Desa Wisata Namu Masuk 60 Besar WIA 2025

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: vrogue)

(Foto: vrogue)

BritainajaDesa Wisata Namu di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, berhasil menorehkan prestasi dengan masuk ke daftar 60 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang di gelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. Namu menjadi satu-satunya desa wisata dari Sultra yang lolos hingga tahap ini.

Ajang WIA 2025 berbeda dari kompetisi desa wisata sebelumnya. Para peserta di wajibkan melakukan penilaian mandiri melalui platform jadesta.com, dengan mengacu pada puluhan indikator yang sudah d itetapkan tim seleksi. Hanya desa wisata yang mampu memenuhi kriteria dengan nilai di atas rata-rata yang bisa melangkah ke babak berikutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, H. Belli HT, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Menurutnya, Desa Namu konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan, gotong royong, dan konservasi lingkungan. Ia berharap desa ini mampu meraih hasil terbaik pada tahap akhir penilaian.

Namu di tetapkan sebagai desa wisata sejak 2017 melalui SK Bupati Konawe Selatan, kemudian di perbarui pada 2021. Dengan jumlah penduduk sekitar 436 jiwa, mayoritas warganya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Seiring berkembangnya pariwisata, masyarakat mulai terlibat dalam usaha kerajinan, kuliner, hingga penyediaan homestay.

Baca Juga :  Siap-Siap! BKN Rilis Jadwal Resmi Seleksi CPNS dan PPPK 2026

Di desa ini, wisatawan bisa menikmati beragam atraksi, mulai dari snorkeling dan diving di perairan jernih, agrowisata perkebunan, hingga wisata budaya seperti tari tradisional Tolaki dan kuliner khas. Ada pula program belajar musik bambu, kerajinan dari agel, serta kelas memasak makanan tradisional.

Untuk mencapai Desa Wisata Namu, wisatawan bisa memilih jalur laut sekitar 2,5 jam dari Dermaga Langgapulu menggunakan kapal masyarakat, atau jalur darat sekitar 2 jam dari Kendari. Meski akses darat belum sepenuhnya optimal, jumlah kunjungan wisatawan tetap stabil, mencapai 300–400 orang per bulan. Sebanyak 90 persen di antaranya menginap minimal dua hari, menjadikan Namu sebagai desa wisata dengan rata-rata lama tinggal tertinggi di Sultra.

Seluruh pengelolaan wisata di Namu di lakukan masyarakat setempat melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Homestay di kelola langsung oleh pemilik rumah, sementara kuliner dan cenderamata di tangani ibu-ibu PKK serta Kelompok Wanita Tani. Bahkan, penyediaan kebutuhan wisatawan seperti warung makan, penyewaan tenda, hingga pengelolaan kebersihan camping ground juga di lakukan warga desa.

Baca Juga :  Fakta Menarik Arifin C. Noer, Sutradara Film Legendaris G30S/PKI

Dari situ, belasan UMKM lahir di desa ini, memberikan dampak positif pada ekonomi lokal tanpa mengganggu pekerjaan utama warga sebagai petani atau nelayan. Perempuan juga mendapatkan ruang lebih luas dalam kegiatan produktif dan kreatif.

Selain fokus pada pariwisata, Desa Wisata Namu juga mengembangkan program pelestarian lingkungan. Salah satunya dengan Bioreeftek menggunakan tempurung kelapa untuk membantu regenerasi terumbu karang di titik penyelaman. Inisiatif ini sekaligus menambah daya tarik wisata bahari sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

Keberhasilan Namu tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam skema pentahelix. Desa ini menggandeng pemerintah daerah, akademisi, swasta, komunitas, dan media untuk memperkuat posisi sebagai destinasi unggulan. Mitra yang terlibat di antaranya Desata Sultra, ASTINDO Sultra, IHSA Sultra, hingga komunitas selam lokal.

Dengan potensi alam, budaya, dan dukungan penuh masyarakat, Desa Wisata Namu kini tidak hanya menjadi kebanggaan Konawe Selatan, tetapi juga Sulawesi Tenggara. Prestasi masuk 60 besar WIA 2025 menjadi bukti bahwa desa kecil dengan semangat gotong royong bisa bersaing di tingkat nasional. (Tim)

Berita Terkait

Arief Wismoyono Rajai Kerinci 100: Taklukkan Atap Sumatra dalam Waktu 3 Jam
Indonesia Desak PBB Beri Jaminan Keamanan Total bagi Prajurit TNI di Lebanon
Tetap Segar! 5 Cara Ampuh Hadapi Gelombang Panas April 2026
Ratusan Pelari Dunia Taklukkan Puncak Sumatra di Kerinci 100
Penumpang Tertinggal di Bandara, Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran oleh Super Air Jet
JKA Berubah Mulai Mei 2026, Tak Semua Warga Aceh Lagi Gratis Berobat
Cara Mudah Pindah Instansi ASN 2026: Syarat dan Prosedur Terbaru
Perbedaan Gaji PPPK Paruh Waktu vs Penuh Waktu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 18:00 WIB

Arief Wismoyono Rajai Kerinci 100: Taklukkan Atap Sumatra dalam Waktu 3 Jam

Minggu, 5 April 2026 - 17:00 WIB

Indonesia Desak PBB Beri Jaminan Keamanan Total bagi Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 5 April 2026 - 13:00 WIB

Tetap Segar! 5 Cara Ampuh Hadapi Gelombang Panas April 2026

Minggu, 5 April 2026 - 12:00 WIB

Ratusan Pelari Dunia Taklukkan Puncak Sumatra di Kerinci 100

Sabtu, 4 April 2026 - 20:00 WIB

Penumpang Tertinggal di Bandara, Polisi Selidiki Dugaan Pelanggaran oleh Super Air Jet

Berita Terbaru