JAKARTA, Britainaja — Momen menarik terjadi usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto secara khusus meminta Komandan Upacara, Kolonel Infanteri Didin Nasrudin Darsono, untuk menghadap dirinya.
Presiden Prabowo yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan langsung apresiasi tersebut sesaat sebelum meninggalkan mimbar upacara.
“Terima kasih atas pelaksanaan upacara yang baik. Komandan upacara, menghadap saya,” ujar Presiden Prabowo dengan nada puas usai menerima laporan akhir.
Apresiasi spontan dari orang nomor satu di Indonesia ini tentu memicu rasa penasaran publik. Siapakah sebenarnya sosok perwira TNI yang sukses memimpin upacara sakral ini?
Profil Kolonel Didin Nasrudin Darsono: Rekam Jejak dan Karier
Kolonel Infanteri Didin Nasrudin Darsono merupakan perwira menengah TNI Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak cemerlang. Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 5 Juli 1979 ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001.
Saat ini, Kolonel Didin mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Teritorial Korem 163/Wirasatya Bali. Sebelum menjabat di Pulau Dewata, ia sudah kenyang pengalaman memimpin satuan teritorial di berbagai wilayah strategis, antara lain:
-
Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya Timur
-
Komandan Kodim (Dandim) 0808/Blitar
-
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0735/Surakarta
Kariernya yang matang di dunia teritorial membuat alumnus Lembah Tidar ini mampu mengeksekusi tugas-tugas besar dengan tingkat kedisiplinan tinggi, termasuk memimpin upacara nasional hari ini.
Pesan Kuat Prabowo: Transformasi dan Perang Melawan Korupsi
Selain momen hangat bersama Komandan Upacara, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini juga menjadi panggung bagi Presiden Prabowo untuk membakar semangat kebangsaan. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi besar demi menjaga kekayaan negara.
Presiden Prabowo mengingatkan bahwa upaya memperbaiki tata kelola bangsa agar tidak mengalami kebocoran anggaran pasti akan menemui jalan terjal.
“Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor, dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” tegasnya di hadapan para peserta upacara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersiap menghadapi tantangan dari pihak-pihak yang tidak menginginkan perubahan.
“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, tantangan, bahkan mungkin perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, penyelundupan, dan tindakan ekonomi ilegal,” pungkas Presiden Prabowo. (Tim)






