Britainaja – Kabar kurang sedap kembali menghampiri para pemilik mobil keluarga di tanah air. Mulai 1 Juni 2026, pemerintah menerapkan aturan baru yang sangat ketat terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kini, kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc tidak lagi memiliki akses untuk membeli Pertalite.
Langkah berani ini bertujuan agar subsidi energi dari negara benar-benar menyasar masyarakat yang berhak. Pemerintah juga ingin menekan pembengkakan beban APBN akibat konsumsi BBM subsidi yang terus melonjak tajam setiap tahun.
Untuk menyukseskan kebijakan ini, PT Pertamina mengandalkan sistem digitalisasi QR Code melalui aplikasi MyPertamina. Sistem pada dispenser SPBU akan langsung memindai data kendaraan Anda secara otomatis. Jika kendaraan Anda masuk dalam daftar cekal, sistem digital ini akan langsung mengunci aliran Pertalite sehingga petugas tidak bisa mengisinya ke tangki mobil Anda.
Avanza, Xpander, hingga Stargazer Harus Pindah ke Pertamax
Kebijakan baru ini tentu saja memukul segmen mobil keluarga (LMPV) yang menjadi andalan jutaan masyarakat Indonesia. Mobil legendaris seperti Toyota Avanza varian 1.5G serta seluruh tipe Toyota Veloz harus merelakan fasilitas Pertalite karena mengusung mesin berkapasitas 1.496 cc.
Langkah serupa juga berlaku bagi para pemilik Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross yang menggunakan mesin 1.499 cc. Mereka wajib beralih menggunakan BBM nonsubsidi dengan oktan minimal RON 92, seperti Pertamax.
Raksasa otomotif asal Korea Selatan dan China pun tidak luput dari jeratan regulasi baru ini. Hyundai Stargazer yang mengandalkan mesin Smartstream 1.497 cc serta Wuling Cortez 1.5 Turbo kini wajib meminum Pertamax demi menjaga performa ruang bakar tetap optimal. Perubahan ini otomatis akan meningkatkan biaya operasional harian para pemilik kendaraan tersebut.
Low SUV Andalan Keluarga Ikut Terkena Dampak
Bagi Anda pecinta petualangan yang hobi mengendarai SUV kompak, bersiaplah menghadapi kenyataan baru ini. Duet maut Toyota Rush dan Daihatsu Terios yang menggunakan mesin 1.500 cc kini resmi masuk dalam daftar kendaraan yang dilarang membeli Pertalite.
Nasib yang sama juga menimpa Honda BR-V generasi terbaru, Hyundai Creta, hingga Suzuki XL7 Hybrid dan Ertiga Hybrid. Walaupun Suzuki membekali lini kendaraannya dengan teknologi mild hybrid yang sangat hemat bahan bakar, kapasitas mesin K15B berukuran 1.462 cc milik mereka tetap melewati ambang batas yang pemerintah tetapkan.
Crossover Modis dan SUV Turbo Wajib Gunakan BBM Oktan Tinggi
Mobil-mobil perkotaan yang stylish pun tidak luput dari radar pemerintah. Honda HR-V 1.5L kini harus mengucapkan selamat tinggal pada nozzle hijau di SPBU. Begitu pula dengan mobil bermesin turbo seperti Chery Omoda 5 Turbo dan Wuling Almaz RS Turbo yang wajib mengisi bahan bakar non-subsidi.
Secara teknis, mesin dengan tambahan turbocharger memang membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi. Karakteristik bahan bakar seperti Pertamax akan mencegah gejala knocking (mesin menggelitik), menyempurnakan proses pembakaran, sekaligus memperpanjang usia pakai komponen mesin mobil Anda.
Kelas Premium: Innova Zenix, Fortuner, hingga CR-V Langsung Tersenggol
Pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada deretan mobil kelas menengah ke atas dan SUV premium. Toyota Kijang Innova Zenix varian bensin non-hybrid (1.987 cc) kini wajib menggunakan BBM nonsubsidi secara penuh.
Nasib serupa juga menimpa pemilik Toyota Fortuner 2.7 SRZ bensin serta Honda CR-V 1.5 Turbo generasi paling anyar. Dengan teknologi canggih dan kapasitas mesin yang besar, deretan kendaraan mewah ini memang sudah selayaknya mengonsumsi BBM berkualitas demi menjaga efisiensi dan keawetan mesin.
Bahkan, sedan sporty kesayangan anak muda seperti Honda Civic RS Turbo 1.5L dan Mazda 3 (Sedan/Hatchback) bermesin SkyActiv-G 2.0L juga harus keluar dari barisan pencinta Pertalite.
Daftar Lengkap Mobil yang Dilarang Isi Pertalite Per 1 Juni 2026
Berikut ini adalah rangkuman beberapa model mobil populer di Indonesia yang tidak bisa lagi mengonsumsi Pertalite:
-
Toyota Avanza 1.5G
-
Toyota Veloz (Semua Varian)
-
Mitsubishi Xpander
-
Mitsubishi Xpander Cross
-
Hyundai Stargazer
-
Wuling Cortez Turbo
-
Toyota Rush
-
Daihatsu Terios
-
Honda BR-V
-
Hyundai Creta
-
Suzuki XL7 Hybrid
-
Suzuki Ertiga Hybrid
-
Honda HR-V
-
Chery Omoda 5 Turbo
-
Wuling Almaz RS
-
Toyota Innova Zenix (Varian Bensin)
-
Toyota Fortuner 2.7 SRZ
-
Honda CR-V Turbo
-
Honda Civic RS Turbo
-
Mazda 3 Sedan
-
Mazda 3 Hatchback
Segera Hitung Ulang Anggaran Bulanan Anda!
Kehadiran pengawasan ketat lewat MyPertamina memastikan tidak ada lagi celah bagi pemilik mobil bermesin besar untuk mengelabui aturan petugas SPBU. Oleh karena itu, para pemilik kendaraan di atas 1.400 cc sebaiknya mulai menghitung ulang pengeluaran transportasi bulanan sebelum memasuki bulan Juni.
Meskipun harga Pertamax lebih mahal, penggunaan BBM nonsubsidi memberikan dampak positif yang nyata bagi kendaraan Anda. Komponen mesin akan jauh lebih bersih, tarikan mobil menjadi lebih enteng, dan Anda turut berkontribusi membantu negara menyalurkan bantuan energi kepada masyarakat yang jauh lebih membutuhkan.
Jadi, apakah mobil kesayangan yang terparkir di garasi Anda termasuk dalam daftar yang harus menyapukan pandangan dari Pertalite mulai 1 Juni nanti? Yuk, bagikan pendapat Anda di kolom komentar! (Tim)






