Demo “No Kings” di AS Berujung Ricuh, Bentrokan Terjadi di Los Angeles

Bentrokan Pecah di Los Angeles Saat Aksi Memanas

Pavicon Britainaja.com

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo “No Kings” di AS Berujung Ricuh, Bentrokan Terjadi di Los Angeles. (Kontan)

Demo “No Kings” di AS Berujung Ricuh, Bentrokan Terjadi di Los Angeles. (Kontan)

Britainaja – Gelombang aksi nasional “No Kings” yang melibatkan jutaan warga di Amerika Serikat memanas pada Sabtu (28/3/2026). Sejumlah titik aksi berakhir ricuh, terutama di Los Angeles.

Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah tegang saat massa bergerak menuju pusat penahanan federal. Aparat dari Los Angeles Police Department langsung menetapkan status siaga dan membubarkan kerumunan dengan gas air mata.

Sekitar 1.000 demonstran mencoba menjebol pagar gedung federal. Mereka melempar batu, botol, hingga potongan beton ke arah petugas. Dua aparat di laporkan mengalami luka akibat insiden tersebut. Polisi kemudian menangkap sejumlah peserta yang dianggap memicu kerusuhan.

Baca Juga :  Harga Minyak Dunia Meledak 3%, Pasokan Global Terancam Macet

Meski bentrokan terjadi di Los Angeles, penyelenggara menyebut sebagian besar dari ribuan aksi di berbagai kota seperti New York dan Washington DC berlangsung damai.

Para demonstran menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Donald Trump yang mereka nilai menyimpang dari konstitusi. Di sisi lain, pihak Gedung Putih menilai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi kebencian yang tidak mewakili seluruh rakyat.

Baca Juga :  Trump Ungkap Rencana Ambil Uranium Iran Jika Kesepakatan Tercapai

Trump sendiri membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memerintah seperti raja dan tetap berada dalam koridor hukum.

Aksi tandingan dari pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) juga muncul di beberapa kota seperti Dallas dan West Palm Beach. Situasi ini mencerminkan meningkatnya polarisasi politik di AS menjelang pemilu paruh waktu.

Penyelenggara menegaskan aksi akan terus berlanjut hingga pemerintah melakukan perubahan kebijakan, khususnya terkait imigrasi, ekonomi, dan peran militer di luar negeri. (Tim)

Berita Terkait

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun
Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos
5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan
Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia
Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta
Polisi Seoul Ajukan Surat Penangkapan Bos HYBE Bang Si-hyuk
Era Baru Apple: John Ternus Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Tim Cook
Israel Siapkan ‘Pride Land’, Festival LGBTQ+ Terbesar di Kawasan Laut Mati
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kabar Duka Istana Thailand: Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usia 47 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:00 WIB

Aturan Baru Malaysia: Remaja Bawah 16 Tahun Dilarang Punya Akun Medsos

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:00 WIB

5 Orang Terkaya di Industri Media dan Hiburan

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:00 WIB

Kazakhstan & Azerbaijan Bersatu: TourAN Siap Manjakan Wisatawan Dunia

Rabu, 29 April 2026 - 21:00 WIB

Beasiswa S1 Jepang MEXT 2027: Kuliah Gratis & Uang Saku Rp12 Juta

Berita Terbaru

Harga Toyota Avanza bekas tahun 2009. A2

Otomotif

Harga Toyota Avanza 2009 Yang Masih Laris dan Banyak Dicari

Kamis, 9 Jul 2026 - 21:00 WIB

Yamaha R25. dok yamaha

Otomotif

Rasa Moge, Motor Sport 250cc Bekas Murah Mulai 21 Jutaan

Kamis, 9 Jul 2026 - 20:09 WIB

ilustrasi camilan. (FREEPIK)

Khasanah

Ini 9 Camilan Halal dan Populer yang Sukses Mendunia

Kamis, 9 Jul 2026 - 18:00 WIB