Britainaja – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengumpulkan seluruh pengurus daerah (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara) dalam agenda penguatan organisasi di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis (16/4). Dengan nada bicara yang penuh empati namun tegas, Megawati mengingatkan para kader untuk kembali ke jati diri partai sebagai pembela rakyat kecil.
Didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto dan jajaran DPP lainnya, Megawati menekankan bahwa politik bukan sekadar perebutan kursi, melainkan tentang pengabdian nyata.
Menyentuh Akar Rumput di Tengah Gejolak Ekonomi
Megawati menaruh perhatian besar pada kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Beliau mengaku sering menerima curhatan para ibu mengenai meroketnya harga kebutuhan pokok seperti cabai dan pangan lainnya.
Menanggapi hal ini, Megawati menginstruksikan para kader untuk tidak tinggal diam. Beliau meminta kepala daerah dari PDIP segera melakukan langkah konkret:
-
Efisiensi Anggaran: Melakukan penghematan dan menentukan skala prioritas.
-
Ketahanan Pangan: Menggerakkan program padat karya dan sosialisasi menu sehat murah untuk mencegah stunting.
-
Waspada Global: Mengantisipasi dampak konflik Iran-Israel terhadap ekonomi nasional.
“Turunlah ke bawah, rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami bahwa politik adalah kehidupan,” pesan Megawati dengan penuh penekanan.
Integritas Tanpa Kompromi: Dilarang Korupsi!
Dalam arahannya, Presiden ke-5 RI ini memberikan peringatan keras terkait moralitas kader. Beliau melarang keras tindakan korupsi dan meminta bendahara partai mengelola keuangan secara profesional tanpa mencampurnya dengan uang pribadi.
Sebagai partai yang kini mengambil posisi sebagai penyeimbang di luar kabinet, Megawati menuntut kedisiplinan tinggi. Beliau mewajibkan pengurus daerah menggelar rapat rutin setiap hari Selasa untuk membedah masalah rakyat dan mencari solusinya secara langsung.
Membangun Partai yang Menjadi Pilar Bangsa
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa materi di Sekolah Partai ini mencakup ideologi, geopolitik, hingga manajerial organisasi. Tujuannya agar fungsi partai berjalan optimal dalam melayani masyarakat.
Senada dengan itu, Hasto Kristiyanto mengajak kader menjadikan pelatihan ini sebagai momentum membangkitkan energi perjuangan menuju Pemilu 2029. Kepercayaan rakyat, menurut Hasto, adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan perilaku santun dan kerja nyata.
Bagi Megawati, kemenangan sejati bukanlah sekadar angka di atas kertas suara. Kemenangan sesungguhnya adalah saat rakyat merasakan kehadiran partai dan keadilan nyata di tengah-tengah mereka. Beliau berharap PDIP terus kokoh menjadi Soko Guru atau pilar utama bagi tegaknya bangsa dan negara. (Tim)






