Britainaja – Presiden Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan serangan udara terhadap infrastruktur energi Iran selama dua minggu. Keputusan “gencatan senjata dua sisi” ini muncul setelah Teheran setuju untuk segera membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Meskipun Trump menyebut proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi yang layak, ia tetap memberikan peringatan keras. Jika kesepakatan final gagal tercapai dalam kurun waktu 14 hari, ia siap memerintahkan serangan udara yang jauh lebih dahsyat.
Berikut adalah lima alasan utama mengapa Trump akhirnya memilih jalur diplomasi daripada melanjutkan peperangan:
1. Menghindari Keruntuhan Ekonomi Global
Alan Eyre, peneliti dari Middle East Institute, menilai Trump merasa cemas dengan dampak ekonomi yang kian tak terkendali. Kendali Iran atas Selat Hormuz mengancam stabilitas dunia. Trump menyadari bahwa ia harus segera “menyatakan kemenangan” dan mengakhiri konflik sebelum semuanya terlambat. Dengan mundur dari ancaman perang total, Trump berusaha memperbaiki kekacauan ekonomi yang mulai menghantui pasar global.
2. Tekanan Politik dan Ancaman Pemakzulan
Di dalam negeri, Trump menghadapi gelombang protes politik yang hebat. Anggota Kongres, Alexandria Ocasio-Cortez (AOC), secara vokal mendesak pencopotan Trump dari jabatannya. Para politisi Demokrat menilai tindakan Trump yang mengancam kehancuran peradaban Iran sebagai tindakan berbahaya yang mempertaruhkan kesejahteraan bangsa Amerika. Gencatan senjata ini menjadi upaya untuk meredam tensi politik di Washington.
3. Terjepit Tanpa Pilihan Strategis
Pakar kebijakan luar negeri, Trita Parsi, mengungkapkan bahwa Trump sebenarnya tidak memiliki pilihan bagus di meja perundingan. Perang yang lebih luas dengan Iran hanya akan menghancurkan masa jabatan kepresidenannya. Eskalasi lebih lanjut terhadap sumber daya energi Iran pasti memicu aksi balas dendam yang akan menciptakan krisis energi global yang jauh lebih buruk. Trump membutuhkan jalan keluar yang terlihat “terhormat” di mata publik.
4. Strategi Mengamankan Selat Hormuz
Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengeklaim gencatan senjata ini sebagai kemenangan militer Amerika. Fokus utama Washington adalah memastikan Selat Hormuz kembali terbuka untuk jalur perdagangan internasional. Dengan dibukanya jalur vital ini, AS merasa telah mencapai tujuan inti mereka dan kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi diplomatik di Islamabad mendatang.
5. Upaya Menstabilkan Harga Minyak Dunia
Keputusan gencatan senjata ini langsung memberikan napas lega bagi pasar keuangan. Harga minyak mentah dunia segera merosot tajam hingga 16 persen ke level USD 94,59 per barel. Di Asia, pasar saham pun merespons positif dengan lonjakan indeks Nikkei dan Kospi. Trump sadar bahwa harga bahan bakar yang mencekik hanya akan memperburuk citranya di mata pemilih, sehingga stabilitas harga menjadi prioritas utama. (Tim)






