Grand Egyptian Museum Resmi Dibuka di Giza

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Kamis, 6 November 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Grand Egyptian Museum Resmi Dibuka di Giza (Foto: Google)

Grand Egyptian Museum Resmi Dibuka di Giza (Foto: Google)

Britainaja – Mesir resmi membuka Grand Egyptian Museum (GEM) di Giza, sebuah kompleks museum arkeologi modern senilai USD 1,2 miliar yang di rancang menampung lebih dari 100.000 artefak sejarah, termasuk koleksi lengkap peninggalan Firaun Tutankhamun.

Kairo kini memiliki destinasi budaya baru yang siap menjadi pusat perhatian dunia. Grand Egyptian Museum (GEM), proyek jangka panjang yang telah di kerjakan selama dua dekade, akhirnya dibuka untuk publik. Lokasinya berada sangat dekat dengan Piramida Agung Khufu di Giza, menjadikan museum ini terhubung langsung dengan salah satu situs sejarah paling penting di dunia.

Museum yang berdiri di atas lahan sekitar 500.000 meter persegi ini di gadang-gadang sebagai museum arkeologi terbesar yang di dedikasikan untuk satu peradaban. Desain arsitekturnya menggabungkan gaya modern dengan unsur tradisi Mesir kuno. Fasad bangunan berbentuk segitiga terinspirasi dari piramida, sementara bagian interior menggunakan hieroglif dan batu alabaster yang memancarkan cahaya lembut.

Saat memasuki area utama, pengunjung di sambut patung raksasa Ramses II setinggi 11 meter. Tak jauh dari sana, sebuah obelisk berusia lebih dari 3.000 tahun di pajang menggantung, memberikan kesan dramatis pada ruang atrium. Dari tangga besar setinggi enam lantai, pengunjung dapat melihat galeri utama dengan latar pemandangan Piramida Giza yang terlihat langsung dari balik jendela kaca raksasa.

Baca Juga :  Hotel Murah Dekat Pantai Sanur Bali Mulai Rp100 Ribuan

Salah satu daya tarik terbesar dari GEM adalah dipamerkannya seluruh koleksi peninggalan Firaun Tutankhamun dalam satu ruang pamer khusus. Lebih dari 5.000 artefak peninggalan raja muda tersebut berasal dari makamnya di Lembah Para Raja, Luxor. Koleksi itu menampilkan topeng emas ikonik Tutankhamun, kereta perang, perhiasan, furnitur ritual, hingga perlengkapan penguburan yang selama ini tersebar di berbagai museum dan ruang penyimpanan.

“Koleksi Tutankhamun adalah pusat dari museum ini,” ujar mantan Menteri Purbakala Mesir, Zahi Hawass.
Sementara itu, mantan Kepala GEM, Tarek Tawfik, menuturkan bahwa penataan pameran di rancang agar pengunjung dapat merasakan kembali pengalaman arkeolog Howard Carter saat menemukan makam tersebut pada 1922. “Semua artefaknya di pamerkan lengkap, tidak ada yang tersisa di penyimpanan,” katanya.

Pemerintah Mesir berharap GEM menjadi tonggak kebangkitan pariwisata setelah sempat melemah akibat gejolak politik, pandemi, dan krisis global. Targetnya, jumlah wisatawan dapat meningkat hingga dua kali lipat, dari sekitar 15,7 juta orang pada 2024 menjadi lebih dari 30 juta wisatawan pada 2032. Museum ini di proyeksikan mampu menarik sekitar 8 juta pengunjung setiap tahun.

Baca Juga :  Ini Jadwal Rilis iPhone 18 Pro 2026 di Indonesia

Pembukaan GEM juga kembali memunculkan seruan pemulihan artefak Mesir kuno yang berada di luar negeri. Sejumlah arkeolog Mesir mendesak agar artefak penting seperti Batu Rosetta, Zodiak Dendera, dan patung kepala Nefertiti di kembalikan ke tanah kelahirannya. Hawass bahkan telah membuat petisi internasional untuk mendorong pengembalian benda-benda tersebut.

Selain ruang pamer, GEM juga memiliki pusat penelitian dan fasilitas konservasi yang di anggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Para ahli konservasi Mesir telah berhasil memulihkan sejumlah artefak penting, termasuk baju zirah tekstil milik Tutankhamun. Berdasarkan aturan nasional, seluruh proses konservasi di lakukan oleh tenaga ahli Mesir sebagai bentuk kemandirian dan kebanggaan budaya.

Grand Egyptian Museum tidak hanya menjadi etalase sejarah Mesir kuno, tetapi juga simbol kebangkitan budaya modern Mesir. Dengan koleksi istimewa dan fasilitas kelas dunia, museum ini di harapkan memperkuat peran Mesir sebagai pusat peradaban dan destinasi wisata budaya global. (Tim)

Berita Terkait

8 Air Terjun Terindah di Indonesia yang Wajib Kamu Jelajahi
Ini 5 Curug Tersembunyi di Gunung Slamet yang Airnya Sedingin Es
Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern
Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?
Ini 8 Jalan Paling Indah di Sumatera Barat, Suarga Tersembunyi Bagi Pecinta Road Trip
Maskapai Wajib Ganti Rugi Rp2,6 Juta Jika Pesawat Telat atau Batal di Vietnam
5 Rekomendasi Wisata Alam di Kerinci, Cocok Buat Libur Sekolah Anak
Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:07 WIB

8 Air Terjun Terindah di Indonesia yang Wajib Kamu Jelajahi

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:02 WIB

Ini 5 Curug Tersembunyi di Gunung Slamet yang Airnya Sedingin Es

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal Putri Leonor: Calon Ratu Spanyol dan Pesona Pewaris Takhta Modern

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:08 WIB

Kurs Ringgit ke Rupiah Terbaru Hari Ini: 50 MYR Berapa IDR?

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:30 WIB

Ini 8 Jalan Paling Indah di Sumatera Barat, Suarga Tersembunyi Bagi Pecinta Road Trip

Berita Terbaru