Langkah Pertama di Tanah Berkah: Kehangatan Ritual Injak Bumi Jambi Seberang

Pijakan Pertama yang Penuh Makna, Ritual Injak Bumi Jambi Seberang

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh agama di Kelurahan Arab Melayu Jambi tengah membacakan doa-doa kebaikan dalam ritual adat

Tokoh agama di Kelurahan Arab Melayu Jambi tengah membacakan doa-doa kebaikan dalam ritual adat "Injak Bumi" kepada seorang bayi usai Shalat Idul Fitri di halaman Masjid Jami Ba'alawi Kota Jambi Seberang, Sabtu (21/3/2026). (Foto: ANTARA)

Britainaja – Pagi itu, langit di atas Jambi Seberang terlihat mendung, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah ratusan warga saat menuju Masjid Jami Ba’alawi. Kelurahan Arab Melayu seketika riuh.

Namun, hari ini bukanlah sekadar perayaan Idul Fitri biasa. Terlihat di halaman masjid yang sangat bersejarah ini, para orang tua sedang menanti momen sakral bagi buah hati mereka, yakni ritual Injak Bumi.

Bagi warga Jambi Kota Seberang, Lebaran adalah waktu terbaik untuk memperkenalkan bayi mereka kepada alam. Ritual Injak Bumi menjadi jembatan spiritual bagi balita yang baru mulai belajar melangkah agar mendapat perlindungan dan keberkahan.

Doa Tulus di Halaman Masjid

Segera setelah shalat Id usai, belasan orang tua bergegas menghampiri para tokoh agama. Tanpa perlu banyak kata, para pemuka agama menyambut bayi-bayi tersebut dengan hangat. Mereka mengusap lembut kepala sang bayi sambil melantunkan doa-doa perlindungan dengan suara lirih.

Baca Juga :  Warisan Majapahit Hidup di Desa Adat Gelgel Bali

Momen paling menyentuh terjadi saat tokoh agama menurunkan kaki mungil si bayi hingga menyentuh tanah untuk pertama kalinya. Setelah itu, barulah sang anak kembali ke pelukan hangat orang tuanya. Sebagai ungkapan syukur, para orang tua menaburkan bunga dan uang logam ke udara, yang langsung memicu keceriaan anak-anak kecil di sekitar masjid.

Warisan Sejarah yang Tetap Hidup

Abu Umar, salah satu orang tua, membagikan ceritanya dengan penuh bangga. Ia membawa putranya, Muhammad Raska, untuk mengikuti jejak yang pernah ia lalui puluhan tahun silam.

“Tradisi ini sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka,” kenang Umar. Ia berharap doa para ulama menjaga akidah dan kesehatan anaknya dalam mengarungi kehidupan. Hal serupa juga terucap dari Megawati, yang membawa anak keempatnya. Baginya, ada rasa yang kurang jika sang buah hati belum mendapatkan doa melalui ritual turun-temurun ini.

Baca Juga :  Sejarah Jalur Rempah: Rute Kuno yang Mengubah Peta Dunia

Harmoni Agama dan Budaya Lokal

Tokoh agama setempat, Abdulah Hamid, menegaskan bahwa Injak Bumi adalah bentuk penghormatan manusia terhadap bumi tempat mereka berpijak. Ritual ini memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal secara harmonis.

“Kami memohon perlindungan kepada Allah agar anak-anak terjauh dari marabahaya dan gangguan gaib saat mereka mulai menapakkan kaki di dunia,” jelas Hamid.

Senada dengan itu, Khatib Masjid Ba’alawi, Majdi Hasan Musa, menitipkan pesan mendalam. Ia mengingatkan warga agar tidak hanya mewarisi tanah, tetapi juga menjaga adab dan akhlak.

“Kekuatan kita ada pada paduan agama, adat, dan kasih sayang. Ajarkan adab sebelum ilmu kepada anak-anak kita,” pungkasnya.

Melalui ritual Injak Bumi, masyarakat Jambi Seberang membuktikan bahwa modernitas tidak harus melunturkan identitas. Langkah kecil di halaman masjid pagi ini adalah simbol harapan besar bagi generasi masa depan Jambi yang berakhlak mulia. (Tim)

Berita Terkait

Mengenal Rumah Gadang, Ikon Budaya Minangkabau dan Ragam Jenisnya
Rumah Larik Dusun Baru Sungai Penuh: Menjaga Ukiran Leluhur di Jantung Kota
Grand Egyptian Museum Resmi Dibuka di Giza
Daftar Raja Mataram yang Dimakamkan di Kompleks Imogiri
Mak Itam Kembali Berasap, Sawahlunto Hidupkan Lagi Warisan Kereta Api Legendaris
17 Oktober Ditetapkan Sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Ini Makna dan Sejarahnya
Mengulik Sejarah Keraton Jogja: Simbol Kejayaan Budaya Jawa yang Tetap Hidup
Dua Tradisi Asli Buleleng Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Takbenda 2025
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB

Langkah Pertama di Tanah Berkah: Kehangatan Ritual Injak Bumi Jambi Seberang

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:00 WIB

Mengenal Rumah Gadang, Ikon Budaya Minangkabau dan Ragam Jenisnya

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:00 WIB

Rumah Larik Dusun Baru Sungai Penuh: Menjaga Ukiran Leluhur di Jantung Kota

Kamis, 6 November 2025 - 09:30 WIB

Grand Egyptian Museum Resmi Dibuka di Giza

Rabu, 5 November 2025 - 22:00 WIB

Daftar Raja Mataram yang Dimakamkan di Kompleks Imogiri

Berita Terbaru

Ilustrasi - Penampakan Emas Perhiasan Di toko Emas.

Finansial

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 April 2026: Masih Stabil

Kamis, 30 Apr 2026 - 11:00 WIB

Ilustrasi - Harga Emas Antam Hari Ini.

Finansial

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Stabil di Angka Rp2,7 Jutaan

Kamis, 30 Apr 2026 - 09:00 WIB

Ilustrasi - Klaim Hadiahnya! Kode Redeem ML Terbaru 30 April 2026.

Tech & Game

Klaim Hadiahnya! Kode Redeem ML Terbaru 30 April 2026

Kamis, 30 Apr 2026 - 08:00 WIB