta memaafkan.
-
Makan Bersama Keluarga: Ingat, Islam melarang umatnya berpuasa pada hari raya Idul Adha dan tiga hari Tasyrik berikutnya. Manfaatkan momen ini untuk mengolah hidangan daging kurban dan menikmatinya bersama keluarga besar.
-
Mengejar Amal Saleh di Hari Tasyrik: Isilah sisa cuti Anda dengan kegiatan positif, seperti membaca Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, atau melakukan aksi sosial di lingkungan sekitar. (Tim)






