Britainaja – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bergerak cepat mengusut penyebab mati lampu massal atau blackout yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera sejak Jumat malam.
Polisi langsung menerjunkan tim khusus ke lokasi putusnya sambungan SUTET 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi.
Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Moh. Irhamni, mengonfirmasi bahwa timnya sudah berada di lokasi sejak Minggu untuk mencari tahu penyebab pasti gangguan besar ini. Dalam penyelidikan ini, tim polisi bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dan pihak PLN.
“Kami langsung mengecek lokasi hari ini. Petugas juga sudah membawa barang bukti berupa konduktor yang putus ke Puslabfor Bareskrim dan Litbang PLN untuk pemeriksaan mendalam,” ujar Irhamni dalam keterangan resminya di Jakarta.
Tak Ada Unsur Kesengajaan
Bagi masyarakat yang penasaran apakah ada unsur Sabotase, polisi membawa kabar baik. Hasil pemeriksaan sementara memastikan bahwa insiden ini murni masalah teknis dan alam, bukan karena ulah jahat manusia.
“Sejauh ini kami belum menemukan indikasi kesengajaan manusia yang menyebabkan konduktor itu putus,” tambah Irhamni.
Mati lampu massal ini sendiri mulai melanda Sumatera pada Jumat pukul 18.44 WIB. Pihak PLN menjelaskan bahwa cuaca buruk memicu gangguan pada sistem transmisi 275 kV antara Muaro Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan di satu titik ini sayangnya memicu efek domino yang berdampak pada pembangkit listrik di wilayah lainnya.
Langkah Tegas Pemerintah dan PLN
Merespons kejadian yang merugikan jutaan warga ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia langsung mengeluarkan instruksi tegas. Ia meminta PLN segera memperkuat sistem kelistrikan Sumatera. Caranya dengan membangun pembangkit baru dan transmisi 500 kV/275 kV, serta menyiapkan pembangkit cadangan agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat jika gangguan terulang kembali.
Di sisi lain, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat Sumatera atas ketidaknyamanan ini. Ia memastikan ratusan personel di lapangan telah bekerja nonstop demi memulihkan listrik.
Hingga Sabtu malam pukul 19.00 WIB, kerja keras petugas mulai membuahkan hasil. Dari 13,1 juta pelanggan yang terdampak, PLN sukses mengalirkan kembali setrum ke lebih dari 8,5 juta rumah warga. Petugas juga berhasil mengoperasikan kembali 176 unit gardu induk dan memulihkan beban sistem sebesar 3.431,21 MW. (Tim)






