Britainaja – Memasuki pekan pertama Mei 2026, PT Pertamina (Persero) kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Langkah ini merespons dinamika pasar minyak mentah dunia yang tengah bergejolak akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Bagi Anda pengguna kendaraan bermesin diesel kelas atas, hari ini (6/5/2026) harga produk seperti Dexlite dan Pertamina Dex terpantau berada di level tertinggi dalam setahun terakhir. Kenaikan ini mengikuti tren harga minyak global yang dipicu oleh gangguan jalur distribusi energi internasional.
Kabar Baik: Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
Meski lini nonsubsidi mengalami kenaikan cukup signifikan, pemerintah membawa kabar melegakan bagi masyarakat luas. Harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite (RON 90) dan Solar Subsidi, dipastikan tidak berubah. Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan laju inflasi di sektor transportasi.
Rincian Harga BBM Pertamina Terbaru (Wilayah Jawa & DKI Jakarta)
Berdasarkan evaluasi bulanan yang mengacu pada Keputusan Menteri ESDM, berikut adalah estimasi harga terbaru yang berlaku di SPBU:
| Jenis Bahan Bakar | Harga per Liter (Rp) | Status |
| Pertalite (RON 90) | 10.000 | Tetap |
| Pertamax (RON 92) | 12.950 – 15.200 | Penyesuaian Lokal |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 21.500 | Naik |
| Dexlite (CN 51) | 26.600 | Naik |
| Pertamina Dex (CN 53) | 27.900 | Naik |
| BioSolar (Subsidi) | 6.800 | Tetap |
Catatan: Harga dapat bervariasi tipis antar wilayah karena perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Tips Cerdas: Cara Hemat BBM di Tengah Kenaikan Harga
Kenaikan harga BBM nonsubsidi tentu menuntut kita untuk lebih bijak dalam berkendara. Pengamat otomotif, Bebin Djuana, menjelaskan bahwa efisiensi bahan bakar sebenarnya ada di tangan pemilik kendaraan itu sendiri.
Berikut adalah langkah praktis yang bisa Anda terapkan agar pengeluaran bahan bakar tidak membengkak:
-
Cek Kondisi Ban: Tekanan angin yang kurang membuat mesin bekerja ekstra keras. Pastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan.
-
Rutin Rawat Mesin: Filter udara dan filter bahan bakar yang bersih memastikan pembakaran terjadi secara sempurna. Jangan tunda jadwal servis rutin Anda.
-
Terapkan Eco-Driving: Hindari akselerasi mendadak dan pengereman kasar. Menjaga putaran mesin tetap stabil adalah kunci utama penghematan.
-
Kurangi Pemanasan Mesin Berlebih: Memanaskan mesin terlalu lama saat mobil diam hanya akan membuang bahan bakar secara percuma.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Berubah?
Pihak manajemen Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian ini adalah konsekuensi dari naiknya biaya pengadaan BBM di pasar internasional. Pertamina terus memantau pergerakan harga minyak mentah jenis Brent dan WTI untuk memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga.
Masyarakat disarankan untuk memantau harga resmi melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi perusahaan untuk mendapatkan informasi paling akurat sesuai zona wilayah masing-masing. Dengan menggunakan bahan bakar yang sesuai spesifikasi mesin, Anda tidak hanya menjaga performa kendaraan, tetapi juga memperpanjang usia komponen mesin dalam jangka panjang.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Seputar Kenaikan Harga BBM
1. Mengapa harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex naik lagi?
Penyesuaian harga ini terjadi karena fluktuasi harga minyak mentah dunia dan ketidakstabilan ekonomi global. Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah mengganggu jalur distribusi energi, sehingga biaya pengadaan bahan bakar meningkat.
2. Apakah harga Pertalite dan BioSolar ikut naik?
Tidak. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat dengan tidak mengubah harga BBM bersubsidi. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter untuk saat ini.
3. Berapa harga terbaru Pertamina Dex di wilayah Jawa per 6 Mei 2026?
Harga Pertamina Dex (CN 53) saat ini di patok sebesar Rp27.900 per liter, yang merupakan level tertinggi dalam setahun terakhir.
4. Mengapa harga BBM di setiap daerah bisa berbeda?
Perbedaan harga tersebut di sebabkan oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang di tentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Namun, selisih harga antar wilayah biasanya tidak terlalu jauh.
5. Bagaimana cara melihat daftar harga resmi di wilayah saya?
Anda bisa mengecek update harga secara real-time melalui aplikasi MyPertamina, situs resmi www.pertamina.com, atau melalui papan informasi yang tersedia di setiap SPBU Pertamina terdekat.
6. Apakah penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin bisa merusak kendaraan?
Ya. Pertamina sangat menyarankan pemilik kendaraan untuk menggunakan BBM dengan angka oktan (RON) atau cetane (CN) yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal ini bertujuan untuk menjaga performa mesin, mencegah kerak karbon, dan menjaga keawetan komponen jangka panjang.
7. Apa langkah termudah agar konsumsi BBM diesel tetap irit?
Langkah paling efektif adalah melakukan servis rutin secara berkala, memastikan tekanan angin ban selalu stabil (tidak kempis), dan menerapkan teknik berkendara eco-driving (menjaga kecepatan stabil dan tidak melakukan akselerasi mendadak).
8. Kapan harga BBM akan di evaluasi kembali?
Sesuai dengan regulasi Keputusan Menteri ESDM, Pertamina melakukan evaluasi harga BBM nonsubsidi secara berkala setiap bulan, dengan mempertimbangkan tren harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Tim)






