Britainaja – Menjelang bulan Dzulhijjah, perasaan bahagia sekaligus haru menyelimuti para calon jemaah haji yang terpilih menjadi tamu Allah (Duyufurrahman).
Namun, perjalanan suci ini menuntut lebih dari sekadar kesiapan koper dan dokumen. Keberhasilan ibadah haji berawal dari ketulusan niat dan keluhuran spiritual sejak di tanah air.
Berdasarkan panduan resmi Ditjen Haji dan Umrah Kemenag serta tuntunan kitab Manasik, berikut adalah langkah-langkah bermakna yang perlu Anda lakukan sebelum melangkah menuju Tanah Suci.
1. Menyucikan Diri dengan Taubat dan Maaf
Langkah pertama menuju Ka’bah adalah membersihkan hati. Pastikan Anda berangkat dalam keadaan suci dari dosa, baik kepada Allah maupun sesama manusia.
-
Taubatan Nasuha: Menyesali kesalahan masa lalu, berhenti dari maksiat, dan berjanji tidak mengulanginya.
-
Selesaikan Urusan Manusia: Kembalikan barang yang bukan hak Anda, lunasi utang yang jatuh tempo, dan mintalah maaf secara tulus kepada keluarga, tetangga, serta rekan kerja.
-
Restu Keluarga: Bagi istri, pastikan ridha suami telah dikantongi. Bagi anak, sujudlah memohon doa restu orang tua.
2. Memastikan Bekal yang Halal dan Berkah
Allah itu Maha Baik dan hanya menerima yang baik (Thayyib). Pastikan setiap rupiah yang Anda gunakan untuk biaya haji bersumber dari rezeki yang halal, bukan dari hasil syubhat apalagi kezaliman.
Selain itu, jangan lupakan keluarga yang Anda tinggalkan. Siapkan nafkah yang cukup agar kehidupan anak dan istri tetap terjamin selama Anda beribadah, sehingga mereka tidak perlu berutang.
3. Menjaga Kebugaran Fisik (Istitha’ah Badaniyah)
Ingatlah bahwa haji adalah ibadah fisik. Aktivitas seperti Thawaf, Sa’i, dan melontar Jumrah membutuhkan ketahanan tubuh yang prima.
-
Rutin Berjalan Kaki: Mulailah rutin berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari untuk melatih otot dan jantung.
-
Cek Kesehatan: Disiplin menjalani pemeriksaan medis dan lengkapi vaksinasi sesuai aturan pemerintah.
4. Menegakkan Shalat Sunnah Safar
Sebelum kaki melangkah keluar rumah untuk memulai perjalanan panjang, Rasulullah mengajarkan kita untuk bersimpuh dalam shalat sunnah safar dua rakaat.
-
Rakaat Pertama: Membaca Surah Al-Kafirun setelah Al-Fatihah.
-
Rakaat Kedua: Membaca Surah Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah. Usai salam, bacalah Ayat Kursi dan doa safar untuk memohon perlindungan bagi harta, keluarga, dan keselamatan diri selama dalam perjalanan.
5. Menggelar Walimatussafar dengan Rendah Hati
Acara pelepasan jemaah haji atau Walimatussafar hendaknya menjadi ajang syukur, bukan ajang pamer kekayaan.
-
Niat Bersedekah: Fokuskan acara untuk memberi makan anak yatim dan fakir miskin.
-
Mohon Doa: Gunakan kesempatan ini untuk saling memaafkan dan meminta doa keselamatan dari orang-orang saleh di sekitar Anda.
6. Adab Kebersihan Sebelum Ihram
Rasulullah memberikan protokol kebersihan yang sangat detail sebelum seseorang memulai ibadah haji.
-
Merapikan Diri: Potonglah kuku, rapikan kumis, serta cukur bulu ketiak dan kemaluan.
-
Mandi Sunnah Ihram: Lakukan mandi besar sebagai bentuk pembersihan total. Hal ini tetap disunnahkan meski bagi wanita yang sedang haid.
-
Wewangian bagi Pria: Gunakan parfum pada tubuh (bukan pada kain ihram) sesaat sebelum berniat ihram.
7. Mematangkan Ilmu Manasik
Niat yang tulus harus dibarengi dengan ilmu yang benar. Anda wajib memahami perbedaan antara Rukun Haji (seperti Wukuf dan Thawaf Ifadhah yang menentukan sahnya haji) dan Wajib Haji (seperti mabit di Muzdalifah yang jika terlewat harus membayar denda atau Dam). Hafalkan juga larangan-larangan saat berpakaian ihram agar ibadah tetap terjaga kesuciannya.
Mengapa Persiapan Ini Begitu Penting?
Persiapan spiritual bukan sekadar formalitas. Setiap tahapannya memiliki makna mendalam:
-
Pembersihan Jiwa: Melepaskan dendam dan kesombongan sebelum memasuki “Rumah Allah”.
-
Mengingat Akhirat: Kain ihram putih tanpa jahitan adalah pengingat bahwa kelak kita hanya akan membawa amal, bukan harta.
-
Kesetaraan: Di hadapan Allah, pejabat dan rakyat jelata berdiri setara di Padang Arafah dalam pakaian yang sama.
Tanya Jawab Seputar Dzulhijjah
Amalan apa yang paling utama di awal bulan Dzulhijjah?
Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan puasa sunnah (terutama puasa Arafah), memperbanyak dzikir (Tahmid, Tasbih, dan Takbir), bersedekah, serta menyembelih hewan kurban bagi yang mampu.
Bagaimana agar cepat dipanggil berangkat haji?
Selain menabung secara konsisten, perbanyaklah membaca doa (seperti QS. Al-Hajj: 27), istigfar, shalat Tahajud, serta berbakti kepada orang tua sebagai pembuka pintu rezeki dan kemudahan.
Dzikir apa yang paling dianjurkan?
Perbanyaklah Takbir, baik Takbir Muthlaq (di mana saja sejak awal bulan) maupun Takbir Muqayyad (setelah shalat fardhu selama hari tasyrik). (Tim)






