RSUP Ambon Sukses Jalankan Operasi Bypass Jantung Perdana

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaksanaan operasi bypass jantung (Foto: Dokumentasi Biro Humas Kementerian Kesehatan)

Ilustrasi pelaksanaan operasi bypass jantung (Foto: Dokumentasi Biro Humas Kementerian Kesehatan)

Britainaja – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Johannes Leimena Ambon mencatat sejarah dengan berhasil melaksanakan operasi bypass jantung pertama di Provinsi Maluku. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa layanan kesehatan spesialis kini semakin merata hingga wilayah timur Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hadir langsung menyaksikan pencapaian bersejarah itu. Ia menegaskan, keberhasilan operasi bukan hanya soal fasilitas medis, tetapi juga menyangkut keadilan layanan kesehatan dan penyelamatan nyawa masyarakat.

“Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, Maluku akhirnya mampu melakukan operasi bypass jantung sendiri. Ini adalah langkah besar untuk pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).

Selama bertahun-tahun, pasien jantung dari wilayah timur harus di rujuk ke Surabaya atau Makassar untuk menjalani operasi. Kondisi itu sering kali menyulitkan karena jarak yang jauh, biaya tinggi, serta antrean panjang.

Budi mengungkapkan, ada pasien dari Maluku yang pernah mendapat nomor antrean hingga 289 di Surabaya. “Situasi ini nyata terjadi, dan inilah kondisi yang ingin kami ubah dengan menghadirkan layanan jantung di Maluku,” ucapnya.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Bos Minimarket Usai Bunuh Karyawatinya di Karawang

Keberhasilan operasi di RSUP Johannes Leimena, menurut Budi, merupakan bagian dari sistem layanan jantung nasional yang sedang di bangun pemerintah. Sistem tersebut di rancang agar terintegrasi mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit provinsi.

Menkes menargetkan seluruh provinsi di Indonesia mampu melaksanakan dua jenis tindakan utama, yaitu operasi bypass dan bedah katup jantung. Hingga saat ini, 28 dari 34 provinsi sudah mampu menjalankan layanan tersebut. Maluku menjadi provinsi terbaru yang bergabung dalam daftar tersebut.

Ia juga meminta peran aktif kepala daerah dalam memastikan ketersediaan dokter spesialis. Hal ini penting agar layanan kesehatan tidak terkonsentrasi di kota-kota besar saja. “Dukungan daerah menjadi kunci agar masyarakat di timur bisa merasakan pelayanan jantung setara dengan wilayah lain,” katanya.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengapresiasi langkah besar yang di capai tim medis RSUP Johannes Leimena. Ia menyebut keberhasilan operasi bypass jantung perdana sebagai bukti nyata kehadiran negara di daerah.

“Pemerintah pusat telah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembangunan kesehatan di Maluku. Ini menjadi tonggak penting yang patut di syukuri,” ujar Hendrik.

Baca Juga :  Cara Cek Keberhasilan Pengisian DRH PPPK Paruh Waktu 2025

Ia menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen untuk memperkuat RSUP Johannes Leimena sebagai rumah sakit rujukan utama. Selain itu, layanan serupa di harapkan bisa di perluas ke rumah sakit lain di wilayah Maluku agar akses kesehatan semakin merata.

“Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus menjadi prioritas. Mulai dari pengembangan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur, hingga penyediaan alat medis modern,” tambahnya.

Dengan keberhasilan operasi ini, masyarakat Maluku kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan bedah jantung. Hal ini di harapkan dapat mempercepat penanganan pasien, menekan biaya, sekaligus meningkatkan angka keselamatan.

Pemerintah menilai momentum ini sebagai titik awal transformasi kesehatan di Indonesia timur. Ke depan, layanan jantung yang berkualitas di harapkan dapat di akses merata oleh masyarakat di seluruh provinsi, tanpa terkecuali.

Keberhasilan operasi bypass jantung perdana di RSUP Johannes Leimena menjadi bukti bahwa pemerataan layanan kesehatan bukan sekadar wacana, melainkan nyata di rasakan masyarakat. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pelayanan agar capaian ini terus berlanjut dan berkembang. (Tim)

Berita Terkait

Resmi! Skema Sekolah Ramadan 2026 dan Jadwal Libur Lebaran dari Kemenko PMK
BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya
Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H
Prakiraan Cuaca Indonesia 6 Februari: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan
Bapanas Bentuk Satgas Saber Pangan, Awasi Spekulan Harga Menjelang Ramadan
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Cek Prakiraan Cuaca Kota Besar 2 Februari
Update Harga BBM Pertamina Februari 2026: Pertamax Cs Turun Signifikan!
Waspada Hujan Petir di Sejumlah Wilayah, Intip Prediksi Cuaca Ibu Kota Provinsi 1 Februari
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:25 WIB

Resmi! Skema Sekolah Ramadan 2026 dan Jadwal Libur Lebaran dari Kemenko PMK

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:30 WIB

BAZNAS Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Sebesar Rp50 Ribu: Simak Panduan Lengkap dan Cara Bayarnya

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:00 WIB

Jadwal Sidang Isbat Ramadhan 2026: Intip Tahapan Penentuan Awal Puasa 1447 H

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:30 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia 6 Februari: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan Ringan

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:00 WIB

Bapanas Bentuk Satgas Saber Pangan, Awasi Spekulan Harga Menjelang Ramadan

Berita Terbaru