Harga Emas Turun di Bawah US$5.000, Tekanan dari Krisis Timur Tengah

Harga emas turun di bawah US$5.000/troy ounce meski konflik Timur Tengah memasuki pekan ketiga; kenaikan harga minyak dan ketidakpastian inflasi tekan pasar, tetapi bullion tetap naik 16% sejak awal tahun.

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). 
Bisnis.com

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis.com

Britainaja – Harga emas merosot di bawah US$5.000 per troy ounce pada Senin (16/3/2026) di tengah konflik Timur Tengah yang memasuki pekan ketiga.

Data Bloomberg mencatat, harga emas spot turun 0,66% menjadi US$4.986,22, sementara kontrak berjangka April 2026 di Comex AS melemah 1,49% ke US$4.986,1 per troy ounce.

Penurunan ini melanjutkan tren negatif dua minggu terakhir. Lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi membuat pasar ragu bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun, Waktunya Borong?

Harga minyak mentah melonjak setelah serangan AS terhadap pusat ekspor minyak Iran dibalas Teheran di fasilitas energi negara-negara Arab. Meski emas menurun, harga bullion masih naik sekitar 16% secara kumulatif sejak awal tahun.

Ketidakpastian durasi konflik memperburuk sentimen pasar. Seorang ajudan Presiden Donald Trump memperkirakan perang bisa berlangsung 4–6 minggu. Trump menyebut Iran ingin kesepakatan, tapi AS menuntut syarat lebih baik. Sementara Iran membantah meminta gencatan senjata.

Baca Juga :  Harga Emas Batangan Galeri24 dan UBS Pegadaian Kompak Melesat Naik Hari Ini

Data pengeluaran konsumen AS menunjukkan pertumbuhan lemah pada Januari, ditambah sentimen konsumen menurun, menekan ekspektasi penurunan suku bunga.

Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Namun, kekhawatiran stagflasi bisa mendorong investor kembali ke emas sebagai lindung nilai jangka panjang. (Tim)

Berita Terkait

Asal-Usul Uang Rupiah: Perjalanan Panjang ORI hingga Kedaulatan Finansial Indonesia
Cara Sederhana Pangkas Tagihan Listrik Rumah Tanpa Kurangi Kenyamanan
Bebas Jerat Utang Paylater: Cara Efektif Mengatur Keuangan Keluarga
Cara Pakai QRIS di Luar Negeri Tanpa Tukar Uang Tunai
Ini Merek Cat Tembok Terbaik 2026: Tahan Lama dan Anti-Jamur
Update Harga BBM Pertamina Hari Ini Minggu 26 Juli 2026: Cek Tarif Terbaru Sebelum Isi Tangki
Harga Emas Antam Stabil Minggu Ini, Cek Rincian Lengkapnya
Cara Top Up DANA Hingga Rp20 Juta: Syarat, Limit, dan Panduan Lengkap
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Asal-Usul Uang Rupiah: Perjalanan Panjang ORI hingga Kedaulatan Finansial Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:13 WIB

Cara Sederhana Pangkas Tagihan Listrik Rumah Tanpa Kurangi Kenyamanan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Bebas Jerat Utang Paylater: Cara Efektif Mengatur Keuangan Keluarga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Cara Pakai QRIS di Luar Negeri Tanpa Tukar Uang Tunai

Rabu, 16 September 2026 - 14:17 WIB

Ini Merek Cat Tembok Terbaik 2026: Tahan Lama dan Anti-Jamur

Berita Terbaru

Ilustrasi - Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK. (Foto: AI)

Nasional

Cara Mengaktifkan BPJS PBI JK Yang Tiba-tiba Nonaktif

Rabu, 4 Nov 2026 - 14:13 WIB