Britainaja – Fenomena langit Pink Moon akan menghiasi malam Rabu, 1 April 2026 hingga Kamis dini hari, 2 April 2026. Momen ini selalu menarik perhatian karena tampilannya indah dan mudah dilihat tanpa alat khusus.
Profesor astronomi dari BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang rutin terjadi setiap tahun pada bulan April. Ia menegaskan bahwa nama tersebut tidak menggambarkan warna bulan.
“Bulan tetap berwarna putih kekuningan seperti purnama biasa. Istilah Pink Moon hanya penamaan dari budaya Amerika,” jelasnya.
Waktu Terbaik Melihat Pink Moon
Kamu bisa mulai menyaksikan Pink Moon sejak maghrib hingga menjelang matahari terbit. Pada waktu tersebut, bulan tampak terang dan jelas di langit malam.
Cara Mengamati Pink Moon
Kamu tidak perlu alat khusus untuk menikmati fenomena ini. Mata telanjang sudah cukup untuk melihat keindahannya.
Namun, kamu bisa menggunakan teleskop atau kamera jika ingin menangkap detail permukaan bulan dengan lebih jelas.
Apakah Pink Moon Berbahaya?
Fenomena ini aman dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi manusia. Pink Moon hanya memberi efek alami seperti bulan purnama lainnya, yaitu meningkatkan pasang air laut.
Hal ini terjadi karena posisi Bulan dan Matahari sejajar dengan Bumi sehingga gaya gravitasi menjadi lebih kuat.
Kenapa Disebut Pink Moon?
Nama Pink Moon berasal dari tradisi masyarakat Amerika Utara. Mereka mengaitkan bulan purnama April dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda, yaitu phlox, yang tumbuh di awal musim semi.
Jadi, istilah ini bersifat kultural dan bukan karena warna bulan berubah.
Pink Moon 1 April 2026 menjadi momen menarik yang bisa kamu nikmati dengan mudah. Cukup cari langit cerah, lalu lihat ke atas saat malam tiba. (Tim)






